WORKSHOP SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH, Semarang, 1 Oktober 2018

www.dinkesjatengprov.go.id – Semarang, Workshop Sistem Informasi Kesehatan Daerah Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Hotel Harris Sentral Land Semarang diselenggarakan tanggal 1 – 3 Oktober 2018.  Peserta sejumlah 47 orang terdiri dari 35 pengelola SIK Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah dan pengelola SIK Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 12 orang.  Narasumber sebanyak 3 oarng dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.  Latar belakang penyelenggaraan Workshop SIKDA ini adalah manajemen SIK terus dilaksanakan penyempurnaan mulai dari aspek hardware, aplikasi, brainware serta mekanisme dan substansi data atau informasi yang dikelola.  Melihat kondisi SIK yang dirasakan masih berjalan secara terfragmentasi dan variatif tingkat perkembangan antar daerah dan antar level institusi manajemen dan pelayanan kesehatan, perlu diselenggarakan Workshop SIKDA bertema Connectivity marathon (Conecthathon) Integrasi Sistem Informasi Keshatan di Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa masalah yang terjadi sekarang adalah sistem-sistem yang telah dikembangkan saat ini, tidak “interoperable” – yakni, tidak bisa saling komunikasi antara satu sistem dengan yang lain. Itulah. Walaupun ada banyak daerah yang sudah mempunyai SIK yang bagus dan terkomputerisasi, namun data bank ini belum bisa diintegrasikan ke dalam bank data nasional.  Kementerian kesehatan pada tahun 2012 sudah mengembangan SIKDA Generik. Aplikasi SIKDA Generik adalah aplikasi sistem informasi kesehatan daerah yang berlaku secara nasional yang menghubungkan secara online dan terintegrasi seluruh puskesmas, rumah sakit, dan sarana kesehatan lainnya, baik itu milik pemerintah maupun swasta, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, dan Kementerian Kesehatan.  Permasalahannya banyak daerah yang sudah mengembangkan SIKDA sejak lama, belum siap untuk mengaplikasikan SIKDA Generik dengan berbagai hal yang masih menjadi kendala. Solusi agar SIKDA-SIKDA yang sudah dikembangkan dapat saling berkomunikasi dan bisa diintegrasikan dalam bank data nasional dengan mekanisme sharing data/output (services bus/service-app).

Kita tahu bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sudah mengembangkan aplikasi yang berbasis web service guna mengatasi kompleksitas aplikasi yang sekarang begitu banyak dan tidak seimbang dengan ketersediaan sumber daya. Sehingga beberapa aplikasi dapat interoperabilitas dan membantu percepatan dalam pengelolaan data khususnya kesehatan. Demikian dikatakan oleh Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah.

Ditegaskan pula bahwa diharapkan sistem informasi kesehatan yang sudah terselenggara selama ini dapat menghasilkan data dan informasi yang berkualitas sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam rangka pencapaian indikator-indikator RPJMD. (mik-3/10/18).

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.