sesli sohbet duvar kağıdı seslichat
SOSIALISASI TUBERKOLUSIS
image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image
  • KOMDAT 2017
    KOMDAT 2017  
  • LKJIP 2015-2016
    LKJIP DINAS KESEHATAN TAHUN...
  • IMUNISASI MR
      IMUNISASI MR  

Top New :

  SEHAT KELUARGAKU, SEHAT INDONESIAKU, HARI KESEHATAN NASIONAL, 12 Nopember 2017

SOSIALISASI TUBERKOLUSIS

TuberkolusisUnggahSOSIALISASI IMPLEMENTASI PADUAN PENGOBATAN JANGKA PENDEK PADA

PASIEN TUBERKOLUSIS RESISTEN OBAT

DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017

Seiring dengan semakin meningkatnya angka penemuan kasus TB saat ini, maka yang perlu menjadi perhatian adalah munculnya kasus TB resistan obat diantara kasuskasus TB sebagai akibat dari pengobatan yang tidak adekuat dan penularan dari pasien TB resistan obat. Salah satu tantangan dalam tatalaksana TB resistan obat yaitu setiap tahun terjadi peningkatan angka kasus pasien putus berobat. Hal tersebut dikarenakan pengobatan TB resistan obat yang relatif lama (20 – 24 bulan) disertai dengan efek samping beragam yang dirasakan oleh pasien. Oleh karenanya dengan dikeluarkannya rekomendasi penggunaan paduan jangka pendek (9 – 11 bulan) untuk pasien TB resistan obat oleh WHO diharapkan dapat meningkatkan angka keberhasilan pengobatan pada pasien TB resisten Obat. Demikian salah satu hal penting yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo,Mkes didampingi Kepala Bidang P2P dr Tatik Murhayati,Mkes pada acara pembukaan workshop Sosialiasasi Implementasi Paduan Pengobatan Jangka Pendek pada Pasien Tuberkolusis Resisten Obat di Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 di Hotel Lor Inn – Karangnyar pada tanggal 25 September 2017.

Pertemuan Sosialisasi diselenggarkan dalam 2 tahap yaitu anggal 25-27 September 2017 di Hotel Lor inn -Surakarta ( batch 1) dan tanggal 11-13 Oktober 2017 di Hotel Aston-Purwokerto (batch 2). Pertemuan sosialisasi Implementasi paduan pengobatan jangka pendek pada pasien tuberkolusis resisten obat di provinsi Jawa Tengah diikuti oleh perwakilan BBKPM Surakarta dan 37 Rumah Sakit yang memiliki layanan TCM dan pengelola program Kab/Kota se Jawa Tengah, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, PPO GF TB dan Tim Ahli Klinis (TAK) RSUP dr Kariadi yaitu dr. Thomas Handoyo,SpD, dr Anam SpA, dr Iva SpPK dan Tim Ahli Klinis (TAK) RSUD dr. Moewardi yakni dr.Harsini,SpP dan dr. Djatu SpP 


Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa :
1) Sebagai penyelenggara layanan TB-RO, Rumah Sakit dan Balai Kesehatan pelaksana layanan TB-RO sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI tersebut,bertugas :
a. Menyelenggarakan layanan Managemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resisten Obat (MTPRO)
b. Melakukan penatalaksanaan yang meliputi penemuan, penegakkan diagnosis, pengobatan dan pemantauan pengobatan dan/atau menerima rujukan pasien TB RO
c. Menyusun standar prosedur operasional layanan TB RO (alur mulai dari penerimaan pasien s/d kesepakatn mulai dilakukan pengobatan)
d. Mengupayakan keberlangsungan ketersediaan obat TB RO dan logistik lainnya sesuai dengan prosedur yang berlaku
e. Menyiapkan sarana prasarana dan tenaga kesehatan yang sesuai dengan pedoman dan standar
f. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kab/Kota dalam rangka pemantauan kepatuhan dan ketuntasan pengobatan pasien TB RO
g. Melaporkan hasil pelaksanaan pelayanan pasien TB RO kepada menteri kesehatan melalui Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota dengan tembusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi secara berkala
2. Rumah Sakit yang sudah mendapatkan alat TCM segera melakukan koordinasi dan komunikasi internal dan segera menginfokan ke DKK setempat kapan dapat menerima rujukan terduga TB dari faskes di sekitarnya.
3. RS Rujukan MDR harus melakukan mini kohort secara rutin, dengan tujuan memantau perkembangan dan permasalahan dalam keberlangsungan pengobatan TB RO.
4. Dinas Kesehatan Kab/Kota menetapkan target penemuan TB RO dan memonitor perkembangan MTPTRO secara rutin melalui kegiatan analisis kohort bulanan TB RO
5. Dinas Kesehatan Provinsi memfasilitasi rencana percepatan penggunaan paduan jangka pendek di RS Rujukan TB RO dan melakukan monitoring secara rutin.
6. Sesuai hasil pertemuan nasional , mulai Januari 2018 seluruh RS Rujukan TB RO/Fasyankes TB RO sudah melaksanakan pemberian pengobatan dengan paduan jangka pendek.
7. Menjalin koordinasi dan meningkatkan komunikasi terkait dengan pelayanan TB RO melaui media komunikasi yang tersedia (watsh app group).

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Visit

Visitors
4
Articles
279
Web Links
4
Articles View Hits
1885231
driving theory test antalya rent a car