Koordinasi Teknis Dalam Rangka Menjangkau Seluruh Sasaran Imunisasi Provinsi Jawa Tengah

www.dinkesjatengprov.go.idAcara pertemuan koordinasi teknis dalam rangka menjangkau seluruh sasaran imunisasi di Jawa Tengah telah dilaksanakan selama tiga hari, pada hari Rabu, 24 Juli s/d Jum’at, 26 Juli di Hotel MG Setos, Jl. Inspeksi Gajah Mada Kota Semarang. Acara yang diselenggarakan oleh Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dihadiri oleh 118 peserta yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, Balkesmas Wilayah Provinsi, dan perwakilan dari Kemenag.

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M. Kes menyampaikan dalam rangka pencapaian target nasional dan global seperti yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs), cakupan imunisasi rutin terhadap bayi merupakan salah satu komponen yang penting. Melalui strategi ini upaya imunisasi harus dicapai dengan sebaik-baiknya sehingga setiap bayi, anak baduta, anak sekolah, wanita usia subur, dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Sampai saat ini, berdasarkan laporan rutin yang disampaikan dari 35 Kab/ Kota, persentase Universal Child Immunization (UCI) desa/ kelurahan tahun 2018 mencapai 99,95%, sehingga masih ada 6 desa yang belum mencapai UCI yaitu Karanganyar (3 desa), Temanggung (1 desa), dan Purworejo (2 desa). Penyebab utama UCI desa tidak tercapai dikarenakan adanya penolakan imunisasi di masyarakat terutama faktor keyakinan/ kepercayaan. Kondisi ini terjadi karena mobilitas penduduk yang cukup tinggi, pemahaman masyarakat yang rendah mengenai manfaat imunisasi, serta adanya penolakan karena faktor keyakinan. Banyaknya kelompok masyarakat yang menolak pada akhir-akhir ini mengalami pergeseran yang tadinya dari imunisasi rutin pada bayi ke imunisasi lenjutan pada anak sekolah. Hal ini sering terjadi pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilakukan pada bulan Agustus dan November.

Pada pelaksanaan BIAS dilaporkan masih ada sekolah yang anaknya tidak diperbolehkan imunisasi oleh orang tuanya. Hal itu menyebabkan turunnya cakupan imunisasi pada pelaksanaan BIAS. Oleh karena itu, perlu dilakukan koordinasi teknis dalam rangka menjangkau seluruh sasaran imunisasi baik untuk bayi, baduta, dan anak sekolah.

Dalam pertemuan koordinasi ini para peserta juga memperoleh update informasi tentang imunisasi. Narasumber dalam pertemuan koordinasi teknis ini antara lain dari KOMDA KIPI Jawa Tengah yang menyampaikan tatalaksana KIPI; Kepala Seksi Imunisasi Dasar Subdit Imunisasi Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan yang menyampaikan tentang kebijakan program imunisasi di Indonesia; Kepala Sub-Bagian Program yang menyampaikan tentang penyusunan anggaran DAK; PT. Biofarma (Persero) yang menyampaikan tentang Cold Chain System; serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan tentang evaluasi pelaksanaan program Imunisasi di Provinsi Jawa Tengah, serta perencanaan kebutuhan vaksin di bulan imunisasi mendatang.

Diharapkan dalam pertemuan ini, para peserta dapat menyamakan persepsi dalam menghadapi permasalahan yang ada di dalam program Imunisasi, berkolaborasi dalam mencari alternatif pemecahan masalah, serta menyusun kegiatan yang nyata dalam upaya meningkatkan cakupan dan mutu imunisasi.

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.