Daily Archives: 26 March 2019

Capaian Hasil Riskesdas 2018 untuk Implementasi SPM di Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah

www.dinkes.jatengprov.go.id, Semarang — Hal tersebut ditekankan dalam sambutan dan arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada Seminar Nasional “ Manfaat Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 Dalam Mendukung Perumusan Kebijakan Pembangunan Bidang Kesehatan di Jawa Tengah” di Hotel NJ Horison Jl, MT Haryono No.32, Semarang, 26 Maret 2019.

Seminar Nasional dengan narasumber dr. Irmansyah, Sp KJ (K) (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI), dr. Elvieda Sariwati, M.Epid (Kabag PI Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI),  dan dr. Sayono, S.KM, M.Kes(Epid) Pengurus Daerah IAKMI Jawa Tengah, dihadiri dengan antusias oleh peserta, meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah; Pimpinan Pendidikan Tinggi Kesehatan di Jawa Tengah dan Pimpinan Organisasi Profesi di Jawa Tengah.

Pada momen tersebut, Yulianto Prabowo, memberikan arahan tentang Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) sebagai penelitian bidang kesehatan berbasis komunitas yang dapat menggambarkan data kesehatan tingkat nasional sampai dengan tingkat Kabupaten/ Kota. Pelaksanaan Riskesdas yang lazim dilakukan setiap 5 tahun sekali merupakan interval yang tepat untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menambahkan,  Riskesdas 2018 dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hal metode dan kerangka sampel, dengan proses mengumpulkan data spesifik kesehatan. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Hasil Riskesdas 2007 dan 2013 telah dimanfaatkan dalam pengembangan rencana kebijakan pembangunan jangka menengah (RPJMN 2010-2014 dan RPJMN 2015-2019) oleh Bappenas, provinsi dan beberapa kabupaten/ kota menggunakan data Riskesdas untuk perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi program-program kesehatan berbasis bukti (evidence-based planning). Komposit beberapa indikator Riskesdas 2007 dan Riskesdas 2013 juga telah digunakan menyusun model Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Indonesia. Nilai IPKM menghasilkan gambaran peringkat Kabupaten/Kota dalam bidang kesehatan, sehingga dapat melihat disparitas pembangunan kesehatan yang terjadi di Indonesia.

Ditekankan pula bahwa terkait dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), dibutuhkan capaian hasil Riskesdas 2018 per kabupeten/ kota untuk implementasi SPM di Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah, dan hal ini sudah ditunggu-tunggu oleh teman-teman dari kabupaten/ kota.  Banyaknya informasi yang dapat dihasilkan melalui pelaksanaan Riskesdas dapat dimanfaatkan oleh banyak sektor terkait, maka perlu dipersiapkan mulai tahun 2017 supaya pelaksanaannya dapat dimulai pada awal tahun 2018.

Di akhir arahannya, Yulianto Prabowo menegaskan “ Pertimbangan manfaat yang cukup siknifikan dari hasil Riskesdas, maka Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Diseminasi Hasil Penelitian Kesehatan terkait Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 dalam bentuk Seminar Nasional”. (mik/26_3)

Kepedulian Terhadap Ibu Hamil, Dapat Mendeteksi Banyak Hal

www.dinkes.jatengprov.go.id, Semarang — Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, dalam sambutan dan pembukaan Rakerkesda, hari kedua 25 Maret 2019.  Ditekankan dalam pertemuan tersebut, beberapa aspek dalam kesehatan yang perlu diicermati dan menjadi perhatian adalah Perilaku harus dibenahi. Seperti mulai mengurangi penggunaan plastik. Beliau mencanangkan kebijakan mengurangi plastik, dengan tidak minum air dalam kemasan botol. Dimana hal ini berdampak pada politik, yaitu “mereduce” plastik berarti harus nambah investasi di Jateng. Kemudian juga perlu meniru politik kesehatan Jepang.  Sebagai contoh, di Jepang semua  menggunakan transportasi umum dan tidak ada ojek online. Orang-orang di sana dipaksa jalan kaki, makan-makanan sehat, dan yang menarik adalah anak-anak diajari mengantri. Karena Jepang saat ini sedang melakukan investasi kesehatan dengan tujuan untuk hidup panjang dan sehat.  Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat.  Diantaranya adalah dengan mencuci tangan sebelum makan menggunakan sabun, olah raga, dan makan buah serta sayur.

Lebih lanjut disampaikan, Perlunya “Kebahagiaan” dalam hidup. Kebahagiaan dapat diraih dengan cara sederhana, seperti dengan sering mengucapkan terima kasih, minta tolong.  Karena itu merupakan dasar kebahagiaan. Bila sudah bahagia, maka pikiran akan menjadi sehat, otomatis badan menjadi sehat.

Sebagai penutup dalam sambutannya, Beliau juga menegaskan perlunya dikembangkan Sistem Informasi yang Dapat Diakses oleh Publik, sehingga publik bisa mengetahui kegiatan apa saja yang sudah dilakukan.  Dikembangkan inovasi-inovasi di bidang Kesehatan, sebagai contoh program 5NG (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng). 5ng ada berdasarkan kepedulian terhadap ibu hamil maka dapat mendeteksi banyak hal terhadap manusia, seperti : ibunya sehat/ tidak, suami peduli/ tidak, kandungan bermasalah atau tidak, gizi ibu hamilnya bagaimana, kira anak yang dilahirkan akan stunting/tidak,dsb.– humas dinkesprov jateng –