Serah Terima Jogo Tonggo Kit untuk Kabupaten Batang

Batang –  17 Juli 2020, Pagi ini pelaksanaan serah terima Jogo Tonggo kit dan sosialisasi program jogo tonggo dilakukan di Aula Bupati Kabupaten Batang. Sejumlah 248 bantuan Jogo Tonggo Kit diberikan secara simbolis kepada masing masing kecamatan diseluruh Kabupaten Batang.  Bantuan Jogo Tonggo Kit terdiri dari hand sanitizer 50 liter, desinfektan 30 liter, Sprayer otomatis 1 pcs, Sepatu boots 10 pasang, sarung tangan 10 pasang, Tas yang didalamnya terdapat APD sipil 10 set, masker kain 1.000 pcs, Thermogun 1 pc, serta modul sejumlah 1 paket.

Sebagai bentuk  pelaksanaan  Ikhtiar bersama melawan Covid-19  masyarakat Kabupaten Batang  memberikan tema “Masyarakat merupakan garda terdepan melawan Covid-19”. Untuk itu dibentuklah Satgas kesehatan Jogo Tonggo yang mempunyai tugas mendorong, memastikan dan emmantau terselenggaranya protokol kesehatan dalam melawan Covid-19 dengan benar dan efektif di tingkat Kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, M.Kes  dalam paparan nya menjelaskan bahwa saat ini masih belum ditemukan obat/ vaksin yang dapat menyembuhkan Covid-19. Hal yang tepat untuk dilakukan saat ini adalah mengikuti protokol kesehatan yang sedang berlaku, diantaranya menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker wajah, membuat kebiasaan untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan benar, menjaga jarak aman ketika berinteraksi dengan orang lain, meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Yulianto mengatakan jika hal hal tersebut memanglah sulit untuk dilakukan karena  menyangkut budaya dan perilaku kita selama ini. Akan tetapi kita harus berusaha agar hal hal tersebut  bisa mulai menjadi kebiasaan baru kita dalam melawan Covid-19.  Jika diliat dari rilis nasional ada kasus penambahan yang meningkat secara terus menerus. Maka setiap daerah sebaiknya memberikan informasi yang jelas kepada publik. Konsekuensi  jumlah kasus terlihat tidak akan menjadi masalah jika kota/kab melakukan penindakan Covid-19 secara massive, ujarnya. Data tidak perlu di sembunyikan, karena data perlu diungkap supaya masyarakat tetap update dan ikut berupaya menjalankan sesuai dengan protokol kesehatan.

Yulianto menjelaskan saat semua dari segala aspek ikut terdampak akibat Covid-19, sehingga muncul strategi  yang ditetapkan oleh pusat yaitu: 1. StrategiTop down dari atas ke bawah, dengan menggunakan penegakan  hukum yang  kita ketahui dengan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam hal ini masyarakat sebagai objek apabila tidak melaksanakan dengan baik maka akan diberikan sanksi. 2. Strategi Bottom Up dari bawah ke atas. Maksudnya upaya untuk penguatan dari bawah (masyarakat) dengan  memposisikan  masyarakat sebagai Subjek sebagai pelaku utama dalam usaha percepatan penanganan Covid-19.

Yulianto meminta bantuan kepada Bupati Kab. Batang untuk koordiansi dengan seluruh camat untuk mendistribusikan bantuan Jogo Tonggo Kit ke seluruh desa sesuai target yg telah dialokasikan, dan berharap nantinya bantuan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan dimaksimalkan fungsinya.

-Humas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 17/7

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.