Page 36 - Profil Kesehatan 2014
P. 36







Cakupan kusta tidak bisa tercapai dikarenakan masih banyak penderita
yang tidak berobat teratur atau penderita yang seharusnya sudah selesai diobati

(Release From Treatment - RFT), tetapi belum dicatat sudah RFT. Rendahnya
cakupan penderita kusta RFT juga dikarenakan adanya ketentuan baru

pengobatan untuk penderita default. Penderita PB tidak minum obat lebih dari 3
bulan dalam jangka waktu 9 bulan sudah dianggap default. Ketentuan lama

penderita disebut default kalau 3 bulan berturut-turut tidak minum obat.
Penderita MB tidak minum obat lebih dari 6 bulan dalam jangka waktu 18 bulan

sudah disebut default. Ketentuan lama penderita MB berturut-turut 6 bulan tidak
berobat baru dikatakan default.

17. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit “Accute
Flaccid Paralysis” (AFP) per 100.000 Penduduk < 15 Tahun
Upaya membebaskan Indonesia dari penyakit Polio, Pemerintah telah

melaksanakan Program Eradikasi Polio (ERAPO) yang terdiri dari pemberian

imunisasi polio rutin, pemberian imunisasi masal pada anak balita melalui Pekan
Imunisasi Nasional (PIN) dan surveilans AFP. Surveilans AFP merupakan
pengamatan dan penjaringan semua kelumpuhan yeng terjadi secara mendadak

dan sifatnya flaccid (layuh), seperti sifat kelumpuhan pada poliomyelitis. Prosedur

pembuktian penderita AFP terserang virus polio liar atau tidak adalah sebagai
berikut :
a. Melakukan pelacakan terhadap anak usia <15 tahun yang mengalami

kelumpuhan mendadak (<14 hari) dan menentukan diagnosa awal.
b. Mengambil spesimen tinja penderita tidak lebih dari 14 hari sejak

kelumpuhan, sebanyak dua kali selang waktu pengambilan I dan II >24 jam.
c. Mengirim kedua specimen tinja ke laboratorium dengan pengemasan khusus

(untuk Jawa Tengah dikirim ke laboratorium Bio Farma Bandung).
d. Hasil pemeriksaan specimen tinja akan menjadi bukti virology adanya virus

polio liar didalamnya.
e. Diagnosis akhir ditentukan pada 60 hari sejak kelumpuhan. Pemeriksaan klinis

ini dilakukan oleh dokter spesialis anak atau syaraf untuk menentukan
apakah masih ada kelumpuhan atau tidak.

Hasil pemeriksaan virologis dan klinis akan menjadi bukti penegakan diagnosis
kasus AFP termasuk kasus polio atau tidak, sehingga dapat diketahui apakah

masih ada polio liar di masyarakat.





Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 30
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41