Page 73 - Profil Kesehatan 2015
P. 73







b. Pengukuran tekanan darah;
c. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA);

d. Pengukuran tinggi puncak rahim (fundus uteri);
e. Penentuan status imunisasi tetanus dan pemberian imunisasi tetanus

toxoid sesuai status imunisasi;
f. Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan;

g. Penentuan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ);
h. Pelaksanaan temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan

konseling, termasuk Keluarga Berencana);
i. Pelayanan tes laboratorium sederhana, minimal tes hemoglobin darah

(Hb), pemeriksaan protein urin dan pemeriksaan golongan darah (bila
belum pernah dilakukan sebelumnya);

j. Tatalaksana kasus

Capaian pelayanan kesehatan ibu hamil dapat dinilai dengan

menggunakan indikator cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 adalah jumlah ibu
hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal pertama kali oleh tenaga

kesehatan, dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil di suatu wilayah kerja
pada kurun waktu satu tahun. Indikator ini digunakan untuk mengetahui

jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan program dalam
menggerakkan masyarakat.

Sedangkan cakupan K4 adalah jumlah ibu hamil yang telah
memperoleh pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit 4 kali sesuai

jadwal yang telah dianjurkan, dibandingkan dengan jumlah sasaran ibu hamil
di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun. Gambaran

kecenderungan cakupan K1 dan K4 sejak tahun 2011 hingga tahun 2015
dapat dilihat pada gambar 4.1.
















Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 56
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78