Page 75 - Profil Kesehatan 2015
P. 75







Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa cakupan K1 tertinggi adalah di
Kota Semarang yaitu 103,85 persen, diikuti Kebumen 103,8 persen, dan

Kendal 100,30 persen. Sedangkan cakupan K4 terrendah adalah di Kota
Surakarta yaitu 86,76 persen, diikuti Karanganyar 93,16 persen, dan Brebes

95,14 persen.

Gambar 4.3
Cakupan K4 Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015

100,00 97,46 97,77
95,02 95,09 95,11 95,68 96,29 96,95 97,03 97,08 98,82
95,00 91,47 91,72 91,80 92,03 92,04 92,15 92,41 92,61 93,08 93,16 93,27 93,78 94,37 94,45 94,56 93,05
88,97 89,37 89,64 90,25 90,31 90,75
90,00 88,49 88,71
85,80

85,00

80,00

75,00






Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2015
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa cakupan K4 tertinggi adalah

di Kebumen yaitu 98,82 persen, diikuti Blora 97,77 persen, dan Kota
Semarang 97,46 persen. Sedangkan kabupaten/kota dengan cakupan K4

terrendah adalah Banjarnegara yaitu 85,80, diikuti Brebes 88,49, dan
Purworejo 88,71 persen.


Pada tahun 2015 ini terdapat Drop Out (DO) K1 – K4 sebesar 5.53
persen. Artinya masih ada sebanyak 5,53 persen ibu hamil yang tidak

mendapatkan pelayanan antenatal yang ke-4. Drop out ini dapat disebabkan
karena ibu yang kontak pertama (K1) dengan tenaga kesehatan

kehamilannya sudah berumur lebih dari 3 bulan, sehingga perlu intervensi
peningkatan pendataan ibu hamil yang lebih intensif. Batas tertinggi untuk
DO K1 – K4 adalah 10 persen. Apabila DO K1 – K4 lebih dari 10 persen maka

perlu adanya penelusuran dan intervensi lebih lanjut.






Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 58
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80