Page 21 - Profil Jateng 2018 cetak
P. 21
Tabel 1.3
Persentase Penduduk Usia 15 tahun ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi
yang ditamatkan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015-2017
Tdk /Blm Tdk punya
Tahun pernah Ijazah SD/MI SMP/ SMU/ DIPL/AK/ Total
SMK
Mts
PT
sekolah SD/MI
2015 8,07 15,88 32,32 18,88 18,59 6,25 100,00
2016 4,56 16,69 38,69 12,85 20,55 6,66 100,00
2017 6,45 15,96 31,24 19,84 20,25 6,26 100,00
Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah (Susenas)
Bila dibandingkan dengan tahun 2016, pada tahun 2017 persentase penduduk
tidak/belum pernah sekolah dan tamat SMP/Mts semakin meningkat, sedangkan
yang tamat SD semakin menurun. Peningkatan tersebut berimbas pada kemampuan
baca tulis penduduk yang tercermin dari angka melek huruf. Persentase penduduk
berumur 15 tahun ke atas yang melek huruf pada tahun 2017 sebesar 93,55 persen,
sedangkan yang buta huruf sebesar 6,45 persen.
D. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)
Menurut United Nations Development Programme (UNDP), Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis
sejumlah komponen dasar kualitas hidup. IPM dibangun melalui pendekatan tiga
dimensi dasar sebagai ukuran kualitas hidup, yaitu umur panjang dan hidup sehat,
pengetahuan dan standar hidup layak. Untuk mengukur dimensi umur panjang dan
hidup sehat (dimensi kesehatan) digunakan Umur Harapan Hidup (UHH) waktu lahir.
Untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator Harapan Lama
Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Sedangkan untuk mengukur
dimensi standar hidup layak, digunakan indikator Pengeluaran per kapita per tahun
yang disesuaiakan.
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya
membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk) dan dapat menentukan
peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara. Bagi Indonesia, IPM
merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga
digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). Selain
itu komponen IPM (HLS, RLS dan Pengeluaran) merupakan indicator yang
digunakan dalam penghitungan Dana Insentif Daerah (DID).
Nilai IPM Jawa Tengah telah meningkat 5,04 poin, yaitu dari 66,08 tahun 2010
menjadi 71,12 pada tahun 2018. Selama periode tersebut, IPM Jawa Tengah rata-
rata tumbuh sebesar 0,63% per tahun dan meningkat dari taraf “sedang” menjadi
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 5

