Page 125 - Profil Kesehatan 2014
P. 125
6. Jumlah dan Rasio Teknisi Medis dan Tenaga Keterapian Fisik di Sarana
Kesehatan
Tenaga kesehatan selanjutnya yaitu Tenaga Keterapian Fisik meliputi
tenaga Fisioterapis, Okupasi Terapis, Terapis Wicara dan Akupunktur. Jumlah
tenaga Keterapian Fisik tahun 2014 tercatat sebanyak 670 orang meliputi 579
Fisioterapis, 59 Okupasi Terapis, 26 Terapis Wicara dan 6 Akupunktur. Rasio
tenaga Keterapian Fisik terhadap penduduk sebesar 1,99 tenaga per 100.000
penduduk.
Berdasarkan fasilitas kesehatan, diperoleh data bahwa tenaga Keterapian
Fisik (lengkap) berada di Rumah Sakit, dengan perincian 452 Fisioterapis, 59
Okupasi Terapis, 26 Terapis Wicara dan 5 Akupunktur. Kemudian tenaga
Fisioterapis ada di Puskesmas (99 tenaga) dan sarana pelayanan kesehatan lain
(24 orang) dan klinik di Dinas Kesehatan Kab/Kota (4 orang). Akupunktur di
sarana pelayanan kesehatan lain (1 orang). Proporsi tenaga keterapian fisik
menurut jenis dapat dilihat pada gambar 5.17.
Gambar 5.17
Proporsi Tenaga Keterapian Fisik di Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2014
4%
1%
9%
Fisioterapi
Okupasi Terapi
Terapis Wicara
Akupunktur
86%
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2014
Sedangkan tenaga keteknisan medis terdiri atas Radiografer, Radioterapis,
Teknisi Elektromedis, Teknisi Gigi, Analis Kesehatan, Refraksionis Optisien, Ortetik
Prostetik, Rekam Medis & Informasi Kesehatan, Teknik Transfusi Darah dan
Teknik Kardiovaskuler. Jumlah tenaga Keteknisan Medis tahun 2014 tercatat
sebanyak 4.609 orang meliputi 851 Radiografer, 23 Radioterapis, 198 Teknisi
Elektromedis, 15 Teknisi Gigi, 2.548 Analis Kesehatan, 44 Refraksionis Optisien,
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 119

