Orientasi ASDK (Aplikasi Satu Data Kesehatan) sebagai Implementasi Integrasi Data

www.dinkesjatengprov.go.id–Selasa, 30 Juli 2019, Seksi Manajemen Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan  Orientasi SIP/SIKDA Generik  dengan tema sosialisasi dan orientasi ASDK bagi pengelola SIK di Provinsi/Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, selama 3 hari kedepan (30 Juli – 1 Agustus 2019).

Dilatarbelakangi dengan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi. Manajemen SIK terus disempurnakan mulai dari aspek atau komponen hardware, aplikasi, brainware serta mekanisme dan substansi data atau informasinya yang dikelola. Namun hingga saat ini SIK di lingkungan institusi kesehatan dirasakan masih berjalan secara terfragmentasi dan variatif tingkat perkembangan antar daerah dan antar level institusi manajemen dan pelayanan kesehatan.

Berbagai upaya telah dilakukan antara lain pengembangan SIK berbasis elektronik (web-based) secara bertahap mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sampai Kementerian Kesehatan RI.  Kabupaten/Kota di Jawa Tengah sudah mengembangkan aplikasi di Puskesmas, baik yang berbasis web maupun desktop dengan berbagai macam bahasa pemrograman dan database yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan sulitnya terjadi integrasi aplikasi.

Kementerian Kesehatan, khususnya Pusdatin terus berusaha mengkoordinasikan pengembangan aplikasi di bidang kesehatan, salah satunya adalah dengan melakukan interoperabiltas dua sistem. Dalam hal ini, terdapat program open source yang bernama Aplikasi Satu Data Kesehatan dengan (ASDK) platform District Health Information System 2 (DHIS2) yang dapat dimanfaatkan. ASDK memungkinkan untuk pengumpulan data, mengelola, dan menganalisis data. ASDK juga merupakan sistem yang dapat digunakan melakukan atau mengalirkan data dari dua sistem untuk kemudian keluar dalam satu dashboard penyajian data. Implementasi ASDK menekankan aspek integrasi sumber data baik di tingkat nasional maupun daerah. Berbagai sumber data diintegrasikan ke dalam ASDK yang menyediakan berbagai fitur untuk manajemen data, validasi, analisis, dan visualisasi data kesehatan.  Kemampuan ini menjawab kebutuhan Kemenkes untuk mewujudkan data satu pintu dan dapat diterapkan di semua Dinas Kesehatan di Indonesia.

Diharapkan output dari pertemuan ini adalah Pengelola SIK memahami Konsep Dasar Aplikasi Satu Dasar Kesehatan dan mampu mengimplementasikan ASDK dalam pengelolaan data dan informasi kesehatan.

(30/7)

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.