Page 130 - Profil Kesehatan 2014
P. 130
e. Angka penemuan kasus diare di Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 79,8%,
hal ini menunjukkan menunjukkan penemuan dan pelaporan masih perlu
ditingkatkan.
f. Indikator program kusta yang masih belum mencapai target adalah
persentase penderita kusta selesai berobat. Dari target 95%, di Jawa
Tengah pada tahun 2014 baru mencapai 90,51%.
g. Kasus PD3I yang masih ditemukan pada tahun 2014 ini adalah Difteri (3
kasus), Tetanus Neonatorum (2 kasus), Campak (308 kasus), dan
Hepatitis B (66 kasus).
h. Incidence Rate DBD di Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 36,2/100.000
penduduk, lebih tinggi dari target nasional sebesar < 20/100.000
penduduk. Angka kematian DBD tahun 2014 juga masih tinggi yaitu
1,7%, lebih tinggi dari target nasional (< 1%).
i. Angka kesakitan malaria (API = Annual Parasite Incidence) di Jawa
Tengah pada tahun 2014 tercatat 0,05/1.000 penduduk sudah mencapai
kurang 1/1.000 penduduk. Tetapi masih ditemukan kasus indigenous di 5
kabupaten, Purworejo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan
Kebumen.
j. Kasus filariasis di Provinsi Jawa tengah secara kumulatif sampai
dengan tahun 2014 sudah mencapai 590. Terjadi peningkatan kasus
setiap tahun dan kab/kota yang melaporkan kasus juga semakin
bertambah.
k. Penyakit tidak menular setiap tahun selalu mengalami peningkatan.
Penyakit Hipertensi masih menempati proporsi terbesar dari seluruh PTM
yang dilaporkan, yaitu sebesar 57,89%, sedangkan urutan kedua
terbanyak adalah Diabetes Mellitus sebesar 16,53%.
l. Pada Tahun 2014, kejadian luar biasa penyakit menular, bencana, dan
keracunan makanan yang sebanyak 24 jenis yang tersebar di 33 kab/kota.
KLB dengan frekuensi tinggi secara berturut-turut adalah keracunan
makanan, DBD, dan Chikungunya.
B. SITUASI UPAYA KESEHATAN
1. Pelayanan Kesehatan
a. Secara keseluruhan pelayanan kesehatan di Jawa Tengah tahun 2014
sudah cukup baik. Secara rinci capaian pelayanan kesehatan adalah
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 124

