Workshop Pengenalan Aplikasi Wajib Notifikasi Kasus TBC (Wifi TB) Provinsi Jawa Tengah

www.dinkesjatengprov.go.id — Program Penanggulangan TBC merupakan salah satu program prioritas di bidang pencegahan dan pengendalian Penyakit. Salah satu permasalahan dalam program penanggulangan TBC adalah Missing cases  yaitu adanya kesenjangan antara jumlah pasien TBC yang ditemukan dan diobati dengan jumlah pasien yang dilaporkan .

Secara nasional dari estimasi kasus TBC pada tahun 2017 sebanyak 1.020.000 penderita, baru 35,4% (360.564 penderita) yang terlaporkan, sehingga ada missing case sebesar 64,6%  atau (659,435%), sementara data penemuan penderita TB di Jawa Tengah tahun 2018, dari perkiraan kasus sebanyak 103.840 penderita, yang terlaporkan baru 44,33% (48.751 penderita), sehingga masih ada 55.089 pasien yang belum ditemukan / dilaporkan.

Diperkirakan kasus yang hilang (Missing cases) terdapat di layanan swasta. Penyedia Layanan swasta didatangi oleh masyarakat sebanyak 74% untuk diagnosis awal dan 51% untuk pengobatan, hanya 19% yang masuk kedalam pelaporan program nasional TB (survai prevalensi TB 2014)Pada pelaksanaan Public Privat Mix tahun 2016, dari sejumlah Faskes yang ada , baru 30% RS Swasta, 1% klinik swasta , 1 % DPM yang melaporkan temuan kasus.

Notifikasi Wajib (Mandatory notifikasi) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan no 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis diberlakukan untuk setiap fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan TB.  Setiap Faskes yang memberikan pelayanan TB wajib mencatat dan melaporkan kasus TB yang ditemukan dan/atu diobati sesuai format pencatatan dan pelaporan yang ditentukan. Pelanggaran atas kewajiban ini bisa mengakibatkan sanksi administrasi sampai pencabutan izin operasional fasilitas kesehatan yangbersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sistem notifikasi wajib dapat diakukan secara manual atau melalui sistem elektronik sesuai dengan tata cara dan sistem yang ditentukan oleh program penanggulangan TB. Mengingat keterbatasan sumber daya di fasilitas kesehatan swasta maka perlu disiapkan sistem pelaporan yang sederhana dan mudah dilaksanakan..

Dalam rangka mengenalkan aplikasi Wajib notfikasi (wifi) berbasis android ke pada para pengelola program dan data officer TB Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan CTB KNCV Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarkan workshop pada tanggal 23-24 Agustus bertempat di Hotel Aston- Surakarta yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Tati Murhayati, Mkes mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Setelah mengikuti workshop tersebut, selanjutnya Dinas Kesehatan Kab/Kota berkoordinasi dengan IDI setempat untuk melakukan sosialisasi Wifi ke semua Dokter Praktek Mandiri dan pengelola program TB di puskesmas. Untuk selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi implementasi wifi oleh para Dokter Praktek Mandiri  di masing-masing wilayah.

Dengan Wifi diharapkan data penemuan kasus akan meningkat untuk selanjutnya diikuti dengan angka kesembuhan dan pada akhirnya akan mempercepat eliminasi TB. (20/9/18-dw-P2)

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.