Print

Tidak Ada Raport Merahnya……..??

www.dinkesjatengprov.go.id – Semarang, Merupakan keberhasilan, dengan melihat kebelakang tahun 2016 dan sebelumnya masih ada rapot merah Tahun ini (2017) ada 50 indikator dengan 44 indikator (yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota) dan 6 indikator oleh RS provinsi dan kab kota, “tidak ada raport merahnya” . Demikian dilaporkan oleh Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dalam acara Pertemuan Evaluasi Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan 2018 Provinsi Jawa Tengah yang dimulai tanggal 8 Agustus 2018 bertempat di Hotel Patra Semarang.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bapak Heru Istiadi SH, M.Si selaku Assisten I (mewakili Gubernur Jawa Tengah) dan beberapa pejabat struktural baik di jajaran kesehatan maupun Organisasi Profesi dan Asosiasi Kesehatan, Para Akademisi Institusi Pendidikan Kesehatan serta Lintas sektor Tingkat Provinsi.

Dilaporkan secara detail bahwa Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018  dari 50 indikator pembangunan kesehatan, 42 indikator diantaranya sudah diselesaikan, sehingga pada tahun 2018 sebagai tahun akhir RPJMD, tinggal 8 indikator pembangunan kesehatan yang perlu diselesaikan.  Delapan indikator pembangunan kesehatan dimaksud adalah : (1). Angka Penemuan Kasus Baru TB  yang Tercatat (CNR ), (2). Angka Penemuan Kasus Baru Kusta, (3). Angka Penemuan Kasus Diare Balita, (4). Angka Penemuan Kasus ISPA Balita, (5). Angka  Kesakitan Malaria, (6). Proporsi Puskesmas memiliki Ijin Operasional, (7). Proporsi Puskesmas PONED sesuai standar, dan (8). Proporsi TPM yang memenuhi syarat.

Kemudian Tahun 2019 kemungkinan ada indikator tidak masuk lagi menjadi indikator RPJMD provinsi. Karena ada kewajiban melaksanakan SPM.  RPJMD di tahun mendatang banyak yang tidak masuk di RPJMD Provinsi, ini menjadi PR bagi dinas kesehatan kab kota untuk memasukkan di RPJMD Kab Kota.

Upaya koordinasi dan sinkronisasi pembangunan kesehatan diperlukan guna mendukung program dan kegiatan yang perlu diupayakan bersama pada akhir RPJMD ini. Selain target RPJMD yang masih harus kita selesaikan pada akhir 2018, kita juga menghadapi permasalahan pembangunan di Jawa Tengah yang perlu kita bicarakan / selesaikan bersama.  Akhir Tahun 2018 RPJMD akan berakhir, sehingga kita akan menyusun RPJMD baru untuk periode tahun 2019 – 2023, hal ini sejalan dengan terpilihnya Gubernur Jawa Tengah baru, periode 2019-2023. Persiapan penyusunan RPJMD baru perlu kita persiapkan bersama.

Adapun Tujuan Pertemuan adalah  :

  1. Melakukan evaluasi akhir RPJMD Provinsi Jawa Tengah Bidang Kesehatan 2013-2018.
  2. Mengkoordinasikan kebijakan dan program untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan target akhir RPJMD 2013-2018.
  3. Mempersiapkan RPJMD Bidang Kesehatan Tahun 2019-2023 Provinsi Jawa Tengah.

Mengkoordinasikan penyelesiaan masalah-masalah pembangunan kesehatan di Jawa Tengah

Materi dan narasumber pada Pertemuan Evaluasi Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan Tahun 2018  ini adalah:

  • Arahan Gubernur Jawa Tengah : Percepatan Pembangunan Kesehatan Jawa Tengah pada Akhir RPJMD.
  • Kementerian Kesehatan :

(a). Arah dan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional Tahun 2019-2024

(b). Sinkronisasi Penanganan Permasalahan Kesehatan di Tk  Nasional dan Jawa Tengah.

  • Bappeda Provisi Jawa Tengah : Prioritas Pembangunan Kesehatan dan Peluang Anggaran Bidang Kesehatan.
  • Biro Bangda Provinsi Jawa Tengah : Evaluasi Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Jawa Tengah semester 1 tahun 2018
  • PERSI : Peranan RS dalam mencapai sasaran Pembangunan Kesehatan – Hospital Without Wall (Rumah Sakit Tanpa Dinding).
  • ADINKES Jawa Tengah  : Faktor Keberhasilan dan hambatan dalam mencapai Program Pembangunan Kesehatan di Kabupaten/Kota.
  • FK UNS Surakarta : Motivasi dan Inspirasi Pelaku Pembangunan Kesehatan

Demikian disampaikan laporan Kegiatan Pertemuan Evaluasi Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan 2018 Provinsi Kesehatan Jawa Tengah. (mi-8/8/18)

 

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.