Waspada Hujan Turun Tak Menentu

www.dinkes.jatengprov.go.id – Semarang, “”Waspada Hujan Turun Tak Menentu”, demikian tema dalam dialog interaktif bertempat di Studio Mini Kantor Gubernur Jawa Tengah, (selasa, 29/1). Secara lengkap disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tebngah (dr. Yulianto Prabowo, M.Kes) bahwa pada musim hujan yang tidak menentu ini, perlunya diwaspadai dampak penyakit yang timbul diantaranya : penyakit diare, DBD, dan Leptospirosis, tetapi masyakarat jangan panik melainkan respon cepat saat menjumpai gejala tersebut kepada petugas kesehatan dan falisitas kesehatan terdekat.

Kepala Dinkes menekankan khusus pada gejala penyakit leptospirosis, harus hati-hati pada wilayah yang terkena banjir. Lindungi kaki dengan alat pelindung diri, seperti : sepatu boot, sarung tangan karet, untuk mencegah kuman leptospira masuk melalui kulit yang terluka.

Ditambahkan oleh dr. Hapsari bila mengalami pada 3 hari pertama demam karena sulit membedakan antara tiphus dan DBD/demam karena influensa. Curigai DBD dulu, dan segera lakukan cek lab darah. Jika hari ke-4 demam menurun, tapi anak masih “nglentruk”, hati-hati dan segera bawa ke RS. Bisa jadi itu fase rawan. Sementara, tiphus br terjadi pada hari ke-5, kemudian untuk pasien diare, jaga agar tidak dehidrasi dengan memperbanyak minum

Puncak hujan sedang terjadi, dari akhir Januari-Februari nanti.  Akhir-akhir ini cuaca ekstrim dengan hujan sangat tinggi banyak terjadi. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, termasuk terhadap potensi longsor, demikian dikatakan oleh pihak BMGK (Ka Staklim Semarang Ahmad Yani BMKG Jateng, Achadi Subarkah Raharjo).

Diperkirakan untuk Jawa Tengah pada tanggal 30-31 Januari dan 1 Februari 2019, terjadi hujan lebat. dari bagian selatan, bergerak ke utara

Kalahar BPBD Jateng, Sudaryanto dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pemerintah provinsi bersama kabupaten/ kota, TNI, Polri, PMI, Tagana dan lembaga terkait lain, sudah bersama bergerak di lokasi banjir. Termasuk, mengevakuasi, penanganan di pengungsian, maupun bantuan logistik.

Masyarakat juga mesti lebih peduli, bekerja bakti membersihkan saluran air. Jangan membuang sampah di sungai, demikian dilaporkan oleh pihak BPBD di sela-sela akhir dialog tersebut (humas dinkesprov jateng 30/1).

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.