sesli sohbet duvar kağıdı seslichat
Dinkes Jateng
image image image image image image image image image image image image image image image image
  • KOMDAT 2017
    KOMDAT 2017  
  • LKJIP 2015-2016
    LKJIP DINAS KESEHATAN TAHUN...
  • IMUNISASI MR
      IMUNISASI MR  

Top New :

    HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA, KESEHATAN JIWA YANG PRIMA MEWUJUDKAN  PRODUKTIVITAS KERJA DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA  2017 (MENTAL HEALTH IN THE WORKPLACE) 10 Oktober 2017

IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR)

IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR)

Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. Berdasarkan hasil surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin. Untuk itu diperlukan kampanye pemberian imunisasi vaksin MR pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun. Kegiatan kampanye imunisasi MR ini akan dilaksanakan dalam dua fase yaitu fase I pada bulan Agustus - September 2017 di seluruh Pulau Jawa dan fase II pada bulan Agustus -September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Penutupan Enumerator

PENGUNGUMAN PENUTUPAN PENDAFTARAN ENUMERATOR

RISNAKES TH 2017

Dengan ini kami beritahukan, bahwa kuota enumerator Riset Tenaga Kesehatan (Risnakes) Rumah Sakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 sudah terpenuhi, untuk itu kami sampaikan bahwa Seksi Manajemen Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sudah tidak menerima pendafaran enumerator Riset Tenaga Kesehatan (Risnakes) Rumah Sakit Tahun 2017.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

                                                                                                                                                                                                                                                            Panitia Seleksi

HARI TEMBAKAU SEDUNIA

ROKOK ANCAM KITA DAN PEMBANGUNAN

(Hari tanpa tembakau sedunia 31 Mei)

Oleh : Rini Kusumasari,SKM Seksi P2 PTM Dinkes Jateng

Sampai saat ini rokok masih menjadi persoalan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari Indonesia. Data dari Kementrian Kesehatan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa prevalensi perokok di Indonesia pada usia >15 tahun meningkat sebesar 36,3% dibandingkan tahun 2005 yaitu 27%. Tidak heran jika Indonesia menjadi negara nomor 3 terbanyak jumlah perokoknya didunia setelah China dan India dengan konsumsi 220 milyar batang pertahun. China menduduki peringkat pertama negara dengan perokok terbesar di dunia sebanyak 30%, diikuti dengan India 11,2%, Indonesia berada di peringkat ketiga sebanyak 4,8%. Penduduk yang merokok 1- 10 batang per hari di Jawa Tengah sebanyak 62,7%.

Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Gerakan ini menyerukan para perokok agar berpuasa tidak merokok ( menghisap tembakau ) selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai penyebarluasan kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Diperkirakan kebiasaan merokok setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa. Negara-negara anggota WHO mencetuskan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini pada tahun 1987. Dalam satu dasawarsa terakhir gerakan ini menuai reaksi baik berupa dukungan dari pemerintah, aktivis kesehatan dan organisasi kesehatan masyarakat. Di Indonesia pada tahun 2017 ini acara tersebut diperingati di Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, dengan tema besar yang diangkat tahun ini adalah “ Rokok Ancam Kita dan Pembangunan” 

Operasi Katarak Gratis

katarak1RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO

KOTA SEMARANG

Dalam rangka HUT Kota Semarang ke-470, RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, IKA SOEPRA (Ikatan Alumni Unika Soegijapranata), Forum Kesehatan Kota, Pemerintah Kota Semarang, dan Djarum Foundation menggelar operasi katarak gratis.  Acara ini digelar di Pavilun Gatotkaca RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, Minggu (21/5/2017).  Dalam sambutannya, Direktur RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang, dr. Susi Herawati, M.Kes mengatakan, Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis merupakan acara yang diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Semarang ke-470.
"Operasi katarak gratis ini semoga bermanfaat untuk warga Semarang. Pagi ini akan dioperasi 38 orang, setelah sebelumnya dilakukan screening dan pemeriksaan kesehatan pada calon warga yang mengikuti program operasi katarak gratis," ujar dr. Susi Herawati, M.Kes.
Wakil Walikota Semarang, Ibu Hj. Ir. Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis 2017 mengatakan baksos ini merupakan wujud kepedulian Pemkot Semarang bersama komponen lainnya untuk mengurangi beban masyarakat kurang mampu, khususnya bagi mereka yang menderita penyakit katarak.
"Aksi nyata ini diharapkan dapat mengurangi jumlah penderita katarak. Dan bagi mereka yang telah menjalani operasi katarak gratis di tempat ini, sudah bisa kembali beraktivitas seperti semula,” kata Hj. Ir. Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Cegah Hipertensi

  CEGAH HIPERTENSI dengan GERAKAN MASYARAKAT CERDIK

Oleh: Arfian Nevi, SKM, DEA

(Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dinkes Jateng)

Hari ini tanggal 17 Mei diperingati masyarakat sedunia sebagai Hari Hipertensi yang dikenal dengan julukan the silent killer, “si pembunuh tak terlihat". Karena hipertensi sering tanpa keluhan,  sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi dan komplikasinya dapat menyebabkan penyakit Jantung koroner dan stroke yang merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia. Ini merupakan momentum yang tepat untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat agar tetap sehat dengan selalu memantau tekanan darah dan selalu bergaya hidup sehat dengan Gerakan Masyarakat CERDIK.

Menurut WHO, definisi Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan istirahat/tenang. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.

SEMINAR NASIONAL DAN PRESENTASI ILMIAH

SEMINAR NASIONAL DAN PRESENTASI ILMIAH

RISET TENAGA KESEHATAN

    RISET TENAGA KESEHATAN 2017 

(RISNAKES)

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Visit

Visitors
4
Articles
267
Web Links
4
Articles View Hits
1516036

Video Streaming

GERMAS 2017

LIKES JATENG

Video Lainnya

Member Login



driving theory test antalya rent a car