Author Archives: dinkes

Tim Mobile PCR dalam Pemeriksaan Rapid Tes dan Swab di Kota Tegal

Kamis, 30/7, tim mobile PCR Balabkes & PAK Provinsi Jawa Tengah ikut peran serta dalam Pelantikan Relawan Mandiri Covid-19 di Kota Tegal.
Tim Mobile PCR Balabkes & PAK Provinsi Jawa Tengah dibantu oleh Dinas Kesehatan Kota Tegal Melakukan pemeriksaan Rapid Tes untuk relawan mandiri serta pemeriksaan Swab kepada Asn, Polri, dan masyarakat.
Yuk, semoga dengan pemeriksaan secara masif ini dapat Membantu dalam menemukan kasus covid-19 secara cepat.  Terus terapkan Protokol Kesehatan, Baik untuk diri dan Lingkungan.
(humas dinkesprov, 30/7)

Pemeriksaan Covid-19 Mobile PCR di RSUD Kelet

Jepara–Hari ini (27/07), dilakukan pemeriksaan Covid-19 dengan mobile PCR di RSUD Kelet, Kabupaten Jepara oleh tim dari BALABKES & PAK Provinsi Jawa Tengah. Mobile PCR ini nantinya akan dioperasionalkan ke Kabupaten/Kota yang membutuhkan seperti jangkauan Lab yang jauh atau wilayah dengan kasus yang tinggi.

Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik dan selamat bekerja untuk tim yang bertugas.

(humas dinkesprov, 27/7)

Kunjungan Menkes ke RSUD Brebes dan RSUD Suradadi

Brebes–Agenda hari ini (24/07), selain mengunjungi RST Bhakti Wira Tamtama, Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Terawan Agus Putranto beserta Staf Khusus dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo melakukan kunjungan ke RSUD Brebes, Kabupaten Brebes dan RSUD Suradadi, Kabupaten Tegal. Tujuannya adalah mengidentifikasi masalah kesehatan dan kondisi fasilitas kesehatan di kedua kabupaten tersebut agar masalah yang ada dapat lebih cepat diselesaikan.

(humas dinkesprov, 24/7)

Serah Terima Jogo Tonggo Kit untuk Kabupaten Batang

Batang –  17 Juli 2020, Pagi ini pelaksanaan serah terima Jogo Tonggo kit dan sosialisasi program jogo tonggo dilakukan di Aula Bupati Kabupaten Batang. Sejumlah 248 bantuan Jogo Tonggo Kit diberikan secara simbolis kepada masing masing kecamatan diseluruh Kabupaten Batang.  Bantuan Jogo Tonggo Kit terdiri dari hand sanitizer 50 liter, desinfektan 30 liter, Sprayer otomatis 1 pcs, Sepatu boots 10 pasang, sarung tangan 10 pasang, Tas yang didalamnya terdapat APD sipil 10 set, masker kain 1.000 pcs, Thermogun 1 pc, serta modul sejumlah 1 paket.

Sebagai bentuk  pelaksanaan  Ikhtiar bersama melawan Covid-19  masyarakat Kabupaten Batang  memberikan tema “Masyarakat merupakan garda terdepan melawan Covid-19”. Untuk itu dibentuklah Satgas kesehatan Jogo Tonggo yang mempunyai tugas mendorong, memastikan dan emmantau terselenggaranya protokol kesehatan dalam melawan Covid-19 dengan benar dan efektif di tingkat Kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes  dalam paparan nya menjelaskan bahwa saat ini masih belum ditemukan obat/ vaksin yang dapat menyembuhkan Covid-19. Hal yang tepat untuk dilakukan saat ini adalah mengikuti protokol kesehatan yang sedang berlaku, diantaranya menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker wajah, membuat kebiasaan untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan benar, menjaga jarak aman ketika berinteraksi dengan orang lain, meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Yulianto mengatakan jika hal hal tersebut memanglah sulit untuk dilakukan karena  menyangkut budaya dan perilaku kita selama ini. Akan tetapi kita harus berusaha agar hal hal tersebut  bisa mulai menjadi kebiasaan baru kita dalam melawan Covid-19.  Jika diliat dari rilis nasional ada kasus penambahan yang meningkat secara terus menerus. Maka setiap daerah sebaiknya memberikan informasi yang jelas kepada publik. Konsekuensi  jumlah kasus terlihat tidak akan menjadi masalah jika kota/kab melakukan penindakan Covid-19 secara massive, ujarnya. Data tidak perlu di sembunyikan, karena data perlu diungkap supaya masyarakat tetap update dan ikut berupaya menjalankan sesuai dengan protokol kesehatan.

Yulianto menjelaskan saat semua dari segala aspek ikut terdampak akibat Covid-19, sehingga muncul strategi  yang ditetapkan oleh pusat yaitu: 1. StrategiTop down dari atas ke bawah, dengan menggunakan penegakan  hukum yang  kita ketahui dengan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam hal ini masyarakat sebagai objek apabila tidak melaksanakan dengan baik maka akan diberikan sanksi. 2. Strategi Bottom Up dari bawah ke atas. Maksudnya upaya untuk penguatan dari bawah (masyarakat) dengan  memposisikan  masyarakat sebagai Subjek sebagai pelaku utama dalam usaha percepatan penanganan Covid-19.

Yulianto meminta bantuan kepada Bupati Kab. Batang untuk koordiansi dengan seluruh camat untuk mendistribusikan bantuan Jogo Tonggo Kit ke seluruh desa sesuai target yg telah dialokasikan, dan berharap nantinya bantuan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan dimaksimalkan fungsinya.

-Humas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 17/7

Pemberian Penghargaan dan Santunan bagi Ahli.Waris Tenaga Kesehatan yang Gugur dalam Penanganan Covid-19

SEMARANG (11/07/2020) – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto  pagi ini mengunjungi Kota Semarang. Salah satu agenda dalam kunjungannya kali ini di Kota Semarang adalah seremonial pemberian penghargaan dan santunan bagi tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan Covid-19 kepada masing-masing ahli waris.

Penyerahan penghargaan ini sebagai wujud dari penghargaan yang setinggi tingginya kepada ahli waris atas perjuangan pahlawan kesehatan dan perjuangan tersebut merupakan suatu hal yang dapat diteladani. Hal ini ditegaskan dalam sambutan Terawan, katanya “Ini Wujud dari betapa tingginya rasa hormat kami semua terkhusus bapak Presiden Joko Widodo terhadap para almarhum maupun almarhumah yang gugur dalam penanganan Covid-19 ini”.

Santunan diberikan kepada lima ahli waris tenaga kesehatan yang wafat yaitu (Almh.) Yuni Wuryaningsih, AMK dari Puskesmas Sayung Demak; (Alm.) Yadi Siswanto, S.Kep dari Puskesmas Bangsri I Jepara; (Alm) dr. Sovian Endy Pradjoko dari RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo; (Almh.) Siti Fatimah dari RSUD R.A. Kartini Jepara; dan (Alm.) dr. Sang Aji Widi A dari Puskesmas Karanganyar.

Kepada ahli waris tenaga kesehatan yang wafat, diberikansantunan masing-masing sebesar Rp 300.000.000,00.

Bersamaan dengan acara ini, Menteri Kesehatan menandatangani prasasti dan penanaman pohon sebagai tanda pencanangan Politeknik Kesehatan Semarang Kementerian Kesehatan sebagai Kampus Sehat.

(humas dinkesprov, 11/7)

Penyerahan Bantuan Jogo Tonggo Kit Untuk Kota Pekalongan

KOTA PEKALONGAN (10/07/2020)__Sabtu pagi, diserahkan sejumlah bantuan berupa Jogo Tonggo Kit kepada Kota Pekalongan. Acara serah terima dilakukan di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan.

Penyerahan Jogo Tonggo Kit secara simbolis dilakukan oleh Walikota Pekalongan, Saelani Machfud  kepada 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Pekalongan Utara (Kelurahan Kandang Panjang), Kecamatan Pekalongan Barat (Kelurahan Podo Sugeh), Kecamatan Pekalongan Timur (Kelurahan Sentono), dan Kecamatan Pekalongan Utara (Kelurahan Kuripan Yosorejo). Nantinya setiap kelurahan akan diberikan masing-masing 1 (satu) paket Jogo Tonggo Kit sebagai stimulan untuk menggerakkan Jogo Tonggo.

“Kami harapkan para Camat, Lurah segera menindaklanjuti hal ini, agar para ketua RW diwilayah masing-masing segera membentuk satgas Jogo Tonggo ditingkat RW dengan melibatkan organisasi lainnya”, ucap Saelani Machfud dalam sambutannya sebagai dukungan untuk melaksanakan program Jogo Tonggo ini.

Selain penyerahan bantuan, juga dilakukan sosialisasi Jogo Tonggo kepada para Lurah yang hadir pada acara tersebut.

(humas dinkesprov, 10/7)

Distribusi Jogo Tonggo Kit kepada Pemerintah Kabupaten Kudus

www.dinkes.jatengprov.go.id – Hari ini (03/07/2020) telah dilaksanakan penyerahan Bantuan Jogo Tonggo Kit di Pendopo Kabupaten Kudus, kepada 132 Kelurahan yang diwakili kepada 1 Kelurahan di Kabupaten Kudus. Jogo Tonggo Kit ini adalah sebagai stimulan dalam rangka mempersiapkan masyarakat dalam tatanan baru atau new normal agar mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam hidup bersih dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Semua ada 8562 paket kit yang sudah didistribusikan. Jogo tonggo kit seharga sekitar Rp 7.88 juta yang terdiri dari : Tas berisi masker kain 1000 pcs, Baju APD  10  set,  Thermogun  1  pcs, Modul 1 paket, kemudian Sepatu boot 10 pasang, Sarung tangan 10 pasang, spryer 1 pcs, hand sanitizer 50 L, serta desinfektan 30 L.

Selain itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes menjelaskan ada beberapa strategi dalam penanganan Covid 19 diantara nya adalah PSBB dan Pemberdayaan masyarakat. “Pemberdayaan masyarakat itu dilakukan diswadayakan oleh masyarakat itu sendiri, salah satunya dengan Jogo Tonggo ini, di tingkat RW” ujarnya. Jogo Tonggo kit ini diserahan ke semua kelurahan di Kabupaten Kudus. Tentunya secara jumlah tidak mencukupi semua kebutuhan,tetapi penyerahan Jogo Tonggo Kit diharapkan bisa menjadi stimulan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Yulianto menyatakan kasus corona di Provinsi Jateng memang tengah naik akibat penelusuran yang masif. Sehingga dengan adanya Satgas Jogo tongo selain bisa memutus mata rantai Covid 19 juga bisa untuk memantau golongan golangan yang rentan tertular seperti balita, lansia dan Ibu hamil, dapat juga untuk mendata kesehatan Ibu dan Anak, penderita gizi buruk, dan juga penderita TB. Satgas jogo Tonggo diharapkan bisa melakukan pencatatan secara maksimal, dan nantinya akan didukung dengan pemanfaataan sistem informasi untuk memantau perkembangan satgas di setiap RW.

(humas dinkesprov, 3/7)

Intip Jogo Tonggo Dalam Penanganan Covid-19 Di Jawa Tengah

SEMARANG (02/07/2020) – Selama 2 (dua) hari 1-2 Juli 2020 telah berlangsung pelatihan itensifikasi edukasi pemberdayaan jogo tonggo (intip jogo tonggo) yang dihadiri oleh 8 (delapan) Kelurahan terpilih di Kota Semarang yang notabene sebagai pilot project dan juga satgas jogo tonggo di masing – masing RW tersebut, serta pendamping Lapangan dan Enumerator Intip Jogo Tonggo.

Selama pelatihan berlangsung, dilaksanakan pre dan post test kepada para peserta, serta pembekalan materi, seperti: teori dan praktek pemberdayaan masyarakat, Jogo Tonggo, Covid-19, Perilaku Masyarakat Era New Normal, dan lainnya.

Sambutan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes yang memotivasi peserta pelatihan dengan menyampaikan rasa terima kasih karena telah berani mengambil peran dan tidak berpangku tangan dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Maju perang dengan cara mengedukasi masyarakat untuk berperilaku sehat, karena itu senjata kita. Karena belum ada vaksin, senjata kita hanya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, makan – makanan bergizi, meningkatkan daya tahan tubuh, itu merupakan senjata paling ampuh,” ujarnya.

Intip Jogo Tonggo ini dilaksanakan sebagai upaya dalam penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang dimana kasus Covid-19 masih terus meningkat dan terbanyak di Jawa Tengah. Yulianto mengatakan bahwa kasus Covid-19 semakin meningkat di Kota Semarang dikarenakan mobilitas penduduk, semakin mobile, penularan semakin tinggi, kemudian faktor kepadatan penduduk, dan perilaku menggunakan APD seperti kepatuhan masyarakat mengenakan masker.

Yulianto  juga menegaskan bahwa Kota Semarang    harapannya menjadi pioner dalam penerapan Jogo Tonggo di Jawa Tengah dan apabila telah terlaksana dengan baik dapat diadopsi oleh Kota/Kabupaten lainnya di Jawa Tengah karena Jogo Tonggo dapat dilaksanakan dalam jangka waktu yang lama. ” Kita butuh perilaku masyarakat untuk hidup sehat seterusnya, tidak hanya ketika pandemi Covid-19 saja, melainkan juga di masa depan mengingat permasalahan kesehatan semakin menantang, maka dengan Jogo Tonggo ini kita bergotong – royong untuk terus memelihara perilaku hidup sehat masyarakat,” imbuhnya.

(humas dinkesprov/ 2/7)

Pembekalan Relawan Covid 19 Provinsi Jawa Tengah

www.dinkes.jatengprov.go.id==  Rekrutmen relawan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah yang telah dilaksanakan beberapa waktu yg lalu, telah memasuki tahapan berikutnya.  Setelah melalui seleksi, sejak kemarin sampai hari ini para relawan yg terpilih ini baik ATLM, surveilance dan promosi kesehatan, diberikan pembekalan sesuai bidang dan tugas mereka sebelum ditugaskan ke masing-masing daerah penempatan.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan semua relawan siap menjalankan tugas mereka masing-masing.

(humas dinkesprov,30/6)

Kunjungan Kadinkes Prov Jateng ke Panti Lansia Turusgede dalam Penanganan Covid-19

www.dinkes.jatengprov.go.id==REMBANG – Sabtu (27/6), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes melakukan kunjungan ke Kabupaten Rembang. Agenda awal adalah berkunjung ke rumah dinas Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz, kemudian dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk membicarakan tentang situasi terkini mengenai pandemi Covid-19 di kabupaten Rembang.
Agenda selanjutnya, beliau bersama dengan pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Herru Setiadhie, SH, M.Si mengunjungi Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Turusgede. Kunjungan tersebut untukmenindaklanjuti ditemukannya penularan Covid-19 klaster panti lansia beberapa hari yang lalu. Guna mengantisipasi hal tersebut, semua warga binaan beserta pegawai sudah dilakukan tes PCR dan dipastikan yang ditinggal sekarang adalah warga binaan  yang  hasil  tesnya  negatif.   Sedangkan warga binaan yang hasil tesnya positif sudah dipindahkan dan dirawat di rumah sakit.

Mengenai kejadian tersebut, beliau menanggapi “Harapannya semoga tidak ada lagi kasus berikutnya. Kita, Provinsi Jawa Tengah menyiapkan posko kesehatan yang ada di area ini untuk melayani warga binaan di panti ini dan warga sekitar yang membutuhkan.”

Pada hari yang sama, diarea tersebut didirikan tenda yang nantinya akan dijadikan sebagai rumah sakit lapangan yang akan memberikan pelayanan kesehatan. Selain bantuan tersebut, Gugus Tugas Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan logistik kepada kabupaten Rembang, diantaranya berupa N95 (1000 buah), Faceshield (100 buah), sepatu boot (100 pasang), google (100 buah), coverall (3000 buah), masker bedah (100 box), sarung tangan non steril (500 buah) dan desinfektan 50 liter.
(humas dinkesprov, 27/6)
.