Page 68 - Profil Kesehatan 2014
P. 68







Bayi dengan berat badan lahir rendah merupakan salah satu faktor
risiko kematian bayi. Oleh karena itu sebagai salah satu upaya untuk

mencegah terjadinya kematian bayi adalah penanganan BBLR.
Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat

badan kurang dari 2500 gram. Penyebab terjadinya BBLR antara lain karena
ibu hamil mengalami anemia, kurang asupan gizi waktu dalam kandungan,

ataupun lahir kurang bulan. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah perlu
penanganan yang serius, karena pada kondisi tersebut bayi mudah sekali

mengalami hipotermi dan belum sempurnanya pembentukan organ-organ
tubuhnya yang biasanya akan menjadi penyebab utama kematian bayi.

Persentase bayi berat lahir rendah (BBLR) di Jawa Tengah pada tahun
2014 sebanyak (3,9%), meningkat bila dibandingkan tahun 2013 (3,75%).

Persentase BBLR tertinggi adalah di Kabupaten Grobogan (7,2%) dan yang
terrendah di Kabupaten Pati (0,5%). Gambaran persentase BBLR selama lima

tahun terakhir dapat dilihat pada gambar 4.16.

Gambar 4.16
Persentase Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2010 – 2014


4


3

2


1

0
2010 2011 2012 2013 2014
Persentase 2.69 3.73 3.75 3.75 3.90

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2014

12. Cakupan Kunjungan Neonatus
Neonatus adalah bayi baru lahir yang berusia sampai dengan

28 hari, dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di
dalam rahim menjadi di luar rahim. Pada masa ini terjadi pematangan

organ hampir pada semua sistem. Bayi hingga usia kurang satu bulan
merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan

paling tinggi. Pada usia yang rentan ini, berbagai masalah kesehatan



Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 62
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73