Tak Berkategori

Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan dan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)

www.dinkesjatengprov.go.id–Setiap keluarga yang mempunyai bayi dan anak usia 6-24 bulan hendaknya mempunyai pengetahuan tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).  Hal ini diharapkan agar mampu memberikan ASI ekslusif dan menyiapkan MP-ASI yang sesuai di masing-masing keluarga. Pendampingan oleh orang yang terdekat dalam hal ini termasuk kader posyandu sangat dibutuhkan.  Karenanya kader posyandu perlu dilatih agar mempunyai pengetahuan tentang ASI ekslusif dan MP-ASI serta ketrampilan pemantauan pertumbuhan dan ketrampilan memberikan konseling.

Pada tanggal 26 sd 30 Agustus 2019 Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Bapelkes Provinsi Jateng dan Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi melaksanakan Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan dan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang dibuka oleh bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.  (humas dinkesprov, 30/8)

Pembukaan Pesta Rakyat Jawa Tengah

www.dinkesjatengprov.go.id–Pembukaan Pesta Rakyat Jawa Tengah berlangsung, dimulai  hari ini 23 Agustus 2019 dibuka langsung oleh Gubernur Jateng, Bapak Ganjar Pranowo.  Serangkaian acara yaitu sambutan dari Bupati Kab Wonogiri, Sekda Jateng dan Gubernur Jateng dilanjutkan dengan penyerahan medali untuk para pemenang Asean School Games 2019, bantuan RTLH, bantuan lomba berprestasi, dan bantuan kursi roda bagi teman2 difabel.

Selain itu penampilan tari Kethek Ogleng dan pemukulan kentongan oleh siswa – siswa pramuka sangat memukau. Pak Ganjar Pranowo dan Ibu Atiqoh berkesemapatan untuk berfoto bareng bersama pemain nya. 

Buat yang belum sempat datang untuk menyaksikan, acara masih akan berlangsung sampai dengan Hari Minggu besok 25 Agustus 2019. Kenapa harus datang langsung kesini? Karena masih banyak kegiatan menarik lainnya. Pesan Gubernur adalah untuk selalu jaga kebersihan, terutama dari sampah plastik.  Tidak perlu membawa botol plastik karena disediakan air minum dengan gelas yang eco friendly untuk umum.  (humas dinkesprov jateng. 23/8)

Orientasi Optimalisasi Germas dan Pencegahan Stunting

www.dinkes.jatengprov.go.id–Ini adalah Orientasi Optimalisasi Germas dan Pencegahan Stunting Bagi Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah, dimana para pengurus Dharma Wanita se-Jawa Tengah berkumpul untuk membahas isu Germas dan Stunting pada 20/8.

Acara dibuka oleh Bapak Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. Sri Puryono Karto Soedarmo, MP dan dilanjutkan penandatanganan komitmen oleh Bapak Sekda.  Penyampaian materi tentang Peranan Dharma Wanita Persatuan dalam Program Penurunan Stunting disampaikan oleh Ibu Wien Ritola Tasmaya, Ketua Umum Dharmawanita Persatuan.

Sesi talkshow dengan 2 narasumber yaitu Dr. Rita Ramayulus, DCN, M.Kes yang menyampaikan tentang Pola Pengasuhan Gizi untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting, dan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Ir. Ignatius Hariyanta Nugraha, M.Si dengan judul Kawasan Rumah Pangan Lestari. Sesi talkshow ini dimoderatori oleh Bapak Muji Purnomo, SE, M.Si.

Sesi selanjutnya diisi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes yang menyampaikan tentang Kebijakan Daerah dalam Optimalisasi Gernas dan Pencegahan Stunting dan dimoderatori oleh Kasie Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Rita Utrajani, SKM, M.Kes.

Semoga melalui acara ini, dapat meningkatkan peran Dharma Wanita dalam Optimalisasi Germas dan Program Penurunan Stunting, karena wanita berperan penting dalam tumbuh kembang anak-anak bangsa. (humas dinkesprov jateng, 20/8)

Verifikasi ODF (Open Defecation Free) di Kabupaten Kudus

www.dinkes.jatengprov.go.id–Hari ini Seksi Kesehatan Lingkungan & Kesehatan Kerja OR melaksanakan Verifikasi ODF (Open Defecation Free) di Kabupaten Kudus.

Tim penilaian ODF terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi dan lintas program (Promosi Kesehatan), PKK Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup, Biro Kesra, Dinas Pendidikan, Dispermasdes, PU bina marga, HAKLI, dari teman – teman kabupaten sekitar yaitu Kabupaten Temanggung, Demak, Kabupaten Tegal, Jepara, dan Pati.

Sebelum  verifikasi dimulai, tim disambut oleh Plt.Bupati Kudus Bapak H. M. HARTOPO, ST, MM, MH.

Verifikasi ODF ini nantinya akan menentukan apakah Kabupaten Kudus nanti bisa mendapat predikat ODF atau belum.

(humas dinkesprov 12/8)

Launching Ruangan Laktasi Balkesmas Wilayah Klaten

www.dinkesjatengprov.go.id–Jumat, 9 Agustus 2019.  Dalam rangka memperingati pekan ASI sedunia tahun 2019, salah satu UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Balkesmas Wilayah Klaten berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat maupun pegawai perempuan khususnya para ibu menyusui.

Tepat pada tanggal, 9 Agustus 2019, ruang laktasi Balkesmas Wilayah Klaten telah resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,  dr Yulianto Prabowo,M.Kes.

Pada acara launching tersebut, beliau menyampaikan apresiasi terhadap ruang laktasi yang disediakan oleh Balkesmas Wilayah Klaten dan semoga dapat bermanfaat untuk pegawai maupun pengunjung agar tetap bisa memberikan ASI kepada bayi nya baik secara langsung maupun ASI perah.

Selain berfungsi sebagai ruang laktasi, ruang tersebut juga sebagai ruang baby care. Diruang ini nantinya dapat dilakukan konseling menyusui maupun konseling dalam merawat sang buah hati.

(humas dinkesprov, 9/8)

Penilaian Top 20 Terbaik KIPP UPT Balkesmas Magelang, dengan Inovasi “SOWAN”

www.dinkes.jatengprov.go.id–Selasa, 6 Agustus 2019, UPT Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yaitu  Balkesmas Magelang masuk dalam Top 20 terbaik Kompetisi Informasi Pelayanan Publik (KIPP).  Dan siang ini dilaksanakan penilaian untuk menuju Top 10 terbaik KIPP.

Balkesmas Magelang membuat inovasi bernama SOWAN (Supportiv, Observatif, Well being, Action Nursing).   SOWAN merupakan intervensi secara menyeluruh pada aspek biologis, psiko-sosial dan spriritual untuk membantu pasien mengurangi dampak pengobatan lama, memandirikan pasien menyelesaikan pengobatan dan tetap produktif.  Kelebihan inovasi ini adalah memodifikasi intervensi yang mengutamakan integritas layanan kuratif sekaligus preventif dan promotif, mempermudah prosedur layanan, sumber dana relatif kecil, melibatkan keluarga/masyarakat dan lintas sektor.

(humas dinkesprov jateng, 7/8)

Peningkatan Penyusunan Tata Naskah Kerjasama

www.dinkesjatengprov.go.id–Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengadakan pertemuan tentang KERJASAMA, yang dimaksudkan agar SDM dapat menyusun konsep kerjasama secara benar sesuai tata aturan yang berlaku serta meningkatkan pengetahuan tentang penyusunan tata naskah kerjasama, MOU dan perjanjian kerjasama yang benar.

Pertemuan ini dilaksanakan pada 30-31 Juli 2019 di hotel Grasia Semarang.

(humas dinkesprov jateng, 31/7)

Orientasi ASDK (Aplikasi Satu Data Kesehatan) sebagai Implementasi Integrasi Data

www.dinkesjatengprov.go.id–Selasa, 30 Juli 2019, Seksi Manajemen Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan  Orientasi SIP/SIKDA Generik  dengan tema sosialisasi dan orientasi ASDK bagi pengelola SIK di Provinsi/Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, selama 3 hari kedepan (30 Juli – 1 Agustus 2019).

Dilatarbelakangi dengan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi. Manajemen SIK terus disempurnakan mulai dari aspek atau komponen hardware, aplikasi, brainware serta mekanisme dan substansi data atau informasinya yang dikelola. Namun hingga saat ini SIK di lingkungan institusi kesehatan dirasakan masih berjalan secara terfragmentasi dan variatif tingkat perkembangan antar daerah dan antar level institusi manajemen dan pelayanan kesehatan.

Berbagai upaya telah dilakukan antara lain pengembangan SIK berbasis elektronik (web-based) secara bertahap mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sampai Kementerian Kesehatan RI.  Kabupaten/Kota di Jawa Tengah sudah mengembangkan aplikasi di Puskesmas, baik yang berbasis web maupun desktop dengan berbagai macam bahasa pemrograman dan database yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan sulitnya terjadi integrasi aplikasi.

Kementerian Kesehatan, khususnya Pusdatin terus berusaha mengkoordinasikan pengembangan aplikasi di bidang kesehatan, salah satunya adalah dengan melakukan interoperabiltas dua sistem. Dalam hal ini, terdapat program open source yang bernama Aplikasi Satu Data Kesehatan dengan (ASDK) platform District Health Information System 2 (DHIS2) yang dapat dimanfaatkan. ASDK memungkinkan untuk pengumpulan data, mengelola, dan menganalisis data. ASDK juga merupakan sistem yang dapat digunakan melakukan atau mengalirkan data dari dua sistem untuk kemudian keluar dalam satu dashboard penyajian data. Implementasi ASDK menekankan aspek integrasi sumber data baik di tingkat nasional maupun daerah. Berbagai sumber data diintegrasikan ke dalam ASDK yang menyediakan berbagai fitur untuk manajemen data, validasi, analisis, dan visualisasi data kesehatan.  Kemampuan ini menjawab kebutuhan Kemenkes untuk mewujudkan data satu pintu dan dapat diterapkan di semua Dinas Kesehatan di Indonesia.

Diharapkan output dari pertemuan ini adalah Pengelola SIK memahami Konsep Dasar Aplikasi Satu Dasar Kesehatan dan mampu mengimplementasikan ASDK dalam pengelolaan data dan informasi kesehatan.

(30/7)

Peningkatan Monitoring Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian

www.dinkes.jatengprov.go.id–Selasa, 30 Agustus 2019. Selama 3 hari kedepan Seksi Farmasi, makanan, minuman dan perbekalan kesehatan (Farmamin perbekes) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,  mengadakan pertemuan “Peningkatan Kemampuan SDM dalam Melakukan Monitoring Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian.”

Pada kegiatan tersebut, Kadinkes Prov Jateng, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes memaparkan materi tentang Evaluasi Pembinaan dan Pengawasan Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian di Jawa Tengah.

Acara ini terselenggara agar Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, tidak hanya paham tapi sampai pada taraf mampu memonitor bahkan evaluasi hal2 yg berkaitan dengan produksi kefarmasian.

(30/7)

Koordinasi Teknis Dalam Rangka Menjangkau Seluruh Sasaran Imunisasi Provinsi Jawa Tengah

www.dinkesjatengprov.go.idAcara pertemuan koordinasi teknis dalam rangka menjangkau seluruh sasaran imunisasi di Jawa Tengah telah dilaksanakan selama tiga hari, pada hari Rabu, 24 Juli s/d Jum’at, 26 Juli di Hotel MG Setos, Jl. Inspeksi Gajah Mada Kota Semarang. Acara yang diselenggarakan oleh Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dihadiri oleh 118 peserta yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, Balkesmas Wilayah Provinsi, dan perwakilan dari Kemenag.

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M. Kes menyampaikan dalam rangka pencapaian target nasional dan global seperti yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs), cakupan imunisasi rutin terhadap bayi merupakan salah satu komponen yang penting. Melalui strategi ini upaya imunisasi harus dicapai dengan sebaik-baiknya sehingga setiap bayi, anak baduta, anak sekolah, wanita usia subur, dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Sampai saat ini, berdasarkan laporan rutin yang disampaikan dari 35 Kab/ Kota, persentase Universal Child Immunization (UCI) desa/ kelurahan tahun 2018 mencapai 99,95%, sehingga masih ada 6 desa yang belum mencapai UCI yaitu Karanganyar (3 desa), Temanggung (1 desa), dan Purworejo (2 desa). Penyebab utama UCI desa tidak tercapai dikarenakan adanya penolakan imunisasi di masyarakat terutama faktor keyakinan/ kepercayaan. Kondisi ini terjadi karena mobilitas penduduk yang cukup tinggi, pemahaman masyarakat yang rendah mengenai manfaat imunisasi, serta adanya penolakan karena faktor keyakinan. Banyaknya kelompok masyarakat yang menolak pada akhir-akhir ini mengalami pergeseran yang tadinya dari imunisasi rutin pada bayi ke imunisasi lenjutan pada anak sekolah. Hal ini sering terjadi pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilakukan pada bulan Agustus dan November.

Pada pelaksanaan BIAS dilaporkan masih ada sekolah yang anaknya tidak diperbolehkan imunisasi oleh orang tuanya. Hal itu menyebabkan turunnya cakupan imunisasi pada pelaksanaan BIAS. Oleh karena itu, perlu dilakukan koordinasi teknis dalam rangka menjangkau seluruh sasaran imunisasi baik untuk bayi, baduta, dan anak sekolah.

Dalam pertemuan koordinasi ini para peserta juga memperoleh update informasi tentang imunisasi. Narasumber dalam pertemuan koordinasi teknis ini antara lain dari KOMDA KIPI Jawa Tengah yang menyampaikan tatalaksana KIPI; Kepala Seksi Imunisasi Dasar Subdit Imunisasi Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan yang menyampaikan tentang kebijakan program imunisasi di Indonesia; Kepala Sub-Bagian Program yang menyampaikan tentang penyusunan anggaran DAK; PT. Biofarma (Persero) yang menyampaikan tentang Cold Chain System; serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan tentang evaluasi pelaksanaan program Imunisasi di Provinsi Jawa Tengah, serta perencanaan kebutuhan vaksin di bulan imunisasi mendatang.

Diharapkan dalam pertemuan ini, para peserta dapat menyamakan persepsi dalam menghadapi permasalahan yang ada di dalam program Imunisasi, berkolaborasi dalam mencari alternatif pemecahan masalah, serta menyusun kegiatan yang nyata dalam upaya meningkatkan cakupan dan mutu imunisasi.