sesli sohbet duvar kağıdı seslichat
DUTA GIZI KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA (KDS)
image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image
  • KOMDAT 2017
    KOMDAT 2017  
  • LKJIP 2015-2016
    LKJIP DINAS KESEHATAN TAHUN...
  • IMUNISASI MR
      IMUNISASI MR  

Top New :

  SAYA BERANI SEHAT, Tes HIV - Obati - Pertahankan Pengobatan, LINDUNGI ORANG TERSAYANG DAR HIV.

DUTA GIZI KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA (KDS)

DUTA GIZI KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA (KDS) ARJUNA PLUS BALKESMAS SEMARANG MELAKSANAKAN KUNJUNGAN UNTUK SHEERING SESAMA TEMAN SEBAYA ODHA DI KDS BREBES DAN KDS SLAWI SEJATI
Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Semarang
Oleh : Didik Suwarsono

LATAR BELAKANG
Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran kelompok dukungan sebaya. Kelompok dukungan sebaya (KDS) atau peer support group merupakan kelompok yang bertujuan memberikan dukungan setiap anggota kelompok dalam kehidupan bermasyarakat. KDS dalam bidang HIV/AIDS bertujuan memberikan dukungan bagi orang yang terinfeksi HIV (ODHA) maupun keluarganya. Dukungan yang bersifat holistik dibutuhkan oleh orang yang terinfeksi HIV untuk mengatasi berbagai persoalan baik masalah kesehatan, sosial, dan psikologis, sehingga orang yang terinfeksi HIV/AIDS dapat hidup sehat dan produktif.

 

Intervensi dukungan sebaya pada orang yang terinfeksi HIV/AIDS menunjukkan korelasi dengan pengelolaan emosional dan memiliki pengaruh positif pada hasil pengobatan. Jenis kegiatan KDS antara lain berupa kunjungan rumah, pertemuan kelompok, serta kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan juga disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Dukungan juga diberikan dalam bentuk pelatihan, konseling, kepatuhan pengobatan, rujukan CST, dan lain sebagainya.

Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Semarang berperan dalam upaya promotif dan preventif. Upaya promotif dan preventif dilakukan antara lain dengan memberikan pemahaman yang benar tentang pentingnya gizi seimbangnya bagi ODHA karena adanya penurunan daya tahan tubuh. Balkesmas Wilayah Semarang mempunyai 7 (tujuh) wilayah kerja antara lain Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Semarang. Wilayah kerja dengan penemuan kasus HIV tertinggi tahun 2016 antara lain Kota Semarang 95 kasus, Kabupaten Brebes 72 Kasus, dan Kabupaten Tegal 70 kasus. Wilayah kerja dengan kasus AIDS tertinggi antara lain Kabupaten Tegal 36 kasus, Kota Semarang 33 kasus, dan Kabupaten Brebes 29 kasus. Dalam rangka penanganan masalah kesehatan prioritas di masyarakat, maka Balkesmas Wilayah Semarang perlu melakukan kegiatan kunjungan KDS di wilayah dengan kasus HIV/AIDS antara lain Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Sasaran setiap kegiatan adalah masing-masing 30 ODHA dan atau OHIDHA anggota KDS di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal.

Secara umum tujuan kunjungan adalah Melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya pada kelompok dengan infeksi HIV/AIDS. 

Adapun secara khusus
1. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku individu, keluarga, dan kelompok tentang pentingnya gizi seimbang pada ODHA.
2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KDS dalam melaksanakan deteksi dini dan penilaian status gizi pada ODHA.
Bentuk kunjungan adalah
1. Penyampaian materi tentang gizi pada ODHA.
2. Penyampaian materi tentang deteksi dini dan penilaian status gizi pada ODHA.
3. Diskusi dan tanyajawab.
Gambaran umum KDS Arjuna Plus :
a. Visi KDS Arjuna Plus antara lain sebagai wadah, komunikasi, edukasi, promosi, pemberdayaan, berbasis kekeluargaan dalam satu gedung; sedangkan misinya adalah menjadi wadah untuk ODHA sehat, berdaya, mandiri dan berprestasi.
b. Sejarah terbentuknya KDS Arjuna Plus dimulai pada tahun 2006 dengan adanya keinginan wadah berbagi cerita dari ODHA dengan anggota 4 waria dan 2 klien umum. Pada tahun 2007 KDS Arjuna Plus mulai menghadirkan narasumber sesuai dengan kebutuhan ODHA seperti kebutuhan spiritual. Pada tahun 2012 KDS Arjuna Plus diperkenalkan di luar gedung, serta berkolaborasi dengan Madupahat.
c. Kegiatan dan program KDS Arjuna Plus antara lain: pertemuan rutin setiap tanggal 14, studi banding ke KDS lain, pemberian dana sosial seperti ke anggota yang sakit, mengikuti pelatihan ODHA bekerja sama dengan PEKA, doa bersama terhadap anggota yang meninggal, peringatan ulang tahun, kegiatan dalam rangka Hari AIDS Sedunia, rekreasi bersama, dan membina jejaring dengan KDS lain se-Jawa Tengah yang difasilitasi anggota sebaya.
d. Motivasi pentingnya buka status bagi ODHA untuk kepatuhan minum obat.
Penyampaian Materi oleh Duta Gizi oleh Moch Nur Diyantan :
Penyampaian materi kedua oleh Duta Gizi KDS Arjuna Plus Moch. Nur Diyantan dengan tema Gizi Seimbang pada ODHA untuk peningkatan daya tahan tubuh. Gizi seimbang pada ODHA diperlukan karena proses penyakit AIDS dan HIV yang menurunkan daya tahan tubuh, serta adanya efek samping dari obat ARV yang berpengaruh ke fungsi hati dan ginjal. Gizi seimbang pada ODHA dapat diperoleh mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein (hewani, nabati), lemak, serta vitamin dan mineral. Bahan makanan yang dibatasi pada ODHA antara lain makanan tinggi lemak, bahan makanan mentah, makanan berpengawet dan mengandung penyedap rasa, serta minuman soda dan beralkohol. Deteksi dini dan penentuan status gizi dapat dilakukan dengan cara pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas). Penentuan status gizi pada ODHA yang berusia lebih dari 18 tahun dapat menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dengan ketentuan BB (dalam kg)/(tinggi badan dalam meter)2. Kategori gizi sebagai berikut:
• Underweight <18,50
• Normal 18,50-22,99
• Obesitas awal 23,00-27,49
• Obesitas kelas I 27,50-32,49
• Obesitas kelas II 32,50-37,49
Diskusi dan Tanya Jawab
Diskusi dan tanya jawab dipimpin oleh Dyah Dwi Astuti, Ns.Sp.Kep.An dengan pertanyaan sebagai berikut:
Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan betakaroten dalam wortel?
Beta-karoten merupakan senyawa karotenoid atau pigmen yang memberikan warna pada tumbuhan yang dikenal memiliki efek antioksidan. Betakaroten dikenal dengan provitamin A, karena akan dikonversi menjadi vitamin A oleh tubuh. Beta karoten berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh pada ODHA dengan meningkatkan CD4.
Pertanyaan: Mengapa sawi dan umbi-umbian dibatasi pada ODHA?
Makanan tersebut dalam jumlah besar akan menyebabkan efek samping seperti menghasilkan gas berlebih dalam saluran gastrointestinal. Hal tersebut akan memperberat rasa mual akibat efek samping dari pengobatan ARV.
Motivasi bagi ODHA dan Penyambutan Kunjungan KDS Balkesmas Wilayah Semarang
Motivasi bagi ODHA disampaikan oleh Kepala Dinas Kabupaten Tegal yaitu Bapak Hendadi Setiaji, M.Kes. Isi motivasi tersebut adalah ODHA harus memiliki tiga hal agar kualitas hidupnya meningkat antara lain attitude, networking, dan long life education. Attitude (nilai) adalah sikap atau kepribadian yang dimiliki dalam kehidupan. Networking adalah membangun hubungan dengan orang lain atau organisasi yang berpengaruh terhadap kesuksesan profesional dan personal. Long life education atau belajar sepanjang hayat baik di pendidikan formal maupun pengalaman hidup. Bapak Hendadi Setiaji, M.Kes juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan KDS Arjuna Plus Balkesmas Wilayah Semarang dan menjadi nilai positif bagi KDS Slawi Sehati Kabupaten Tegal. Bapak Hendadi Setiaji, M.Kes akan memfasilitasi kunjungan KDS Slawi Sehati Kabupaten Tegal ke Balkesmas Wilayah Semarang.
Penyampaian Materi Duta Gizi oleh M.Firman Ilahi
Penyampaian materi ketiga diwakili oleh M. Firman Ilahi tentang sejarah dan program KDS Slawi Sehati Kabupaten Tegal. Intisari penyampaian materi tersebut antara lain:
Pada awalnya KDS Slawi Sehati Kabupaten Tegal bernama KDS Melati Sehati yang berdiri pada tanggal 16 Agustus 2013 dengan jumlah anggota awalnya 6 orang, dan sejalannya waktu bertambah menjadi 16 orang, kemudian sampai pada bulan Oktober 2014 tercatat sebanyak 38 orang anggota, dengan jumlah anggota aktif mengikuti kegiatan KDS sebanyak 40an orang ODHA. Pada saat bulan Juni KDS Melati Sehati mengubah namanya menjadi KDS Slawi Sehati. KDS Slawi Sehati merupakan wadah atau tempat untuk orang terinfeksi serta terdampak HIV dan AIDS untuk bertukar pengalaman pribadi, transfer pengetahuan HIV, ARV dan dukungan keluarga dari ODHA lama ke ODHA baru, dan untuk mendapatkan informasi terkait akses layanan kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup orang terinfeksi HIV khususnya di Kabupaten Tegal. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal per juni 2016, jumlah ODHA di Kabupaten Tegal berjumlah 562 dengan jumlah HIV 345 dan AIDS 217. Tantangan yang dihadapi KDS Slawi Sehati antara lain keberlanjutan program, peran KDS yang belum optimal, dan kualitas sumber daya manusia. Rencana tindak lanjut yang diharapkan KDS Slawi Sehati adalah mendorong peran anggota di kegiatan KDS, meningkatkan peran serta beberapa pihak (KPA, Dinas Kesehatan, FasYanKes, dan LSM), serta berupaya menghilangkan stigma dan diskriminasi.
Deteksi Dini dan Pemeriksaan Status Gizi
Duta Gizi Arjuna Plus melakukan praktek deteksi dini dan pemeriksaan status gizi pada 18 anggota KDS Slawi Sehati. Duta gizi juga mengajarkan cara pemeriksaan tersebut pada pengurus KDS Slawi Sehati. Hal ini bertujuan agar pengurus dan anggota KDS Slawi Sehati dapat melakukan pemeriksaan status gizi secara mandiri. Hasil pemeriksaan status gizi pada 18 anggota KDS Slawi Sehati diperoleh status gizi normal sebanyak 11 orang, obesitas 6 orang, dan 1 orang dengan status gizi kurus. Anggota KDS Slawi Sehati dengan status gizi obesitas dan kurus memperoleh konseling gizi.
A. KESIMPULAN
a. Kegiatan kunjungan KDS Wilayah Semarang dapat menjadi sarana bertukar pikiran dan ketrampilan terkait pemberdayaaan ODHA dan pengelolaan program untuk mengoptimalkan derajat kesehatan dan kualitas hidup ODHA.
b. Program peningkatan status gizi pada ODHA sangat bermanfaat untuk Gizi seimbang bagi ODHA bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki jaringan yang rusak .
B. SARAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT
a. Kunjungan KDS Slawi Sehati ke Balkesmas Wilayah Semarang untuk dapat melakukan observasi secara langsung pelaksanaan program kerja KDS Arjuna Plus Balkesmas Wilayah Semarang.
b. KDS Arjuna Plus dapat terus mengembangkan program-program inovatif sebagai upaya pemberdayaan masyarakat juga meliputi aspek psikologis.

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Visit

Visitors
4
Articles
283
Web Links
4
Articles View Hits
2106556
driving theory test antalya rent a car