Page 141 - 1Profil Kesehatan Jawa Tengah 2023
P. 141

ditetapkan. Sementara ada 2 Kabupaten yang tidak ditemukan kasus malaria
                             yaitu Wonogiri dan Pemalang.
                         c.  Angka Kematian Malaria

                                    Untuk menjamin kasus malaria tetap rendah diperlukan upaya-upaya
                             untuk  mempertahankan  kasus  supaya  tidak  meningkat  kembali  seperti
                             penemuan dini dan tatalaksana kasus yang tepat. Kasus malaria import di

                             daerah reseptif yang terlambat ditangani sangat potensial untuk terjadinya
                             penularan  lokal  (indigenous)  bahkan  peningkatan  kasus  atau  KLB.  Pada

                             tahun 2023 ditemukan empat kasus kematian akibat Malaria di Sukoharjo,
                             Batang, Kota Surakarta dan Kota Pekalongan, sehingga CFR Malaria di Jawa
                             Tengah tahun 2023 sebesar 0,7 persen.

                      3.  Filariasis
                                Filariasis  adalah  penyakit  menular  menahun  yang  disebabkan  oleh

                         cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk. Di Indonesia, cacing filaria terdiri
                         dari tiga spesies yaitu  Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori.
                         Penyakit ini menginfeksi jaringan limfe (getah bening). Filariasis menular melalui

                         gigitan nyamuk yang mengandung cacing filaria dalam tubuhnya. Dalam tubuh
                         manusia,  cacing  tersebut  tumbuh  menjadi  cacing  dewasa  dan  menetap  di
                         jaringan limfe sehingga menyebabkan pembengkakan di kaki, tungkai, payudara,

                         lengan dan organ genital.
                                Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui roadmap Neglected Tropical
                         Diseases (NTD) 2021 menetapkan eliminasi Filariasis pada tahun 2030. Saat ini

                         di dunia terdapat 1,3 miliar penduduk yang berisiko tertular penyakit filariasis atau
                         yang dikenal juga dengan penyakit kaki gajah yang berada pada lebih dari 83

                         negara dan 60 persen kasus berada di Asia Tenggara.
                                Program  eliminasi  dilaksanakan  melalui  dua  pilar  kegiatan  yaitu:
                         pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis kepada seluruh penduduk

                         di kabupaten endemis filariasis, kedua dengan tatalaksana kasus klinis filariasis
                         guna mencegah dan mengurangi kecacatan.

                                Provinsi  Jawa  Tengah  terdapat  9  kabupaten/  Kota  endemis  filariasis
                         (Brebes,  Kota  Pekalongan,  Pekalongan,  Wonosobo,  Semarang,  Grobogan,
                         Blora, Pati, Demak). Daerah endemis filariasis melakukan kegiatan pemberian

                         obat  pencegahan  massal  (POPM)  filariasis  selama  minimal  5  tahun  berturut-
                         turut.  Tahun  2022  pelaksanaan  POPM  dilaksanakan  di  Kota  Pekalongan.
                         Adapun  8  Kabupaten  lain  sudah  melaksanakan  POPM  5  kali  berturut-turut.





                  Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023                                   122
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146