Tak Berkategori

Deklarasi Kabupaten Tegal Open Defecation Free (ODF)

www.dinkes.jatengprov.go.id–Hari Minggu, 8/11/19,  Kabupaten Tegal mengadakan Gebyar Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55 dan Deklarasi Kabupaten Tegal Open Defecation Free (ODF) digelar di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan Kabupaten Tegal menjadi kabupaten / kota ODF pertama di wilayah eks- Karesidenan Pekalongan.  Selain itu, Kabupaten Tegal juga menduduki urutan ketiga kabupaten/ Kota ODF di Jawa Tengah karena saat Deklarasi akses capaian jamban sehatnya tinggi.

Dalam deklarasi tersebut di hadiri seluruh stakeholder, dengan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng oleh Kabid Kesmas dr. Wahyu Setianingsih,M.Kes. Epid.   Acara juga dimeriahkan dengan tampilan dari jajaran kesehatan dan Organisasi Profesi Kesehatan. (humas dinkesprov, 8/11)

“Nek Aku Korupsi, Ora Slamet”

www.dinkes.jatengprov.go.id–Pagi ini bersama khalayak ramai dari sekitar 3000 pelajar di Jateng, ikut meramaikan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Dikarenakan Jl. Pahlawan biasanya digunakan masyarakat untuk CFD di Hari Minggu,  acara dimulai dengan jalan sehat.  Beberapa kegiatan menarik di event ini diantaranya menulis pesan anti korupsi di sticky note, Orasi anti korupsi dari siswa, penyerahan lomba sticker juara 1,2,3 kategori pelajar & juara 1 kategori umum, penyusunan 8 panel sticky note menjadi bentuk gambar tikus dicoret, Vlog gubernur dengan pelajar.

Hal paling menarik dari kegiatan ini adalah ketika Gubernur & perwakilan pelajar menempel sticker anti korupsi di mobil-mobil dinas Pemprov dengan quotes “Nek Aku Korupsi, Ora Slamet” sebuah harapan sekaligus motivasi agar Jateng semakin Gayeng.
(humas dinkesprov, 8/11)

www.dinkes.jatengprov.go.id–Balkesmas wilayah Magelang mendapat kunjungan kerja dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam rangka meningkatkan kerjasama peningkatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di wilayah kerja Kabupaten Banyumas.

Tindak Lanjut dari kegiatan ini adalah penguatan dan pendampingan Upaya Kesehatan Masyarakat di wilayah kerja Kabupaten Banyumas.  Selain pemaparan materi tentang kegiatan-kegiatan UKM yang telah dilaksanakan, Balkesmas wilayah Magelang menjamu tamu dengan makanan serba “Germas” berupa jajanan khas kota Magelang. (humas dinkesprov, 5/11)

Pelatihan Penanggulangan Bencana di Gedung Bertingkat

www.dinkesjatengprov.go.id–Terdapat 2 jenis layanan dan mutu SPM di Bidang Kesehatan.   Dua jenis layanan dan mutu SPM Bidang Kesehatan mencakup pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana atau berpotensi bencana provinsi, dan pelayanan kesehatan bagi penduduk pada kondisi kejadian luar biasa provinsi.

Guna memenuhi hal tersebut, diperlukan Pelatihan Penanggulangan Bencana. Kegiatan telah diselenggarakan pada tanggal 14-15 November 2019 yang lalu.  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan Pelatihan Penanggulangan Bencana di Gedung Bertingkat dan dilatih oleh  Instruktur dari Vertical Rescue Indonesia mulai dari pengenalan alat, pelatihan sampai simulasi bencana.

Vertical Rescue  adalah sebuah metode penyelamatan yang dilakukan pada medan vertical baik kering ataupun basah yaitu memindahkan korban ke tempat yang aman untuk mendapatkan tindakan selanjutnya. 

Ke depannya, setiap Dinas Kesehatan kabupaten dan kota akan membentuk unit rescue. Harapannya mereka bisa mengantisipasi bila terjadi bencana yang menimpa gedung perkantoran bertingkat. (humas dinkesprov, 2/12)

Fakta Dibalik Sengatan Tawon Vespa

  1. Situasi Kasus

Penyebarannya tawon ini cukup luas ditemukan di wilayah tropis dan subtropics, antara lain Hongkong, Taiwan, Sri Lanka, Taiwan, Burma, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapore, Filipina, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua). Dihimpun dari media online kasus sengatan Tawon Vespa / Tawon endas terjadi tahun 2017-2019 di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Klaten, Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen. Selama kurun waktu Januari-November 2019, di Jawa Tengah telah terjadi serangan Tawon Vespa di Klaten dan Pemalang.

Daerah yang paling parah terkena serangan Tawon Vespa adalah Klaten. Sejak 2016 Pemkab Klaten mencatat laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus. Sebanyak 10 orang tewas akibat sengatan tawon itu. Pada tahun 2019 tercatat di Klaten jumlah kasus serangan 13 dengan jumlah kematian 2 orang di Kecamatan Wonosari dan Wedi. Sementara di Pemalang, telah 9 korban meninggal sejak 2018.

Selain di Klaten dan Pemalang, Tawon Vespa juga meresahkan warga Kudus, Sukoharjo, dan Boyolali. Dalam satu tahun ini di Kudus terdapat empat kasus. Sementara di Sukoharjo sebanyak 400 sarang telah dimusnahkan dalam satu tahun ini. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir di Boyolali setiap malam ada dua atau tiga permintaan ke BPBD untuk memusnahkan sarang tawon.

  1. Ciri-ciri

Tawon endas ini memiliki nama latin Vespa affinis, yang merupakan Ordo Hymenoptera dari Phylum Arthropoda. Tawon Vespa merupakan serangga sosial dan pemangsa serangga dan/ atau Arthropoda lain. Dibanding tawon-tawon lainnya, Tawon Vespa memiliki tubuh yang sedikit lebih besar dengan panjang sekitar tiga sentimeter. Tawon jenis ini mudah dikenali lewat warna tubuhnya yang hitam dan gelang yang berwarna kuning atau oranye di perut. Dalam satu koloni (satu sarang) bisa berjumlah ratusan hingga ribuan individu tawon.

  1. Sengatan

Tawon Vespa akan menyengat untuk mempertahankan diri dari gangguan manusia atau binatang lain. Tawon ini tidak akan menyengat apabila tidak diganggu. Selain itu, Tawon Vespa mempunyai sifat teritorial (LIPI). Sengatan dan racun (venom) digunakan sepenuhnya untuk pertahanan diri ketika individu dan koloninya terganggu (diserang). Sengatan bisa mematikan binatang (vertebrata) lain yang menggu apabila jumlah sengatan cukup banyak. Biasanya satu individu yang menyengat pertama mengeluarkan veromon berbahaya untuk mengundang individu-individu lain (temannya) dalam satu koloni untuk ikut menyengat. Apabila menyengat manusia hanya satu atau dua ekor tawon, tidak akan terlalu berbahaya, korban sengatan akan mengalami alergi saja. 

  1. Gejala

Gejala alergi dari sengatan tawon ini antara lain bengkak. Namun, akan berdampak fatal apabila yang menyengat berjumlah banyak, korban bisa mengalami hiperalergi. Bila tidak ditangani dalam tenggat 1 x 24 jam, hiperalergi akan berlanjut menjadi anafilaksis (reaksi alergi berat) yang berisiko sistemik atau merusak organ tubuh. Kerusakan organ yang dapat terjadi dalam kondisi itu antara lain edema paru akut dan gagal ginjal akut dalam hitungan hari sejak korban tersengat Tawon Vespa. 

  1. Habitat dan makanan

Habitatnya di berbagai tempat seperti kawasan dan tepian hutan, tebing-tebing, bahkan permukiman warga. Tawon Vespa biasanya bersarang di pohon, tetapi ada juga  yang di semak-semak serta dipinggir atap rumah-rumah. Sarang yang di pohon tinggi umumnyaberbentuk memanjang. Di Indonesia, kebanyakan sarangnya berbentuk buah pir atau bentuk tetesan, tetapi di daerah subtropis bentuknya oval dengan bagian atas membulat. Sarang yang masih kecil berbentuk buah kelapa (kecil) dengan pintu masuk. Sarang memiliki bungkus/lapisan tebal dengan lapisan kecil melingkar yang tumpang tindih. Panjangnya bisa mencapai lebih dari 50 cm.

Pakar ilmu serangga LIPI Hari Nugroho mengatakan, tawon juga mempunyai sifat pemakan bangkai sehingga sisa-sisa daging dan fermentasi di tempat sampah pun dapat menjadi sumber makanan Tawon Vespa. 

  1. Pencegahan dan Tatalaksana

Pencegahan

    • Jangan mengganggu keberadaan Tawon Vespa.
    • Jangan memindahkan sarang Tawon Vespa yang besat tanpa keahlian khusus.

Tatalaksana

    • Apabila tersengat tawon segera kompres air dingin dan dan mencari pertolongan ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan saran dari dokter (pengobatan yang disarankan antihistamin dan/atau corticosteroid.
    • Apabila mendapatkan Tawon Vespa dalam jumlah sedikit dapat dikendalikan/ dimusnakan dengan raket nyamuk atau disemprot insektisida. Namun apabila mendapatkan koloni/rumah Tawon Vespa, maka perlu bekerja sama dengan instansi yang mempunyai Alat Pelindung Diri : Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Polisi, TNI untuk evakuasi koloni/ sarang tawon. Jika dikaitkan dengan keahlianya adalah entomolog pertanian (dinas pertanian).

(Semarang, 28 November 2019, Kepala Bidang P2P/ Tatik Murhayati, M.Kes)

Pendampingan Penyusunan Rencana Kontingensi Bidang Kesehatan

www.dinkesjatengprov.go.id– Sampai 3 hari kedepan, diselenggarakan Pertemuan Pendampingan Penyusunan Rencana Kontingensi Bidang Kesehatan.

Bertempat di Klaten, sejak tanggal 26-28 November 2019, acara kesiapsiagaan ini, disiapkan bila terjadi bencana di suatu wilayah. Persiapan dari sektor bidang kesehatan dan non-kesehatan dalam menghadapi bencana, termasuk dukungan logistik dan SDM.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Dinas Sosial, PMI, RSUD, Puskesmas wilayah bencana, dan TNI/ Polri. Acara ini diselenggarakan oleh Seksi Surveilans dan Imunisasi sub bencana Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Dalam sela sela acara juga telah dilaksanakan skenario gladi bersih saat terjadi bencana di suatu wilayah. (humas dinkesprov, 26/11)

Sinergi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Brebes

www.dinkesjatengprov.go.id–Pagi ini, Selasa, 26 November 2019, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah turut hadir dalam Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Brebes. Rakor tersebut langsung digawangi oleh Wakil Gubernur Jateng.  Penanggulangan kemiskinan dilaksanakan pada 14 kabupaten terbawah dimana Brebes menjadi salah satunya.  Rakor ini bertujuan supaya terdapat sinergi dalam Penanggulangan Kemiskinan, dimana melibatkan OPD Provinsi Jawa Tengah, seperti Dinkes, Dinsos, Disbud, dan lainnya.

Wagub Jateng mengatakan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Brebes masih 32%, saat ini belum menjadikan efek, tetapi 15 tahun mendatang akan menjadikan beban, karena tidak bisa apa-apa.  Selain itu sebanyak 12.500 bayi di Kabupaten Brebes stunting. Harapan saya untuk Dinkes, bahwa Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) perlu ditingkatkan lagi, dan kedepannya Jateng dapat menjadi pioner dalam program pemberian tablet tambah darah bagi remaja untuk mencegah stunting.

Semoga masalah kemiskinan di Jawa Tengah segera teratasi dan masyarakat Jawa Tengah Semakin Gayeng. (humas dinkesprov, 26/11)

Pesan Gubernur : Alokasi Anggaran 2020 Digunakan dengan Efektif dan Akuntabel

www.dinkesjatengprov.go.id–Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat alokasi APBN sebesar Rp 111,05 triliun pada tahun anggaran 2020. Dari jumlah tersebut DIPA Jateng naik 8,45 persen dari tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan Alokasi DIPA awal tahun 2019, terdapat kenaikan sebesar 8,45% namun masih dibawah alokasi DIPA terakhir, karena di tahun 2019 terdapat penambahan alokasi sebesar 4,89 Triliun.

Belanja negara yang produktif akan diarahkan untuk mendorong peningkatan kualias Sumber Daya Manusia (SDM); penguatan program perlindungan social; akselerasi pembangunan infrastruktur, birokrasi yang efisien, melayani dan bebas korupsi; serta antisipasi ketidakpastian. “Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2020 diarahkan untuk perbaikan kualitas layanan dasar publik, akselerasi daya saing dan mendorong belanja produktif,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap alokasi anggaran tahun 2020 dapat digunakan dengan efektif dan akuntabel untuk peningkatan pembangunan serta pemerataan pembangunan di seluruh pelosok wilayah.

Jalan Sehat dalam Rangka HUT KORPRI Ke-48

www.dinkesjatengprov.go.id–Minggu, 24 November 2019, dalam rangka rangkaian HUT KOPRI ke-48 tahun 2019, KORPRI mengadakan kegiatan jalan sehat.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebagai koordinator bidang kesehatan, ikut berpartisipasi dengan membuka stand cek kesehatan untuk peserta jalan sehat.

Peringatan HKN Ke-55 Balkesmas Wilayah Pati

www.dinkesjatengprov.go.id–Berikut serangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55 tahun 2019 pada 22 November 2019.  Melalui kolaborasi Balkesmas Wilayah Pati dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, dengan rangkaian kegiatan berikut:

  • Pengukuran kebugaran jasmani.
  • Acara puncak /acara resepsi HKN
  • Sambutan laporan penyelenggaraan
  • Penyerahan bibit tanaman lombok dan terong dari Disnakertrans Prov Jateng.
  • Penyerahan olahan makan sehat dr buah dan sayur didampingi oleh Forkompinda Kabupaten Jepara
  • Pemberian souvenir berupa bibit tanaman kepada semua peserta yg hadir

Adapun pesan dari acara ini adalah sehat itu dimulai dari diri kita sendiri. Itu semua adalah upaya untuk mencapai Generasi Sehat Indonesia Unggul.(humas dinkesprov, 22/11)