Tak Berkategori

Bantuan Ventilator untuk Rumah Sakit Jateng

www.dinkes.jatengprov.go.id==Pagi ini (27/5/20), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan alat kesehatan (alkes) kepada Sejumlah Rumah Sakit di Jawa Tengah bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Semarang. Adapun bantuan dari Gugus Tugas adalah berupa ventilator sejumlah 26 buah kepada 15 Rumah Sakit dengan jumlah berbeda untuk masing-masing Rumah Sakit sesuai dengan analisa kebutuhan dan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo, M.Kes.

Rumah Sakit yang mendapat bantuan antara lain, RSUD dr Margono Soekarjo, RSUD dr Moewardi, RSUD TuguRejo, RSJD Surararta, RSJ Amino Gondohutomo, RSUD Setjonegoro Wonosobo, RSUD Muntilan Magelang, RSUD Kabupaten Tegal, RSUD RA Kartini Jepara, RSUD Temanggung, RST dr Soedjono Kota Magelang, RST Bhakti Wira Tamtama Kota Semarang, RS Bayangkara Kota Semarang, RSUP Soeradji Klaten dan RSUD K.R.M.T Wongsonegoro.

Dalam sambutannya, Yulianto Prabowo mengatakan dalam situasi masyarakat yang sedang menuju era new normal ini diperlukan kontrol lebih pada ketersediaan rawat inap, logistik dan case finding atau pencarian kasus untuk menekan persebaran agar kurvanya cenderung datar atau turun. Selain itu, yang terpenting adalah menggerakkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. Dalam upaya tersebut, Jawa Tengah mencoba menggunakan program Jogo Tonggo. Jogo Tonggo adalah social engineering pemberdayaan masyarakat mulai dari komunitas yang paling kecil yaitu RT dan RW. Pemberdayaan masyarakat dari level terbawah bertujuan untuk jangka panjang agar perilaku hidup sehat tidak hanya untuk memerangi pandemi COVID-19 saja, tetapi juga menghadapi masalah kesehatan masyarakat yang lainnya. Terakhir, Beliau berharap agar bantuan ventilator tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan protokol di masing-masing Rumah Sakit sehingga diharapkan angka kematian akan semakin menurun. (humas dinkesprov, 27/5).

Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI)

www.dinkes.jatengprov.go.id– Hari ini dilaksanakan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Jawa Tengah. Jumlah PMI adalah 57 orang yang berasal dari beberapa Kota dan Kab di Jateng.
Sesuai protokol kesehatan sobat PMI ini nantinya akan di karantina di BPSDMD Jateng .  (humas dinkesprov, 18/5)

Stop Diskriminasi Pasien Covid19

www.dinkes.jatengprov.go.id==Covid-19 tidak hanya menjadi sebuah persoalan kesehatan semata. Karena begitu masif penyebarannya, hal itu telah menimbulkan persoalan lain pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti persoalan ekonomi, politik, pertahanan, keamanan, sosial dan bahkan budaya.

Diskriminasi Pada Pasien Covid-19 berdampak pada kesehatan mental, tidak hanya bagi pasien tapi juga untuk orang disekitar pasien.

Mereka :
√ Merasa dikucilkan
√ Merasa terbuang
√ Merasa mengganggu kedamaian/kenyamanan sekitar

Hal tersebut justru akan semakin membuat pasien TERTEKAN dan secara tidak langsung Mengurangi KEBAHAGIAAN & menurunnya imun. Dan seharusnya Pasien Terus Berproses sembuh, dengan MENDUKUNGnya.

Tidak ada yang mau tertular/sakit…
Mari dukung Pemulihan Pasien #COVID19 dan apabila sudah sembuh, TERIMA KEMBALI MEREKA karena MEREKA Bagian dari K.I.T.A (22/4 humas dinkesprov)

www.dinkes.jatengprov==Minggu, 22 Maret 2020 telah dilaksanakan Rapat Penyusunan Rencana Operasional Penanggulangan Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai situasi Covid-19 di Jawa Tengah sampai saat ini, membuat gugus tugas khusus untuk Covid-19, serta menyusun skenario pencegahan, dimana skenario yang dipakai adalah skenario progresif untuk percepatan pencegahan dan penanggulangan.

(humas dinkesprov, 22/3)

Gubernur Tinjau Posko Terpadu Pencegahan & Penanganan Pandemi COVID-19

www.dinkes.jatengprov.go.id==Siang ini (Tanggal 16 Maret 2020), Bapak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Posko Terpadu Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 yang berada di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kunjungan dilakukan dalam rangka pengecekan kesiapan posko dan memberikan arahan untuk berkoordinasi dengan OPD terkait dalam rangka pencegahan dan penanganan pandemi.

Posko terpadu sudah aktif mulai hari minggu kemarin dan melayani 24jam melalui hotline yang sudah dibagikan pada post sebelumnya. Kemudian juga bekerjasama dengan Diskominfo Jateng sedang mempersiapkan website pemantauan khusus COVID-19.

Diharapkan masyarakat ikut mengawasi lingkungan masing-masing dan melaporkan apabila mengalami gejala. (humas dinkesprov, 16/3)

Press Conference Situasi Terkini Pandemi COVID-19 di Jawa Tengah

www. dinkes.jatengprov.go.id==Sore ini (12/03/20) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan press conference mengenai situasi terkini pademi COVID-19 di Jawa Tengah. Press conference dipimpin oleh Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes didampingi oleh Direktur RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG dan dokter spesialis paru di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. dr. Harsini Sp.P (K).

Disampaikan bahwa sampai dengan saat ini, sudah ada 39 pasien dalam pemantauan yang telah dirawat di Jawa Tengah. Dari 39 pasien tersebut, 35 pasien telah dinyatakan negatif dan telah dipulangkan. Sedangkan 2 diantaranya meninggal dunia, tetapi oleh sebab lain bukan karena COVID-19. Kemudian 2 lainnya sedang dalam pemantauan, satu di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan satunya lagi di RSUD Dr. moewardi Surakarta. Keduanya sedang menunggu untuk hasil laboratorium. Demikian informasi yang dapat diberikan per tanggal 12 Maret 2020 dan akan terus diinformasikan melalui press conference apabila terdapat penambahan informasi.

(humas dinkesprov, 12/3)

Pembekalan Terintegrasi PPIH Kloter, Pembimbing Ibadah Haji dan Nakes Haji Kloter SOC (Kemenkes)

www.dinkes.jatengprov.go.id===Pembukaan Pembekalan Terintegrasi PPIH Kloter dan Pembimbing Ibadah Haji (Kemenag) dan Tenaga Kesehatan Haji kloter SOC (Kemenkes) di laksanakan di Embarkasi Donohudan Kabupaten Boyolali pada tanggal 11 Maret 2020 yang nantinya akan terlaksana sampai dengan tanggal 20 Maret 2020. Kegiatan di buka oleh Kakanwil Kemenag Jawa Tengah.

Acara yang menyediakan trainer atau fasilitator ini diikuti calon TKHI 283 orang, serta peserta Kemenag yang berjumlah lebih dari 100 org pembekalan ini diberikan training sesuai jadwal pembekalan masing-masing.

(humas dinkesprov, 11/3)

Rakor Bahas Mekanisme Koordinasi Penanganan COVID-19

www.dinkes.jatengprov.go.id==Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebagai koordinator bidang kesehatan di Jawa Tengah tak henti-hentinya memberikan arahan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menanggapi pademi corona atau COVID-19 di Jawa Tengah.

Salah satunya adalah hari ini (11 Maret 2020), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengadakan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan COVID-19 bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), TNI ( Kesehatan Daerah Militer Jawa Tengah dan RST), POLRI ( Bidokes Jawa Tengah dan RS Bayangkara), Dinas Kesehatan Kab/Kota, UPT Dinkes Prov Jateng, BBKPM Jawa Tengah, RSUP di wilayah Jateng, RSUD di wilayah Jateng, dan beberapa rumah sakit pilihan.

Dalam acara tersebut membahas tentang mekanisme koordinasi penanganan COVID-19. (humas dinkesprov, 11/3)

Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan, RSUD dan RSJD Provinsi Jawa Tengah

www.dinkes.jatengprov.go.id==Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) tahun 2021 urusan kesehatan, maka pagi tadi, Jumat 6 Maret 2020 dilaksanakan Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan, RSUD dan RSJD Provinsi Jawa Tengah bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini mempertemukan Perangkat Daerah lintas sektor dengan tujuan untuk mendapatkan masukan, usulan dan aspirasi Program/Kegiatan sektor kesehatan. Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara.

(humas dinkesprov, 6/3)

Balkesmas Tegal Diminta Makin Efektif Layani Kesehatan Masyarakat

www.dinkes.jatengprov.go.id==Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau gedung Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Tegal, di Jalan Sutomo No 8 Kota Tegal, Kamis (5/3/2020).

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo,  Gubernur memasuki setiap ruang pelayanan dan gudang logistik yang ada di Gedung Balkesmas yang baru berdiri itu.

Yulianto menerangkan, Balkesmas Tegal menjadi yang kelima ada di Provinsi Jawa Tengah. Selama ini, Balkesmas baru dibangun di Pati, Semarang, Solo dan Magelang.

Kehadiran Balkesmas Tegal, menurut Yulianto, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi distribusi farmasi dan alat kesehatan untuk wilayah Pekalongan, Batang, Tegal, Brebes dan sekitarnya. Selain itu, juga sebagai media promosi kesehatan masyarakat.

“Satu wilayah yang belum memiliki balkesmas adalah Tegal. Sehingga selama ini untuk distribusi farmasi dan alat kesehatan lain di wilayah harus mengambil ke Semarang,” kata Yulianto.

Yulianto menambahkan, pembangunan kesehatan di Jawa Tengah telah sesuai konsepnya dengan Undang Undang Kesehatan, yakni  pembangunan UKM dan UKP per keresidenan di mana setiap keresidenan dibangun Balai Kesehatan Masyarakat.

Gubernur ingin agar nantinya Balai Kesehatan Masyarakat ini tidak semata mata hanya berdiri sebagai gedung, tetapi dikelola sebaik-baiknya untuk mendatangkan manfaat dalam pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Gubernur juga mengusulkan agar nantinya fasilitas Laboratorium gedung Balkesmas lebih ditingkatkan. Harapannya agar lab di setiap Balkesmas dapat lebih menjawab pertanyaan dan keluhan masyarakat, seperti yang berkaitan dengan isu virus SARS-CoV-2 yang tengah mewabah saat ini.

“Saya tidak tahu seberapa rumit dan susahnya untuk mengambil cek atau sample sehingga harus dibawa ke Jakarta. Kira-kira jika kita bisa buat sendiri, apa saja dan berapa biaya yang dibutuhkan sehingga kita tidak harus ke sana (Jakarta)?” tanya Gubernur Ganjar Pranowo selama peninjauan gedung.

Dalam tinjauannya, Gubernur juga meminta masyarakat tidak panik pada virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Masker pun hanya wajib dipakai oleh mereka yang sedang sakit flu, batuk dan demam. Namun pemerintah tengah mengusahakan agar ketersediaan masker di pasaran tercukupi.

Pemprov Jawa Tengah juga telah menggandeng kepolisian untuk menindak oknum-oknum yang berbuat curang dengan menimbun masker dan menjual dengan harga di atas standar.

(humas dinkesprov, 5/3)