Distribusi Jogo Tonggo Kit untuk Kota Salatiga

www.dinkes.jatengprov.go.id==Hari ini (26/06/2020) telah dilaksanakan penyerahan Bantuan Jogo Tonggo Kit di Joglo Pakuwon, Salatiga kepada 23 Kelurahan yang diwakili kepada 4 Kelurahan di Kota Salatiga. Jogo Tonggo Kit ini adalah barang dalam rangka mempersiapkan masyarakat dalam tatanan baru atau new normal agar mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam hidup bersih dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Semua ada 8562 paket kit yang sudah didistribusikan. Jogo tonggo kit sendiri terdiri dari : Tas berisi masker kain 1000 pcs, Baju APD 10 set, Thermogun 1 pcs, Modul 1 paket, kemudian Sepatu boot 10 pasang, Sarung tangan 10 pasang, spryer 1 pcs, hand sanitizer 50 L, serta desinfektan 30 L.

Selain itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes menjelaskan dalam penanganan pandemi Covid-19 ada 2 (dua) jurus : yang pertama PSBB, jika PSBB dilaksanakan dari atas ke bawah karena lebih ke ranah aturan/kebijakan, sedangkan dalam penanganan Covid-19 tidak dapat hanya dari atas saja, harus merangkul masyarakat, sehingga jurus kedua adalah pemberdayaan masyarakat, ya dengan Jogo Tonggo ini,” ujarnya. Persiapan jawa tengah untuk new normal: prinsipnya ada upaya yang disebut tracing (pencarian) siapa yang ODP, PDP, dan kontak erat dan semuanya dilakukan tes. Tes ini ditargetkan setiap 1.000.000 penduduk ada 3500 tes, kemudian ada treatment, mengajak masyarakat untuk hidup dalam protokol kesehatan, dan kit ini adalah suatu upaya untuk melengkapi upaya – upaya tersebut sampai di tingkat RW.

Yulianto menjelaskan mengenai kapasitas pemeriksaan laboratorium untuk PCR di Jawa Tengah, “Laboratorium di Provinsi Jawa Tengah mempunyai layanan laboratorium cukup banyak, termasuk sudah ada rumah sakit – rumah sakit yang juga dapat melakukan pemeriksaan PCR,  Kapasitas bisa sampai dengan 2500 tes/hari dan itu cukup melayani Jawa Tengah,” ujarnya. Sasaran yang paling massif selain industri: masif,       terstruktur, tidak sembarangan. Sistematis : 1. orang yang status odp, yang kedua adalah pdp, yang keempat kontak erat pdp maupun konfirm covid, yang keempat komunitas – komunitas yang mempunyai  faktor resiko penularan tiggi, tapi kita lakukan sampling baik dipabrik, pasar, maupun di mall yang dimungkinkan ada faktor resiko penularan tinggi.

Yulianto menerangkan, di Salatiga sendiri target tesnya adalah 670 tes, sedangkan yang sudah dites sebanyak 1343 tes, sehingga sudah memenuhi target, luar biasa Salatiga ini. Hanya saja dengan tes yang banyak ini menimbulkan konsekuensi yaitu semakin banyak ditemukan kasus. “Dalam 2 minggu terakhir di salatiga telah ditemukan 15 kasus positif dengan kesembuhan 38, sehinga tingkat kesembuhan baik yaitu lebih dari 50% sudah sembuh, akan tetapi ODPnya banyak, yaitu 378 maka perlunya diawasi terus ODP tersebut ada kemungkinan yang positif diantaranya,” tuturnya.

(humas dinkesjateng/26/6)

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.