Page 17 - Profil Kesehatan 2014
P. 17
BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
Dalam menilai derajat kesehatan masyarakat, terdapat beberapa indikator yang
dapat digunakan. Indikator-indikator tersebut pada umumnya tercermin dalam kondisi
angka kematian, angka kesakitan dan status gizi. Pada bagian ini, derajat kesehatan
masyarakat di Provinsi Jawa Tengah digambarkan melalui Angka Kematian Bayi (AKB),
Angka Kematian balita (AKABA), Angka Kematian Ibu (AKI), angka morbiditas beberapa
penyakit dan status gizi.
Derajat kesehatan masyarakat juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor
tersebut tidak hanya berasal dari sektor kesehatan seperti pelayanan kesehatan dan
ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, melainkan juga dipengaruhi faktor
ekonomi, pendidikan, lingkungan sosial, keturunan dan faktor lainnya.
A. ANGKA KEMATIAN
1. Angka Kematian Neonatal per 1.000 Kelahiran Hidup
Angka Kematian Neonatal (AKN) merupakan jumlah kematian bayi umur
kurang dari 28 hari (0-28 hari) per 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu
tahun. AKN menggambarkan tingkat pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk
antenatal care, pertolongan persalinan, dan postnatal ibu hamil. Semakin tinggi
angka kematian neonatal, berarti semakin rendah tingkat pelayanan kesehatan
ibu dan anak.
Angka kematian neonatal di Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 7,52/1.000
kelahiran hidup. Angka kematian neonatal tertinggi di Kabupaten Grobogan
sebesar 14,00/1.000 kelahiran hidup, dan yang terendah di Kota Surakarta
sebesar 3,17/1.000 kelahiran hidup. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar 3.1.
Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 11

