Page 82 - Profil Kesehatan 2014
P. 82
autisme serta gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas. Bila
ditemukan penyimpangan atau gangguan perkembangan harus dilakukan
rujukan kepada tenaga kesehatan yang lebih memiliki kompetensi.
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan setiap anak usia 12-59
bulan dilaksanakan melalui pelayanan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini
Tumbuh Kembang (SDIDTK) minimal 2 kali pertahun (setiap 6 bulan) dan
tercatat pada Kohort Anak Balita dan Prasekolah atau pencatatan pelaporan
lainnya. Pelayanan SDIDTK dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, ahli gizi,
penyuluh kesehatan masyarakat dan petugas sektor lain yang dalam
menjalankan tugasnya melakukan stimulasi dan deteksi dini penyimpangan
tumbuh kembang anak. Suplementasi Vitamin A dosis tinggi (200.000 IU)
diberikan pada anak umur 12–59 bulan 2 kali per tahun (bulan Februari dan
Agustus)
Persentase anak balita di Jawa Tengah tahun 2014 yang mendapatkan
pelayanan sebesar 86,9%, meningkat dibandingkan cakupan tahun 2013
(83,07%). Ada tiga kabupaten/kota yang mencapai 100% yaitu Kab.
Banyumas, Kab. Kendal dan Kab.Tegal. Cakupan terrendah adalah di Kab.
Sukoharjo (58%). Cakupan pelayanan anak balita di Jawa Tengah selama
lima tahun terakhir dapat dilihat pada gambar 4.23.
Gambar 4.23
Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 – 2014
120.0
95.8 96.5 100.0 101.2 102.7
100.0 85.4 85.5 85.6 86.3 86.5 86.8 87.0 87.7 87.7 89.0 90.2 90.7 91.1 91.7 92.7 93.4 93.7 96.3 86.8
75.6 79.5 80.1 80.3 81.6 81.6 81.9 82.6 84.7
80.0 69.7
58.0 62.0
60.0
40.0
20.0
0.0
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2014
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 76

