sesli sohbet duvar kağıdı seslichat
WORKSHOP PUBLIC PRIVAT MIX TUBERCULOSIS
image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image
  • KOMDAT 2017
    KOMDAT 2017  
  • LKJIP 2015-2016
    LKJIP DINAS KESEHATAN TAHUN...
  • IMUNISASI MR
      IMUNISASI MR  

Top New :

  SEHAT KELUARGAKU, SEHAT INDONESIAKU, HARI KESEHATAN NASIONAL, 12 Nopember 2017

WORKSHOP PUBLIC PRIVAT MIX TUBERCULOSIS

mix1unggahWORKSHOP PUBLIC PRIVAT MIX (PPM) TUBERCULOSIS

Banjarnegara, 24-26 Oktober 2017

Salah satu Strategi Nasional Program Penanggulangan TB Tahun 2016-2020 diarahkan untuk peningkatan akses layanan TB yang bermutu dengan prinsip desentralisasi pada Kabupaten/kota melalui jejaring layanan public private mix (PPM) dengan melibatkan semua sektor layanan dan dukungan organisasi profesi serta masyarakat.

Kesenjangan angka penemuan kasus TB dengan angka perkiraan penemuan sekitar 68% dikarenakan dua hal yaitu tidak terdeteksi (undetected ) dan tidak terlaporkan (unreported), Selama ini  data yang masuk dalam Sistem Informasi Terpadu TB (SITT) sebagian besar diperoleh dari pasien yang berkunjung ke puskesmas,   sedangkan pasien-pasien yang mencari pengobatan ke Praktek swasta / Dokter Praktek Mandiri, Klinik, data penemuan kasus  belum terdokumentasi dengan baik di Puskesmas wilayah setempat.

Pelibatan RS dan sektor swasta akan meningkatkan notifikasi TB secara signifikan, oleh karenanya perlu dikembangkan Jejaring Layanan TB (Privat Public Mix=PPM) berbasis kab/kota dan mandatory notification/wajib lapor. Demikian arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang disampaikan oleh dr. Tatik Murhayati, Mkes Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kab. Banjarnegara dr. Ahmad Setiawan,MPH, pada acara pembukaan Workshop PPM bagi dokter di FKTP dan FKRTL di Hotel Surya Yudha - Kabupaten Banjarnegara tanggal 24 Oktober 2017 .

Workshop yang berlangsung selama 3 hari diikuti oleh 30 dokter praktek mandiri dengan fasilitator terdiri dari Tim Fasilitator Provinsi : dr. Priyadi ,SpP (mewakili IDI), dr.Pandu, SpD (PAPDI) dan Tri Dewi Kristini (Dinas Kesehatan Provinsi) dan Tim Fasilitator Kabupaten yang terdiri dari dr. Ery Rosita (Kabid P2P), dr. Ari (IDI) dan dr. Leny SpA (IDAI). Materi yang dibahas dalam workshop tersebut meliputi materi dasar tentang kebijakan program P2TB dan Konsep PPM berbasis Masyarakat, dan Materi inti yang meliputi Penemuan Kasus, Diagnosis Kasus dan Pengobatan pasien TB Paru, TB Extra Paru, TB dengan komorbid (TB-HIV,TB-DM) serta TB anak, Mandatory notifikasi serta materi pendukung tentang pencatatan dan pelaporan.

Hadir pula  narasumber dari PDUI wilayah Jawa Tengah ( Dr.dr Budi Laksono) menggantikan Ketua PDUI wil Jateng (Dr.dr.Masrifan Jamil) dengan materi “Peran Organisasi Profesi dalam mendukung program TB”

Pada workshop tersebut telah disepakati peran Dokter Praktek Mandiri, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten dan IDI, yang selanjutkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara akan diinfokan ke semua Puskesmas dan IDI Cabang Banjarnegara.

Workshop ditutup oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dr. Ahmad Setiawan,MPH dengan penegasan bahwa peserta dminta untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan sebagai bentuk dukungan DPM agar kinerja program TB di Kabupaten Banjarnegara meningkat sesuai target yang  ditetapkan.

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Visit

Visitors
4
Articles
279
Web Links
4
Articles View Hits
1885276
driving theory test antalya rent a car