Fakta Dibalik Sengatan Tawon Vespa

  1. Situasi Kasus

Penyebarannya tawon ini cukup luas ditemukan di wilayah tropis dan subtropics, antara lain Hongkong, Taiwan, Sri Lanka, Taiwan, Burma, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapore, Filipina, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua). Dihimpun dari media online kasus sengatan Tawon Vespa / Tawon endas terjadi tahun 2017-2019 di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Klaten, Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Sragen. Selama kurun waktu Januari-November 2019, di Jawa Tengah telah terjadi serangan Tawon Vespa di Klaten dan Pemalang.

Daerah yang paling parah terkena serangan Tawon Vespa adalah Klaten. Sejak 2016 Pemkab Klaten mencatat laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus. Sebanyak 10 orang tewas akibat sengatan tawon itu. Pada tahun 2019 tercatat di Klaten jumlah kasus serangan 13 dengan jumlah kematian 2 orang di Kecamatan Wonosari dan Wedi. Sementara di Pemalang, telah 9 korban meninggal sejak 2018.

Selain di Klaten dan Pemalang, Tawon Vespa juga meresahkan warga Kudus, Sukoharjo, dan Boyolali. Dalam satu tahun ini di Kudus terdapat empat kasus. Sementara di Sukoharjo sebanyak 400 sarang telah dimusnahkan dalam satu tahun ini. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir di Boyolali setiap malam ada dua atau tiga permintaan ke BPBD untuk memusnahkan sarang tawon.

  1. Ciri-ciri

Tawon endas ini memiliki nama latin Vespa affinis, yang merupakan Ordo Hymenoptera dari Phylum Arthropoda. Tawon Vespa merupakan serangga sosial dan pemangsa serangga dan/ atau Arthropoda lain. Dibanding tawon-tawon lainnya, Tawon Vespa memiliki tubuh yang sedikit lebih besar dengan panjang sekitar tiga sentimeter. Tawon jenis ini mudah dikenali lewat warna tubuhnya yang hitam dan gelang yang berwarna kuning atau oranye di perut. Dalam satu koloni (satu sarang) bisa berjumlah ratusan hingga ribuan individu tawon.

  1. Sengatan

Tawon Vespa akan menyengat untuk mempertahankan diri dari gangguan manusia atau binatang lain. Tawon ini tidak akan menyengat apabila tidak diganggu. Selain itu, Tawon Vespa mempunyai sifat teritorial (LIPI). Sengatan dan racun (venom) digunakan sepenuhnya untuk pertahanan diri ketika individu dan koloninya terganggu (diserang). Sengatan bisa mematikan binatang (vertebrata) lain yang menggu apabila jumlah sengatan cukup banyak. Biasanya satu individu yang menyengat pertama mengeluarkan veromon berbahaya untuk mengundang individu-individu lain (temannya) dalam satu koloni untuk ikut menyengat. Apabila menyengat manusia hanya satu atau dua ekor tawon, tidak akan terlalu berbahaya, korban sengatan akan mengalami alergi saja. 

  1. Gejala

Gejala alergi dari sengatan tawon ini antara lain bengkak. Namun, akan berdampak fatal apabila yang menyengat berjumlah banyak, korban bisa mengalami hiperalergi. Bila tidak ditangani dalam tenggat 1 x 24 jam, hiperalergi akan berlanjut menjadi anafilaksis (reaksi alergi berat) yang berisiko sistemik atau merusak organ tubuh. Kerusakan organ yang dapat terjadi dalam kondisi itu antara lain edema paru akut dan gagal ginjal akut dalam hitungan hari sejak korban tersengat Tawon Vespa. 

  1. Habitat dan makanan

Habitatnya di berbagai tempat seperti kawasan dan tepian hutan, tebing-tebing, bahkan permukiman warga. Tawon Vespa biasanya bersarang di pohon, tetapi ada juga  yang di semak-semak serta dipinggir atap rumah-rumah. Sarang yang di pohon tinggi umumnyaberbentuk memanjang. Di Indonesia, kebanyakan sarangnya berbentuk buah pir atau bentuk tetesan, tetapi di daerah subtropis bentuknya oval dengan bagian atas membulat. Sarang yang masih kecil berbentuk buah kelapa (kecil) dengan pintu masuk. Sarang memiliki bungkus/lapisan tebal dengan lapisan kecil melingkar yang tumpang tindih. Panjangnya bisa mencapai lebih dari 50 cm.

Pakar ilmu serangga LIPI Hari Nugroho mengatakan, tawon juga mempunyai sifat pemakan bangkai sehingga sisa-sisa daging dan fermentasi di tempat sampah pun dapat menjadi sumber makanan Tawon Vespa. 

  1. Pencegahan dan Tatalaksana

Pencegahan

    • Jangan mengganggu keberadaan Tawon Vespa.
    • Jangan memindahkan sarang Tawon Vespa yang besat tanpa keahlian khusus.

Tatalaksana

    • Apabila tersengat tawon segera kompres air dingin dan dan mencari pertolongan ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan saran dari dokter (pengobatan yang disarankan antihistamin dan/atau corticosteroid.
    • Apabila mendapatkan Tawon Vespa dalam jumlah sedikit dapat dikendalikan/ dimusnakan dengan raket nyamuk atau disemprot insektisida. Namun apabila mendapatkan koloni/rumah Tawon Vespa, maka perlu bekerja sama dengan instansi yang mempunyai Alat Pelindung Diri : Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Polisi, TNI untuk evakuasi koloni/ sarang tawon. Jika dikaitkan dengan keahlianya adalah entomolog pertanian (dinas pertanian).

(Semarang, 28 November 2019, Kepala Bidang P2P/ Tatik Murhayati, M.Kes)

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.