Workshop Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC Provinsi Jawa Tengah

www.dinkesjatengprov.go.id–  Semarang 30 April 2018, Dalam rangka mewujudkan eliminasi TBC th. 2030 diperlukan adanya komitmen politis dari Pemerintah Daerah dalam penanggulangan TB. Salah satu bentuk dari komitmen tersebut adalah dengan menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Provinsi  dan  Kabupaten/Kota  yang  komprehensif untuk penanggulangan TB secara partisipatif dengan mengacu pada Strategi Nasional Penanggulangan TB. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo, Mkes pada pembukan Workshop Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan TBC yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2018 bertempat di Hotel Aston, Jl. MT Haryono – Semarang

Proses penyusunan RAD Penanggulangan  TBC di Jawa Tengah telah dimulai sejak bulan Desember 2017 diawali dengan pembentukan Tim Penyusunan RAD Penanggulangan TBC yang beranggotakan dari Lintas Program , Lintas Sektor, Organisasi Profesi dan Organisasi Masyarakat. Selanjutnya di bulan Januari 2018, telah dilaksanakan Workshop Rancangan Awal untuk Penyusunan RAD TB Propinsi Jawa Tengah.  Saat ini penyusunan draft RAD TB Propinsi Jawa Tengah sudah mendekati proses final.  Draft RAD TB Provinsi Jawa Tengah perlu mendapatkan masukan dan saran dari para stakeholder di Propinsi Jawa Tengah. Hal tersebut yang melatar belakangi diselenggarakannya Pertemuan Konsultasi Publik RAD Penanggulangan TBC Propinsi Jawa.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa RAD penanggulangan TB ini merupakan rencana aksi yang terintegrasi dalam setiap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD dengan kemitraan dari lembaga non Pemerintah yang perannya memberikan berbagai input apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan RAD penanggulangan TB. Penyusunan RAD Penanggulangan TB yang tepat dan jaminan penganggaran yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku merupakan hal-hal yang akan mendorong Pemerintah Daerah untuk lebih bersemangat dalam penanggulangan TB, terutama pada upaya promosi, pencegahan dan peningkatan kualitas layanan.

Pertemuan Konsultasi Publik RAD Penanggulangan TB tersebut diikuti  ± 45 orang peserta dari lintas OPD, Organisasi Profesi ( IDI, PAEI, IAKMI, HAKLI) dan Organaisasi kemasyarakatan ( Aisyiah, Kalandara, Yayasan Peduli Kasih ) serta Perguruan Tinggi ( UNDIP, UDINUS,UNNES, UNISULA). Adapun agenda kegiatan adalah mencermati dan selanjutnya memperbaiki draft RAD Penanggulangan TB yang sudah disusun oleh Tim. Selanjutnya diharapkan setelah mendaptatkan masukan dan dilakukan perbaikan maka RAD penanggulangan TB di Jawa Tengah dapat disyahkan melalui Peraturan Gubernur.

Print

About dinkes

Leave a Reply

Your email address will not be published.