Intip Jogo Tonggo Dalam Penanganan Covid-19 Di Jawa Tengah

SEMARANG (02/07/2020) – Selama 2 (dua) hari 1-2 Juli 2020 telah berlangsung pelatihan itensifikasi edukasi pemberdayaan jogo tonggo (intip jogo tonggo) yang dihadiri oleh 8 (delapan) Kelurahan terpilih di Kota Semarang yang notabene sebagai pilot project dan juga satgas jogo tonggo di masing – masing RW tersebut, serta pendamping Lapangan dan Enumerator Intip Jogo Tonggo.

Selama pelatihan berlangsung, dilaksanakan pre dan post test kepada para peserta, serta pembekalan materi, seperti: teori dan praktek pemberdayaan masyarakat, Jogo Tonggo, Covid-19, Perilaku Masyarakat Era New Normal, dan lainnya.

Sambutan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes yang memotivasi peserta pelatihan dengan menyampaikan rasa terima kasih karena telah berani mengambil peran dan tidak berpangku tangan dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Maju perang dengan cara mengedukasi masyarakat untuk berperilaku sehat, karena itu senjata kita. Karena belum ada vaksin, senjata kita hanya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, makan – makanan bergizi, meningkatkan daya tahan tubuh, itu merupakan senjata paling ampuh,” ujarnya.

Intip Jogo Tonggo ini dilaksanakan sebagai upaya dalam penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang dimana kasus Covid-19 masih terus meningkat dan terbanyak di Jawa Tengah. Yulianto mengatakan bahwa kasus Covid-19 semakin meningkat di Kota Semarang dikarenakan mobilitas penduduk, semakin mobile, penularan semakin tinggi, kemudian faktor kepadatan penduduk, dan perilaku menggunakan APD seperti kepatuhan masyarakat mengenakan masker.

Yulianto  juga menegaskan bahwa Kota Semarang    harapannya menjadi pioner dalam penerapan Jogo Tonggo di Jawa Tengah dan apabila telah terlaksana dengan baik dapat diadopsi oleh Kota/Kabupaten lainnya di Jawa Tengah karena Jogo Tonggo dapat dilaksanakan dalam jangka waktu yang lama. ” Kita butuh perilaku masyarakat untuk hidup sehat seterusnya, tidak hanya ketika pandemi Covid-19 saja, melainkan juga di masa depan mengingat permasalahan kesehatan semakin menantang, maka dengan Jogo Tonggo ini kita bergotong – royong untuk terus memelihara perilaku hidup sehat masyarakat,” imbuhnya.

(humas dinkesprov/ 2/7)

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.