Page 55 - Profil Kesehatan 2014
P. 55
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa cakupan K1 tertinggi dicapai
Kabupaten Banyumas dan terendah ada di Kabupaten Grobogan.
Gambar 4.3
Cakupan K4 Menurut Kabupaten/Kota
di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014
100.00 97.64 98.15 98.20 98.42
98.00 96.03 96.46 97.21
94.70 95.11 95.32 95.78 95.90
96.00 93.64 93.84 94.41 94.47 94.62 94.84
94.00 92.26 92.27 92.56 92.94 93.48 93.11
92.00 89.92 89.98 90.21 90.29 90.38 90.57 90.66
90.00 88.15 88.28 88.40
88.00 86.00 87.14
86.00
84.00
82.00
80.00
78.00
Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2014
Pada tahun 2014 ini terdapat Drop Out (DO) K1 – K4 sebesar 6,49%.
Artinya masih ada sebanyak 6,49 % ibu hamil yang tidak mendapatkan
pelayanan antenatal yang ke-4. Drop out ini dapat disebabkan karena ibu
yang kontak pertama (K1) dengan tenaga kesehatan kehamilannya sudah
berumur lebih dari 3 bulan, sehingga perlu intervensi peningkatan pendataan
ibu hamil yang lebih intensif. Batas tertinggi untuk DO K1 – K4 adalah 10%.
Apabila DO K1 – K4 lebih dari 10 % maka perlu adanya penelusuran dan
intervensi lebih lanjut.
2. Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan
persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten.
Pada kenyataan di lapangan, masih terdapat penolong persalinan yang bukan
tenaga kesehatan dan diluar fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu
secara bertahap seluruh persalinan akan ditolong oleh tenaga kesehatan
kompeten dan diarahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 49

