Penguatan Surveilans MTPTRO, MICA dan Utilisasi TCM Tk Provinsi Jawa Tengah

www.dinkesjatengprov.go.id – Surakarta,  Program penanggulangan TB mempunyai masalah dan tantangan yang semakin kompleks, diantaranya kasus TB resisten obat yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, terlebih dengan penggunaan TCM sebagai alat diagnosis TB. Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat (MTPTRO) telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2009. Dalam perkembangannya, saat ini MTPTRO telah menjangkau pelayanan pasien TB RO di 33 Provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Jawa Tengah. Terduga TBC yang ditemukan pada tahun 2018 hingga Triwulan 2 mencapai 24.702, di mana yang terkonfirm resisten rifampisin sebanyak 350 dan pasien TB RO yang diobati sebanyak 217.

Saat ini Provinsi Jawa Tengah memiliki 6 RS Rujukan PMDT serta 38 RS TCM yang telah beroperasional dan menggunakan sistem pencatatan pelaporan berbasis website yang disebut dengan e-TB Manager.  Sistem Informasi e-TB Manager tidak hanya digunakan untuk mencatat dan melaporkan tata laksana pengobatan pasien TB RO, tetapi juga digunakan untuk mencatat dan melaporkan terduga sensitif obat. Pelaksanaan pencatatan dan pelaporan di Faskes diharapkan mampu menggambarkan kondisi kegiatan MTPTRO secara keseluruhan. Data dalam e-TB Manager juga digunakan untuk membantu pelaksanaan telaah kohort regular tiga bulanan serta Monthly Interim Cohort Analiysis (MICA) setiap bulanan. Oleh karenanya          diperlukan koordinasi yang baik antara petugas RS dengan pengelola Program TB di kabupaten/kota.

Demikian beberapa hal yang disampaikan oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr.Tatik Murhayati mewakili Kepala Dinas Kesehatan pada acara pembukan Pertemuan Penguatan surveilans MTPRO, MICA dan utilisasi TCM yang diselenggarakan di Hotel Haris Surakarta pada tanggal 27-29 Agustus 2018 yang lalu.

Pertemuan ini diikuti oleh 135 orang yang terdiri dari pengelola program TB Provinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Tim Ahli Klinis (TAK) TB dari 5 Rumah Sakit Rujukan MTPRO dan Tim DOTS dari 33 Rumah Sakit dengan layanan TCM dan Tim dari CTB KNCV Jawa Tengah.  Pertemuan ini bertujuan untuk :

  1. Melaksanakan monitoring dan evaluasi data TB Resisten Obat Jawa Tengah periode 2015 s/d 2018 (Juli).
  2. Mendorong RS TCM untuk menginput hasil TCM tepat waktu sehingga pada laman home e-TB Manager tidak ada pending data laboratorium.
  3. Melaksanakan penguatan surveilans pencatatan pelaporan e-TB Manager, termasuk MICA tingkat Provinsi Jawa Tengah.
  4. Melaksanakan validasi data logistik (OAT Lini 2 dan cartridge).
  5. Monitoring data utilisasi TCM beserta kendala dan solusi permasalahan.
  6. Mendapatkan hasil penyisiran data kasus TBC di Rumah Sakit Kabupaten/ Kota

Adapun penyelenggaraan pertemuan tersebut sepenuhnya dibantu dari anggaran CTB KNCV Jawa Tengah. (19/9/18 p2).

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.