Page 31 - Profil Kesehatan 2015
P. 31
Gambar 3.3
Angka Kematian Bayi Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
20,00
18,00 15,63 16,79 17,38
16,00 13,23 13,42 14,07 14,87
14,00 12,18 12,94 13,04
12,00 9,80 9,84 9,94 10,12 10,35 11,18 11,30 10,00
10,00 7,21 7,30 7,75 8,08 8,17 8,38 8,43 8,64 8,92 8,97 9,32 9,32 9,63 9,64 9,66 9,75
8,00 6,35 7,01
6,00
4,00
2,00
0,00
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2015
Dari gambar 3.3, kabupaten/kota dengan AKB terrendah adalah Jepara
yaitu 6,35 per 1.000 kelahiran hidup, diikuti Cilacap 7,01 per 1.000 kelahiran
hidup, dan Demak 7,21 per 1.000 kelahiran hidup. Kabupaten/kota dengan AKB
tertinggi adalah Grobogan yaitu 17,38 per 1.000 kelahiran hidup, diikuti
Temanggung 16,79 per 1.000 kelahiran hidup, dan Kota Magelang 15,63 per
1.000 kelahiran hidup.
3. Angka Kematian Balita (AKABA) per 1.000 Kelahiran Hidup
Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan jumlah kematian balita 0–5
tahun per 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. AKABA
menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan balita, tingkat pelayanan
KIA/Posyandu, tingkat keberhasilan program KIA/Posyandu dan kondisi sanitasi
lingkungan.
AKABA Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 11,64 per 1.000
kelahiran hidup, mengalami peningkatan dibandingkan AKABA tahun 2014 yaitu
11,54 per 1.000 kelahiran hidup. Gambaran tren AKABA di Jawa Tengah tahun
2011 s.d. 2015 dapat dilihat pada gambar 3.4.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 14

