Page 29 - Profil Kesehatan 2014
P. 29
sebanyak 535 kasus (58,99%), kemudian umur 20-24 tahun sebanyak 259
kasus ( 28,56%), umur 15-19 tahun sebanyak 53 kasus (5,84%), umur ≥ 50
tahun sebanyak 46 kasus (5,07%), umur ≤ 4 tahun sebanyak 8 kasus
(0,88%), dan umur 5-14 tahun sebanyak 6 kasus (0,66%). Berdasarkan jenis
kelamin ternyata pada perempuan lebih tinggi yaitu 496 kasus (54,69%) dan
laki-laki 411 kasus (45,31%).
Gambar 3.13
Kasus Sifilis Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014
300
200
100
0
≤ 4 5-14 15-19 20-24 25-49 ≥ 50
Laki-laki 3 2 27 89 267 23
Perempuan 5 4 26 170 268 23
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2014
9. Darah Donor Diskrining Terhadap HIV
Badan Kesehatan dunia (WHO) telah mengembangkan strategi untuk
meminimalkan penularan penyakit pada tranfusi darah. Salah satu strateginya
adalah pelaksanaan skrining terhadap semua darah donor dari penyebab
infeksi. HIV/AIDS merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui tranfusi
darah, sehingga setiap darah donor harus dilakukan skrining terhadap HIV.
Di seluruh UTD yang ada di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2014,
jumlah pendonor sebanyak 495.200, seluruhnya (100%) darah donor tersebut
dilakukan skrining terhadap HIV. Dari seluruh darah donor yang diperiksa,
sebanyak 869 (0,18%) positif HIV yang terdiri dari 662 (0,18%) dari seluruh
pendonor laki-laki, dan 229 (0,18%) dari seluruh pendonor perempuan.
10. Kasus Diare Ditemukan dan Ditangani
Proporsi kasus diare di Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 79,8%. Hal
ini menunjukkan menunjukkan penemuan dan pelaporan masih perlu
ditingkatkan. Kasus yang diketemukan maupun yang diobati di layanan
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 23

