Penguatan Pencapaian Pelayanan Kesehatan Semesta Dan Perbaikan Pelaksanaaan Jaminan Kesehatan Nasional

www.dinkes.jatengprov.go.id, Semarang — Riset Fasilitas Kesehatan merupakan penelitian berbasis fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang fasilitas yang dimiliki oleh sarana pelayanan kesehatan mengenai tata kelola, SDM, sarana dan prasarana, obat-obatan dan alat kesehatan, sistem informasi, pelayanan dan pembiayaan kesehatan. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (dr. Yulianto Prabowo, M.Kes) dalam rangka Rapat Koordinasi Teknis Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) 2019 di Hotel Haris Semarang (red. 6/1/19)

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dan Direktur Rumah Sakit di Jawa Tengah, Kepala Kesdam Provinsi Jawa Tengah, Kepala Balai Litbangkes di Provinsi Jawa Tengah, Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang dan Tim Manajemen Korwil I Jawa Tengah, Penanggung Jawab Teknis dan Penanggung Jawab Operasional.

Ditegaskan dalam pertemuan tersebut, bahwa Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) adalah diperolehnya rekomendasi untuk penguatan pencapaian pelayanan kesehatan semesta dan perbaikan pelaksanaaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Lebih detail lagi dikatakan, terkait dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, setiap warga berhak memperoleh manfaat dari jaminan kesehatan yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, termasuk pelayanan obat dan bahan medis yang diperlukan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas ketersediaan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk pelaksanaan program jaminan kesehatan. Telah diterbitkan pula instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 mengenai Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan agar Menteri Kesehatan menjamin ketersediaan obat dan alat kesehatan bagi peserta JKN terutama obat esensial. Selain itu harus menjamin ketersediaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia pada fasilitas kesehatan, bersama pemerintah daerah, TNI/ Polri, dan swasta.

Dilanjutkan dengan mempersiapkan pelayanan berkualitas tersebut, kita perlu meninjau seluruh aspek antara lain manajemen tata kelola, kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan, sarana dan prasarana yang memadai, ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan, penguatan sistem informasi kesehatan, serta pelayanan dan pembiayaan kesehatan.

Untuk mengetahui sampai sejauh mana sistem pengelolaan pelayanan kesehatan yang telah berjalan, maka pada tahun 2019 ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI akan melaksanakan Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) yang menitik beratkan pada Riset Evaluatif JKN.

Saya berharap untuk memperoleh validitas data yang dapat dihandalkan, diperlukan dukungan dari banyak pihak, terutama dari Bapak/ Ibu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Direktur Rumah Sakit, dan berbagai pihak dari lintas sektor terkait.

Demikian akhir dari penyampaian sambutan kegiatan tersebut. (mik 6/2).

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.