Big Data dan Artificial Intelligence

www.dinkesjatengprov.go.id, Semarang — Era revolusi industri 4.0 salah satu yang diandalkan adalah Big Data dan Artificial Intelligence. Pemerintah mendorong pengembangan data center sebagai backbone dari cloud computing di Indonesia.  Ke depan dalam revolusi industri 4.0, tanpa data, revolusi ini tidak bisa berjalan. Tanpa data yang kuat, efisiensi tidak akan berjalan. (red. 24/1).

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Pengelola Sistem Informasi Kesehatan se Jawa Tengah, dimana kegiatan ini dilakukan setiap tahun dalam rangka Monitoring dan  Evaluasi SIK Jawa Tengah.

Revolusi Industri 4.0 ini mengandalkan kecanggihan dan ketersediaan teknologi sehingga dapat diarahkan untuk mengumpulkan data, mengolahnya, menganalisis dan menghasilkan produk-produk informasi dan pada gilirannya untuk masyarakat. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (dr. Yulianto Prabowo, M.Kes).

Dikutip dari  Presiden Joko Widodo yang disampaikan oleh Kadinkes Jawa Tengah, bahwa Revolusi Industri 4.0 telah mendorong inovasi-inovasi teknologi yang memberikan dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat. Perubahan-perubahan tak terduga menjadi fenomena yang akan sering muncul pada era Revolusi Industri 4.0.

Otomatisasi di semua bidang dan konektivitas adalah tanda yang nyata dari Revolusi Industri Keempat. Transformasi pada Revolusi Industri Keempat ini adalah inovasi dapat dikembangkan dan disebarkan lebih cepat dari sebelumnya.  Perkembangan internet telah memulai revolusi industri 4.0. Dengan internet, suatu proses produksi dapat diatur secara virtual dan saling terkoneksi dengan adanya sistem komputasi awan (Cloud), analisis data, dan IoT (internet of things).

Data yang diambil secara otomatis dan real time akan mengurangi adanya human error karena manual entry sehingga tentunya akan mengurangi waktu yang dibutuhkan. Ketersediaan data dalam bentuk digital juga memudahkan kolaborasi karena dapat diakses melalui berbagai interface seperti smartphone, laptop, tablet, dan sebagainya.

Lebih detail lagi dikatakan bahwa, Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung tatakelola sistem informasi kesehatan juga semakin luas. Ini dibuktikan dari banyaknya organisasi sektor publik seperti dinas kesehatan dan rumah sakit daerah, yang sudah menggunakan TIK untuk mendukung proses kerja di organisasinya.

Sistem-sistem yang telah dikembangkan tersebut belum “interoperable” – yakni, tidak bisa saling komunikasi antara satu sistem dengan yang lain.  Walaupun ada banyak daerah yang sudah mempunyai SIK yang bagus dan terkomputerisasi namun data bank ini belum semuanya diintegrasikan ke dalam bank data provinsi.

Penguatan Bank data kesehatan menjadi keharusan di tingkat kabupaten/kota, karenanya mau tidak mau penataan Bank data kesehatan harus ditingkatkan. Peran Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota diharapkan mewujudkan integrasi Data Kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota dan dukungan guna optimalisasi integrasi SIK Jawa Tengah sehingga data dan informasi yang evidence based dapat mensupport capaian RPJMD.

 Selain itu perlu diketahui bahwa di  tahun 2019, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah  telah mengembangkan unit baru terkait PSC 119 Provinsi Jateng, karenanya dibutuhkan Support PSC119 Kabupaten/Kota, baik dari sisi infrastruktur maupun sistem informasi nya.

Dalam upaya mendukung ketercapaian Indikator Program (Indikator Level Bidang) yaitu Persentase Ketersediaan Data dan Informasi Kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan serta indikator kegiatan (indikator level seksi di Seksi Manajemen Informasi Kesehatan) yaitu Persentase Sistem Informasi Kesehatan yang Terintegrasi, kedepan akan lebih banyak dibutuhkan para analis data terkait big-data dan penyiapan Artificial Intelligence.

Saya berharap pertemuan hari ini dapat saudara-saudara ikuti dengan penuh semangat dan dapat merumuskan berbagai upaya perbaikan agar penyelenggaraan SIK dapat menghasilkan informasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi pembangunan kesehatan di Jawa Tengah yang kita cintai. Demikian akhir dari penyampaian sambutan kegiatan tersebut. (mik 25/1).

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.