Balkesmas Tegal Diminta Makin Efektif Layani Kesehatan Masyarakat

www.dinkes.jatengprov.go.id==Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau gedung Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Tegal, di Jalan Sutomo No 8 Kota Tegal, Kamis (5/3/2020).

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo,  Gubernur memasuki setiap ruang pelayanan dan gudang logistik yang ada di Gedung Balkesmas yang baru berdiri itu.

Yulianto menerangkan, Balkesmas Tegal menjadi yang kelima ada di Provinsi Jawa Tengah. Selama ini, Balkesmas baru dibangun di Pati, Semarang, Solo dan Magelang.

Kehadiran Balkesmas Tegal, menurut Yulianto, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi distribusi farmasi dan alat kesehatan untuk wilayah Pekalongan, Batang, Tegal, Brebes dan sekitarnya. Selain itu, juga sebagai media promosi kesehatan masyarakat.

“Satu wilayah yang belum memiliki balkesmas adalah Tegal. Sehingga selama ini untuk distribusi farmasi dan alat kesehatan lain di wilayah harus mengambil ke Semarang,” kata Yulianto.

Yulianto menambahkan, pembangunan kesehatan di Jawa Tengah telah sesuai konsepnya dengan Undang Undang Kesehatan, yakni  pembangunan UKM dan UKP per keresidenan di mana setiap keresidenan dibangun Balai Kesehatan Masyarakat.

Gubernur ingin agar nantinya Balai Kesehatan Masyarakat ini tidak semata mata hanya berdiri sebagai gedung, tetapi dikelola sebaik-baiknya untuk mendatangkan manfaat dalam pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Gubernur juga mengusulkan agar nantinya fasilitas Laboratorium gedung Balkesmas lebih ditingkatkan. Harapannya agar lab di setiap Balkesmas dapat lebih menjawab pertanyaan dan keluhan masyarakat, seperti yang berkaitan dengan isu virus SARS-CoV-2 yang tengah mewabah saat ini.

“Saya tidak tahu seberapa rumit dan susahnya untuk mengambil cek atau sample sehingga harus dibawa ke Jakarta. Kira-kira jika kita bisa buat sendiri, apa saja dan berapa biaya yang dibutuhkan sehingga kita tidak harus ke sana (Jakarta)?” tanya Gubernur Ganjar Pranowo selama peninjauan gedung.

Dalam tinjauannya, Gubernur juga meminta masyarakat tidak panik pada virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Masker pun hanya wajib dipakai oleh mereka yang sedang sakit flu, batuk dan demam. Namun pemerintah tengah mengusahakan agar ketersediaan masker di pasaran tercukupi.

Pemprov Jawa Tengah juga telah menggandeng kepolisian untuk menindak oknum-oknum yang berbuat curang dengan menimbun masker dan menjual dengan harga di atas standar.

(humas dinkesprov, 5/3)

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.