Author Archives: dinkes

Sosialisasi Teknologi Tepat Guna Dalam Pengembangan Desa Dampingan

www.dinkes.jatengprov.go.d– Dalam Rangka Pengembangan Desa Dampingan, yaitu di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, dilaksanakan Sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG).  Kegatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Provnsi Jateng dengan Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Yogyakarta.

Adapun sosialisasi TTG mengenai :
√ Pembuatan perangkap nyamuk
√ Penjernih air
√ Pembuatan pewarna makanan alami.

Adanya sosialisasi Teknologi Tepat Guna ini, khususnya kepada masyarakat desa, dharapkan menjadikan Warga semakin Maju dan Kreatif, khususnya untuk kemajuan Kesehatan. (humas dinkesprov, 12/12)

Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik dan Pelayanan Publik

www.dinkes.jatengprov.go.id–Dua hari yang lalu  (tanggal 10 Desember -11 Desember 2019) dilaksanakan Rapat Koordinasi Peningkatan Informasi Publik Tahun 2019.  Peserta Rakor terdiri dari Dinas Kesehatan Kab/Kota dan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Pertemuan ini bertujuan agar Badan Publik, khususnya Dinas Kesehatan tahu pentingnya keterbukaan informasi publik dan pelayanan publik yang baik.  Pembangunan kesehatan merupakan sektor yang penting kedua setelah pendidikan, sehingga informasi harus dibuka dan dipublikasikan ke masyarakat sebagai pertanggungjawaban kinerja dari OPD.

Sekarang semua informasi telah dibuka dan dipublikasikan, publik bisa memberikan feedbacknya  agar OPD selalu berbenah menjadi lebih baik. (humas dinkesprov jateng, 12/11)

Inovasi dan Agility, Tantangan Transformasi Struktural

www.dinkes.jatengprov.go.id–Kemampuan kelincahan menjadi kebutuhan yang tak terelakkan dalam era digitalisasi yang begitu dinamis dan cepat dalam merespon perubahan tatanan, percepatan reformasi birokrasi, struktur, regulasi yang terintegrasi, penyederhanaan alur, sampai perampingan eselonisasi. Kelincahan strategis merupakan kapasitas untuk terus menyesuaikan dan arah strategis dalam bisnis inti untuk menciptakan nilai bagi organisasi, yang didefinisikan sebagai kelincahan organisasi, hampir serupa dengan fleksibilitas, yang diartikan sebagai kemampuan untuk tetap fleksibel dalam menghadapi perkembangan baru (Weber dan Tarba 2014).

Tim manajemen, tanpa kelincahan strategis, tidak akan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Mungkin tidak bertahan dalam lanskap yang dinamis dan kompetitif. Karena itu, diperlukan kebijakan strategis dalam pengelolaan aset yang paling berharga, yakni transformasi sumber daya manusia beserta aset yang dimilikinya, baik tangible maupun in-tangible, manajemen pengetahuan, kemampuan manajemen, track-record, kedewasaan dan pengalaman, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk berkolaborasi pemerintah-pendidikan-masyarakat, lintas fungsi, lintas institusi secara tim mengawal percepatan gerbong perubahan guna terwujudnya kinerja organisasi yang berkelanjutan.

Kelincahan organisasi merupakan kemampuan organisasi untuk merespons secara cepat, bersamaan dan tepat waktu. Organisasi yang terintegrasi dengan mitra rantai pasokan, lintas sektoral, cenderung adaptif, fleksibel, responsif, dan lincah. Kelincahan merupakan kemampuan organisasi untuk memberikan nilai, kepuasan publik, sehingga dapat berkembang secara responsive, turut berperan serta dalam menghadapi era disruptive. Dalam organisasi, kemampuan agility dipertahankan melalui proses penginderaan, merespon, mengonfigurasi ulang, membingkai ulang, mengatur aset, yang berlangsung dalam tim dan individu (Teece, 2007).

Sedangkan sensing mengacu pada penginderaan peluang sebelum terjadi dan mengidentifikasi ancaman kompetitif (Helfat & Peteraf, 2015). Bentuk penginderaan dan cara merespon menjadi berubah karena teknologi menjadi peluang baru dalam mentransformasikan data menjadi informasi (George, Haas, & Pentland, 2014), dimana mengonfigurasi ulang dan mengatur aset adalah tentang menggabungkan, mengonfigurasi dan meningkatkan aset perusahaan pada berbagai tingkat organisasi (Helfat & Peteraf, 2015). Guna menekan kompleksitas dan ketidakpastian diperlukan kecepatan dan ketangkasan inovasi. Hal ini penting untuk mendorong munculnya inisiatif yang mendorong organisasi semakin lincah (Kasali R, 2018). Tidak terelakkan peran teknologi informasi dan digitalisasi memiliki peran sangat vital dalam percepatan inovasi organisasi, yang mendorong organisasi berkompetisi dan melakukan inovasi-inovasi baru. Disinilah diperlukan peran transformasi aparatur sipil yang memiliki kemampuan kelincahan dan kecepatan dalam melakukan penginderaan dan merespon terhadap perubahan. Kemampuan bertransformasi dan beradaptasi, tidak hanya bereaksi cepat terhadap perubahan, namun secara aktif menciptakan perubahan, dimana inovasi, kreativitas, dan pengambilan risiko dihargai. Proses adaptif dalam sistem sosio-ekologis yang kompleks dan peran inovasi sosial dalam adaptasi tersebut merupakan ikatan erat yang berbeda, yang dibawa oleh agen perubahan sosial melalui aktor sosial, ekonomi dan negara (Baker, S & Mehmood, A. 2015).

Untuk meningkatkan interaksi manusia-lingkungan yang berkelanjutan, diperlukan flexibilitas dan inovasi, salah satunya inovasi sosial, disini transformasi struktural dapat memainkan peran kunci dalam memicu peningkatan kinerja organisasi yang semakin berkinerja, mendorong smart society, dimana masyarakat menjadi lebih adaptif dan berdaya, menjadi bagian ekosistem pembelajaran yang efisien, dalam peningkatan pelayanan publik, kepuasan dan kemandirian masyarakat, yang berdasarkan pada hubungan kemitraan dan partisipasi, alturisme dan niat baik, yang didasarkan pada nilai persatuan untuk keadilan sosial dan kepentingan umat. Semoga. (*)

Penulis : Mufti Agung Wibowo, S.Kom, M.IT –Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unissula dan Kasi Manajemen Informasi Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. 

Dipublikasikan di Koran RadarSemarang Jawa Pos (Rabu, 11 Desember 2019 )

Peringatan HKN dan Hari AIDS Sedunia di Balkesmas Wilayah Tegal

www.dinkes.jatengprov.go.id– Kegiatan Peringatan HKN dan Hari AIDS Sedunia diselenggarakan oleh salah satu UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yaitu Balkesmas Wilayah Tegal.

Jenis kegiatannya adalah sebagai berikut :

√ Kuis diperuntukkan pelajar SMK SMA yang hadir di acara tersebut,
√ Senam peregangan ala SMILES
√ Tes HIV gratis untuk pelajar SMAN 1 dan SMKN 1 Tegal.
√ Sharing masalah HIV aids dengan penderitanya

(humas dinkesprov, 10/12)

Jateng Terbaik dalam SistemPencegahan Korupsi Tingkat Nasional

www.dinkes.jatengprov.go.id– Gubernur Jawa Tengah menerima penghargaan Pemerintah Daerah Provinsi Dengan Predikat Terbaik Capaian Aksi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Secara Nasional Tahun 2019.

Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 di Gedung Merah Putih KPK RI , Kuningan, Jakarta.  Hal ini diperoleh setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperoleh *Capaian Kinerja 93 % Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi* yang dilaporkan secara periodik dengan menggunakan tools MCP (Monitoring For Prevention) oleh KPK RI.

Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada Senin (9/12/2019).

Ganjar Pranowo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan buah kerja keras yang dilakukannya bersama instansi di lingkungan Pemprov Jateng. Meskipun menurutnya, masih banyak hal yang harus ditingkatkan.

Penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam pencegahan korupsi bukanlah yang pertama diterima Pemprov Jateng. Sebelumnya, Jateng beberapa kali mendapat penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam pencegahan korupsi oleh KPK, Kemendagri dan instansi terkait.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pencegahan korupsi harus ditekankan oleh semua pimpinan daerah dan instansi pemerintahan. Pemerintah lanjut dia, akan terus melakukan perbaikan regulasi dan tata kelola diimbangi pengawasan efektif dan melibatkan publik melalui keterbukaan informasi publik. (9/12)

Deklarasi Kabupaten Tegal Open Defecation Free (ODF)

www.dinkes.jatengprov.go.id–Hari Minggu, 8/11/19,  Kabupaten Tegal mengadakan Gebyar Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55 dan Deklarasi Kabupaten Tegal Open Defecation Free (ODF) digelar di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan Kabupaten Tegal menjadi kabupaten / kota ODF pertama di wilayah eks- Karesidenan Pekalongan.  Selain itu, Kabupaten Tegal juga menduduki urutan ketiga kabupaten/ Kota ODF di Jawa Tengah karena saat Deklarasi akses capaian jamban sehatnya tinggi.

Dalam deklarasi tersebut di hadiri seluruh stakeholder, dengan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng oleh Kabid Kesmas dr. Wahyu Setianingsih,M.Kes. Epid.   Acara juga dimeriahkan dengan tampilan dari jajaran kesehatan dan Organisasi Profesi Kesehatan. (humas dinkesprov, 8/11)

“Nek Aku Korupsi, Ora Slamet”

www.dinkes.jatengprov.go.id–Pagi ini bersama khalayak ramai dari sekitar 3000 pelajar di Jateng, ikut meramaikan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Dikarenakan Jl. Pahlawan biasanya digunakan masyarakat untuk CFD di Hari Minggu,  acara dimulai dengan jalan sehat.  Beberapa kegiatan menarik di event ini diantaranya menulis pesan anti korupsi di sticky note, Orasi anti korupsi dari siswa, penyerahan lomba sticker juara 1,2,3 kategori pelajar & juara 1 kategori umum, penyusunan 8 panel sticky note menjadi bentuk gambar tikus dicoret, Vlog gubernur dengan pelajar.

Hal paling menarik dari kegiatan ini adalah ketika Gubernur & perwakilan pelajar menempel sticker anti korupsi di mobil-mobil dinas Pemprov dengan quotes “Nek Aku Korupsi, Ora Slamet” sebuah harapan sekaligus motivasi agar Jateng semakin Gayeng.
(humas dinkesprov, 8/11)

www.dinkes.jatengprov.go.id–Balkesmas wilayah Magelang mendapat kunjungan kerja dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam rangka meningkatkan kerjasama peningkatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di wilayah kerja Kabupaten Banyumas.

Tindak Lanjut dari kegiatan ini adalah penguatan dan pendampingan Upaya Kesehatan Masyarakat di wilayah kerja Kabupaten Banyumas.  Selain pemaparan materi tentang kegiatan-kegiatan UKM yang telah dilaksanakan, Balkesmas wilayah Magelang menjamu tamu dengan makanan serba “Germas” berupa jajanan khas kota Magelang. (humas dinkesprov, 5/11)

Pelatihan Penanggulangan Bencana di Gedung Bertingkat

www.dinkesjatengprov.go.id–Terdapat 2 jenis layanan dan mutu SPM di Bidang Kesehatan.   Dua jenis layanan dan mutu SPM Bidang Kesehatan mencakup pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana atau berpotensi bencana provinsi, dan pelayanan kesehatan bagi penduduk pada kondisi kejadian luar biasa provinsi.

Guna memenuhi hal tersebut, diperlukan Pelatihan Penanggulangan Bencana. Kegiatan telah diselenggarakan pada tanggal 14-15 November 2019 yang lalu.  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan Pelatihan Penanggulangan Bencana di Gedung Bertingkat dan dilatih oleh  Instruktur dari Vertical Rescue Indonesia mulai dari pengenalan alat, pelatihan sampai simulasi bencana.

Vertical Rescue  adalah sebuah metode penyelamatan yang dilakukan pada medan vertical baik kering ataupun basah yaitu memindahkan korban ke tempat yang aman untuk mendapatkan tindakan selanjutnya. 

Ke depannya, setiap Dinas Kesehatan kabupaten dan kota akan membentuk unit rescue. Harapannya mereka bisa mengantisipasi bila terjadi bencana yang menimpa gedung perkantoran bertingkat. (humas dinkesprov, 2/12)

Fakta Dibalik Sengatan Tawon Vespa

  1. Situasi Kasus

Penyebarannya tawon ini cukup luas ditemukan di wilayah tropis dan subtropics, antara lain Hongkong, Taiwan, Sri Lanka, Taiwan, Burma, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapore, Filipina, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua). Dihimpun dari media online kasus sengatan Tawon Vespa / Tawon endas terjadi tahun 2017-2019 di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Klaten, Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen. Selama kurun waktu Januari-November 2019, di Jawa Tengah telah terjadi serangan Tawon Vespa di Klaten dan Pemalang.

Daerah yang paling parah terkena serangan Tawon Vespa adalah Klaten. Sejak 2016 Pemkab Klaten mencatat laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus. Sebanyak 10 orang tewas akibat sengatan tawon itu. Pada tahun 2019 tercatat di Klaten jumlah kasus serangan 13 dengan jumlah kematian 2 orang di Kecamatan Wonosari dan Wedi. Sementara di Pemalang, telah 9 korban meninggal sejak 2018.

Selain di Klaten dan Pemalang, Tawon Vespa juga meresahkan warga Kudus, Sukoharjo, dan Boyolali. Dalam satu tahun ini di Kudus terdapat empat kasus. Sementara di Sukoharjo sebanyak 400 sarang telah dimusnahkan dalam satu tahun ini. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir di Boyolali setiap malam ada dua atau tiga permintaan ke BPBD untuk memusnahkan sarang tawon.

  1. Ciri-ciri

Tawon endas ini memiliki nama latin Vespa affinis, yang merupakan Ordo Hymenoptera dari Phylum Arthropoda. Tawon Vespa merupakan serangga sosial dan pemangsa serangga dan/ atau Arthropoda lain. Dibanding tawon-tawon lainnya, Tawon Vespa memiliki tubuh yang sedikit lebih besar dengan panjang sekitar tiga sentimeter. Tawon jenis ini mudah dikenali lewat warna tubuhnya yang hitam dan gelang yang berwarna kuning atau oranye di perut. Dalam satu koloni (satu sarang) bisa berjumlah ratusan hingga ribuan individu tawon.

  1. Sengatan

Tawon Vespa akan menyengat untuk mempertahankan diri dari gangguan manusia atau binatang lain. Tawon ini tidak akan menyengat apabila tidak diganggu. Selain itu, Tawon Vespa mempunyai sifat teritorial (LIPI). Sengatan dan racun (venom) digunakan sepenuhnya untuk pertahanan diri ketika individu dan koloninya terganggu (diserang). Sengatan bisa mematikan binatang (vertebrata) lain yang menggu apabila jumlah sengatan cukup banyak. Biasanya satu individu yang menyengat pertama mengeluarkan veromon berbahaya untuk mengundang individu-individu lain (temannya) dalam satu koloni untuk ikut menyengat. Apabila menyengat manusia hanya satu atau dua ekor tawon, tidak akan terlalu berbahaya, korban sengatan akan mengalami alergi saja. 

  1. Gejala

Gejala alergi dari sengatan tawon ini antara lain bengkak. Namun, akan berdampak fatal apabila yang menyengat berjumlah banyak, korban bisa mengalami hiperalergi. Bila tidak ditangani dalam tenggat 1 x 24 jam, hiperalergi akan berlanjut menjadi anafilaksis (reaksi alergi berat) yang berisiko sistemik atau merusak organ tubuh. Kerusakan organ yang dapat terjadi dalam kondisi itu antara lain edema paru akut dan gagal ginjal akut dalam hitungan hari sejak korban tersengat Tawon Vespa. 

  1. Habitat dan makanan

Habitatnya di berbagai tempat seperti kawasan dan tepian hutan, tebing-tebing, bahkan permukiman warga. Tawon Vespa biasanya bersarang di pohon, tetapi ada juga  yang di semak-semak serta dipinggir atap rumah-rumah. Sarang yang di pohon tinggi umumnyaberbentuk memanjang. Di Indonesia, kebanyakan sarangnya berbentuk buah pir atau bentuk tetesan, tetapi di daerah subtropis bentuknya oval dengan bagian atas membulat. Sarang yang masih kecil berbentuk buah kelapa (kecil) dengan pintu masuk. Sarang memiliki bungkus/lapisan tebal dengan lapisan kecil melingkar yang tumpang tindih. Panjangnya bisa mencapai lebih dari 50 cm.

Pakar ilmu serangga LIPI Hari Nugroho mengatakan, tawon juga mempunyai sifat pemakan bangkai sehingga sisa-sisa daging dan fermentasi di tempat sampah pun dapat menjadi sumber makanan Tawon Vespa. 

  1. Pencegahan dan Tatalaksana

Pencegahan

    • Jangan mengganggu keberadaan Tawon Vespa.
    • Jangan memindahkan sarang Tawon Vespa yang besat tanpa keahlian khusus.

Tatalaksana

    • Apabila tersengat tawon segera kompres air dingin dan dan mencari pertolongan ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan saran dari dokter (pengobatan yang disarankan antihistamin dan/atau corticosteroid.
    • Apabila mendapatkan Tawon Vespa dalam jumlah sedikit dapat dikendalikan/ dimusnakan dengan raket nyamuk atau disemprot insektisida. Namun apabila mendapatkan koloni/rumah Tawon Vespa, maka perlu bekerja sama dengan instansi yang mempunyai Alat Pelindung Diri : Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Polisi, TNI untuk evakuasi koloni/ sarang tawon. Jika dikaitkan dengan keahlianya adalah entomolog pertanian (dinas pertanian).

(Semarang, 28 November 2019, Kepala Bidang P2P/ Tatik Murhayati, M.Kes)