Page 42 - Profil Kesehatan 2015
P. 42
Jumlah kasus Sifilis di Jawa Tengah tahun 2015 sebanyak 1.206 kasus,
meningkat diabandingkan tahun 2014 sebanyak 907 kasus. Kelompok umur
terbanyak berturut-turut sebagai berikut : umur 25-49 tahun 63,35 persen,
kemudian umur 20-24 tahun 18,99 persen, umur 15-19 tahun 7,38 persen
umur ≥ 50 tahun 9,04 persen, umur 5-15 tahun 0,91 persen, dan kelompok
umur ≤ 4 tahun 0,33 persen. Berdasarkan jenis kelamin ternyata pada
perempuan lebih tinggi yaitu 65,09 persen dan laki-laki 34,91 persen.
Gambar 3.14
Kasus Sifilis Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015
600
400
200
0
≤ 4 tahun 5-14 15-19 20-24 25-49 ≥ 50
Laki-laki 3 0 22 90 262 44
Perempuan 1 11 67 139 502 65
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2015
10. Darah Donor Diskrining Terhadap HIV
Badan Kesehatan dunia (WHO) telah mengembangkan strategi untuk
meminimalkan penularan penyakit pada tranfusi darah. Salah satu strateginya
adalah pelaksanaan skrining terhadap semua darah donor dari penyebab
infeksi. HIV/AIDS merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui tranfusi
darah, sehingga setiap darah donor harus dilakukan skrining terhadap HIV.
Di seluruh UTD yang ada di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015,
jumlah pendonor sebanyak 689.191 orang, seluruh darah donor tersebut
dilakukan skrining terhadap HIV. Dari seluruh darah donor yang diperiksa,
0,14 persen positif HIV dengan rincian 0,16 persen dari seluruh pendonor
laki-laki, dan 0,09 persen dari seluruh pendonor perempuan.
Meskipun dinyatakan positif HIV namun hal tersebut sebenarnya
masih positif palsu karena metode yang digunakan dalam pemeriksaan darah
adalah menggunakan strategi I yaitu hanya menggunakan satu jenis reagen.
Sedangkan program yang diterapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 25

