Page 30 - Profil Kesehatan 2015
P. 30







Angka kematian neonatal di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 7,2 per
1.000 kelahiran hidup. Berdasarkan gambar 3.1, kabupaten/kota dengan AKN

tertinggi adalah Grobogan yaitu 13,6 per 1.000 kelahiran hidup, diikuti Kota
Magelang 11,9 per 1.000 kelahiran hidup, dan Temanggung 11,1 per 1.000

kelahiran hidup. Kabupaten/kota dengan AKN paling rendah adalah Kota
Surakarta 2,1 per 1.000 kelahiran hidup, diikuti Magelang 4,7 per 1.000 kelahiran

hidup, Jepara 4,7 per 1.000 kelahiran hidup.

2. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1.000 Kelahiran Hidup

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan jumlah kematian bayi (0-11
bulan) per 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. AKB
menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan

dengan faktor penyebab kematian bayi, tingkat pelayanan antenatal, status gizi

ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA dan KB, serta kondisi lingkungan dan
sosial ekonomi. Apabila AKB di suatu wilayah tinggi, berarti status kesehatan di
wilayah tersebut rendah. Gambaran AKB di Provinsi Jawa Tengah tahun 2011-

2015 dapat dilihat pada gambar 3.2.

Gambar 3.2
Angka Kematian Bayi di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2011 – 2015


11
10,8
10,6
10,4
10,2
10
9,8
9,6
2011 2012 2013 2014 2015
AKB 10,34 10,75 10,41 10,08 10

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2015


Angka Kematian Bayi di Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 10 per
1.000 kelahiran hidup. Terjadi penurunan tetapi tidak signifikan dibandingkan

AKB tahun 2014 yaitu 10,08 per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi
menurut kabupaten/kota tahun 2015 dapat dilihat pada gambar 3.3.







Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 13
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35