Page 45 - Profil Kesehatan 2014
P. 45







24. Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, kanker,

diabetes melitus, cedera dan penyakit paru obstruktif kronik serta penyakit kronik
lainnya merupakan 63% penyebab kematian di seluruh dunia dengan membunuh

36 juta jiwa per tahun (WHO, 2010). Di Indonesia sendiri, penyakit menular
masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan

morbiditas dan mortalitas PTM semakin meningkat. Hal tersebut menjadi beban
ganda dalam pelayanan kesehatan, sekaligus tantangan yang harus dihadapi

dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia.
Peningkatan PTM berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas

bangsa. Pengobatan PTM seringkali memakan waktu lama dan memerlukan biaya
besar. Beberapa jenis PTM merupakan penyakit kronik dan/atau katastropik yang

dapat mengganggu ekonomi penderita dan keluarganya. Selain itu, salah satu
dampak PTM adalah terjadinya kecacatan termasuk kecacatan permanen. Secara

global, regional, dan nasional pada tahun 2030 diproyeksikan terjadi transisi
epidemiologi dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular

Berbagai faktor risiko PTM antara lain ialah: merokok dan keterpaparan
terhadap asap rokok, minum minuman beralkohol, diet/pola makan, gaya hidup

yang tidak sehat, kegemukan, obat-obatan, dan riwayat keluarga (keturunan).
Prinsip upaya pencegahan tetap lebih baik dari pengobatan. Upaya pencegahan

penyakit tidak menular lebih ditujukan kepada faktor risiko yang telah
diidentifikasi. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan

program pengendalian PTM sejak tahun 2001. Upaya pengendalian faktor risiko
PTM yang telah dilakukan berupa promosi Perilaku Bersih dan Sehat, deteksi dini,

serta pengendalian masalah tembakau.
Beberapa kabupaten/kota telah menerbitkan peraturan terkait Kawasan

Tanpa Rokok (KTR). Upaya pengendalian PTM tidak akan berhasil jika hanya
dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tanpa dukungan seluruh jajaran lintas
sektor, baik pemerintah, swasta, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan,

bahkan seluruh lapisan masyarakat.

Dalam rangka pengendalian PTM dilakukan surveilans epidemiologi PTM.
Ruang lingkup surveilans epidemiologi PTM mencakup pengamatan penyakit
jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker, penyakit Diabetes Melitus dan

penyakit metabolism lainnya, penyakit kronis, serta pengendalian gangguan





Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 39
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50