Jumantik, Sebagai Cara Pemberantasan Murah dan Sederhana Lawan DBD Selain 3M

Semarang, 10 Januari 2019 – dinkes.jatengprov.go.id. Diawali dengan kehebohan penemuan kasus DBD di Kota Semarang mencapai kasus 52 kejadian di RSUD Ketileng Semarang. Setelah diklarifikasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes, bahwa kejadian temuan kasus DBD di awal minggu Tahun 2019 hanya 13 kasus saja, kemungkinan besar 52 kasus tersebut sebagai penjumlahan kasus sejak Tahun 2018.
“Dalam setahun terakhir, frekuensi timbulnya penyakit (incident rate) DBD di Jawa Tengah cenderung menurun. Tahun 2017 ditemukan kejadian sebanyak 21,6 per 100.000 penduduk, sedangkan Tahun 2018 turun menjadi 8,6 per 100.000 penduduk,“ jelasnya.
Sepanjang Tahun 2018 Kota Magelang menempati urutan pertama dengan kejadian DBD sebesar 39,6 kasus per 100 ribu penduduk, disusul oleh Kabupaten Grobogan sebesar 27,5 kasus per 100 ribu penduduk, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Sragen. Sedangkan untuk Kota Semarang sendiri hanya ditemukan 5,4 kasus per 100 ribu penduduk, dan paling rendah adalah Kabupaten Brebes dengan 0,5 kasus per 100 ribu penduduk,” ungkap beliau.
Hujan tidak tiap hari mempengaruhi perkembangbiakkan nyamuk. Nyamuk berkembang biak semakin kondusif. Dengan kondisi tersebut, kami menghimbau warga untuk mewaspadai demam berdarah, karena seperti diketahui, DBD dengan vektor nyamuk aedes aegypti, bisa ditemui disekitar rumah, seperti di tempat-tempat penampungan air yang bersih yang disukai oleh nyamuk untuk berkembang biak,“ujarnya.
Pemberantasan yang murah dan sederhana sebenarnya masyarakat sendiri. Sejak awal setiap rumah tangga punya juru pemantau jentik atau jumantik. Lebih baik satu rumah satu pemantik, tugas jumantik sebetulnya sederhana memastikan bahwa setiap rumah di dalam atau diluar rumah tidak ada jentik nyamuk, bila ditemukan segera dimusnahkan dengan menguras, menutup, menimbun, dikenal dengan 3 M.
“Jumantik cukup memastikan tiap 5 hari sekali ada atau tidak jentik di rumah, kalau tidak ada jentik, ya tidak ada penyakit demam berdarah. Jadi sebenarnya sesederhana itu. Kalau kita semua bergerak maka demam berdarah bisa ditekan sekecil mungkin,” ungkapnya.
Dalam akhir sesi wawancara, tak lupa beliau mengucapkan terimakasih untuk warga Jawa Tengah yang juga menyambut himbauan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sehingga angka kejadian demam berdarah bisa menurun.

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.