Print

Arahan Gubernur Jawa Tengah diwakili oleh Asisten I Bidang Kesra Provinsi Jawa Tengah Heru Istiadi SH, M.Si

www.dinkesjatengprov.go.id – Semarang, disampaikan oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Bapak Asisten I Bidang Kesra Provinsi Jawa Tengah (Heru Istiadi, SH, M.Si) dalam sambutannya Pertemuan Evaluasi Tengah Tahun 2018 Pembangunan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang dimulai tanggal 8 – 9 Agustus 2018 di Hotel Patra Semarang. Dikatakan bahwa, pada kesempatan yang strategis ini, untuk mengevaluasi program tengah tahun pembangunan kesehatan di Jawa Tengah.

Yang menjadi perhatian masih ada beberapa program yang belum tercapai, namun masih ada kesempatan 4 bulan 21 hari untuk diakselerasi pencapaiannya. (red : 8 Agustus 2018).

Selaku Gubernur Jawa Tengah Jateng, saya menyambut baik pelaksanaan evaluasi tengah tahun ini. Maknanya adalah mengetahui sejauh mana capaian melalui kinerja jajaran kesehatan di Jawa Tengah. Namun di sisi lain juga masih dihadapkan pada  tuntutan masyarakat (tuntutan kecepatan, kualitas, kemudahan), demikian ditegaskan oleh Bapak Asisten I Jawa Tengah.

Alhamdulillah semua stake holder telah datang, secara otomatis pulang sudah punya desain strategis untuk pencapaian.   Yangg rawuh dari direktur dan jajaran akademis untuk dikenalkan kepada mahasiswa kedokteran. Agar dititipkan melalui Perguruan Tinggi, saat melalui KKN atau PKL.  Jangan lagi hanya menamai jalan, gang, kegiatan grup KKN yang ada dokter atau FKM nya bila ada permasalahan kesehatan ada langkah operasional. Agar mulai belajar menemukan permaslahan dan menemukan alternative  solusi.

Sejalan dengan 7 misi Pemprov pada misi ke4 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Di Jawa Tengah ada kegiatan yang substansi menjadi referensi di tingkat nasional yaitu 5 ng (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng). Nginceng nya untuk memotivasi kita peduli (kapan hamilnya, siap terhadap lingkungan) dan secara habitual kita lebih care

Jawa Tengah adalah terpadat nomer 3 se Indonesia. Masalah kepadatan penduduk berkolerasi dengan kerentanan di bidang kesehatan.  Oleh karenanya pada kesempatan ini, beberapa capaian yang sudah tercapai dengan baik agar lebih ditingkatkan seperiti Angka Kematian Ibu (AKI), Anka Kesakitan, Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar. Di sisi lain, selaku gubernur, bukan maksud untuk tidak mempercayai pada jajarannya,  langsung kami intervensi, namun bisa jadi respon cepat belum diketahui oleh top manajer. Perlu adanya shortcut untuk pengambilan sikap dan keputusan.

Terima kasih untuk respon cepat untuk jajaran Rumah Sakit Prov maupun Kab/Kota. Rumah Sakit bukanlah media institusi pencari profit. Seluruh jajaran pengelola rumah sakit Agar mudah diakses, kecepatan pelayanan untuk bisa diperoleh oleh masyarakat. Rumah Sakit bergerak pada penyelesaian permasalahan kesehatan. Pola pelayanannya menjadi pola pelayanan berbasis pada publik. Semuanya sejalan dengan visi misi pada RPJMD 2013-2018. Dan Alhamdulillah akan saya lanjutkan 2019-2023.  Jajaran kesehatan memegang peranan penting dalam menopang cita-cita RPJMN yaitu :

SDM nya pasti akan sehat sehingga siap untuk melakukan kinerja yang bagus. Bila SDM bagus, kecukupan kesejahteraan bagus, maka pembangunan yang kita cita-citakan untuk mensejahterakan dan mengembangkan Bangsa Indonesia akan terwujud.

Sebelum mengakhiri sesuai harapan Bpk Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tentang draft RPJMD 2019 – 2023 pasti akan perlu dibahas dan ada konsultasi publik untuk penyempurnaan.  Kata kuncinya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang akan dilantik 17 september 2018 dengan Visi “Jateng Lebih Berdikari dan Semakin Sejahtera”.

Dari 4 misi, pada misi yang relevan dengan kesehatan yaitu menjadikan rakyat Jawa Tengah lebih sehat, lebih pintar  dan lebih mencintai lingkungan. Dari Program kerjanya yang terkait adalah membangun RS Tanpa Dinding, termasuk di lingkungan pondok pesantren dan kaum defabel.  Harapan kami, setelah pertemuan ini daftar inventraisasi masalah kesehatan segera dibahas.

Aprresiasi diampaikan atas kinerja, jangan berpuas diri dan perbaiki diri. Demikian secara lengkap disampaikan dalam pembukaan Pertemuan Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2018. (mik-8/8/18)

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.