sesli sohbet duvar kağıdı seslichat
Cegah Hipertensi
image image image image image image image
  • KOMDAT 2017
    KOMDAT 2017  
  • LKJIP 2015-2016
    LKJIP DINAS KESEHATAN TAHUN...
  • IMUNISASI MR
      IMUNISASI MR  

Top New :

   Selamat Hari Jadi Ke-67 Provinsi Jawa Tengah, JATENG Responsif, Kompetitif, Inovatif dan Kreatif. 15 Agustus 2017

Cegah Hipertensi

  CEGAH HIPERTENSI dengan GERAKAN MASYARAKAT CERDIK

Oleh: Arfian Nevi, SKM, DEA

(Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dinkes Jateng)

Hari ini tanggal 17 Mei diperingati masyarakat sedunia sebagai Hari Hipertensi yang dikenal dengan julukan the silent killer, “si pembunuh tak terlihat". Karena hipertensi sering tanpa keluhan,  sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi dan komplikasinya dapat menyebabkan penyakit Jantung koroner dan stroke yang merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia. Ini merupakan momentum yang tepat untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat agar tetap sehat dengan selalu memantau tekanan darah dan selalu bergaya hidup sehat dengan Gerakan Masyarakat CERDIK.

Menurut WHO, definisi Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan istirahat/tenang. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.

 

Hipertensi termasuk dalam kelompok jenis penyakit tidak menular bersama Jantung koroner, stroke, diabetes, kanker, Paru kronik dan lain sebagainya. Sejak tahun 2010 telah terjadi pergeseran pola penyakit di Indonesia, jika sebelumnya pada tahun1990 angka kesakitan dan kematian lebih dominasi akibat penyakit-penyakit infeksi (penyakit menular), pada tahun 2010 telah berubah pola bahwa kematian dan kecacatan sebagian besar disebabkan penyakit tidak menular. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalensi penyakit Hipertensi di Jawa Tengah meningkat dari 7,6 permil pada tahun 2007 menjadi 9,5 permil tahun 2013. Hal ini berarti dari seribu penduduk perkiraannya ada 9 orang lebih yang menderita penyakit ini. Sementara itu berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2017, dari sebelas jenis penyakit tidak menular, Hipertensi merupakan penyakit terbanyak diderita masyarakat Jawa Tengah dengan proporsi sebesar 55%.

Faktor risiko Hipertensi adalah umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, genetik (faktor resiko yang tidak dapat diubah/dikontrol), kebiasaan merokok, konsumsi garam, konsumsi lemak jenuh, penggunaan jelantah, kebiasaan konsumsi minum-minuman beralkohol, obesitas, kurang aktifitas fisik dan stres.

Adapun klasifikasi hipertensi berdasarkan penyebabnya terbagi menjadi: Hipertensi Primer/esensial dan Hipertensi Sekunder/non esensial. Hipertensi esensial adalah Hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), namun dikaitkan dengan kombinasi faktor gaya hidup seperti kurang bergerak (inaktivitas) dan pola makan. Terjadi pada sekitar 90% penderita hipertensi. Sedangkan Hipertensi non esensial Hipertensi yang diketahui penyebabnya. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB). Jika berdasarkan bentuknya, Hipertensi dibagi menjadi Hipertensi diastolik {diastolic hypertension}, Hipertensi campuran (sistol dan diastol yang meninggi) dan Hipertensi sistolik (isolated systolic hypertension).

Tema hari Hipertensi sedunia kali ini mengusng Tema : Kenali Tekanan darahmu dan Sub tema Cegah Hipertensi dengan Pendekatan Keluarga. Hal ini mengandung pesan bahwa setiap orang harus mengetahui tekanan darahnya melalui cek kesehatan secara rutin minimal sebulan sekali. Karena jika tidak, bisa jadi telah mengidap hipertensi, sebab penyakit ini umumnya tanpa dirasa. Apabila selalu secara rutin melakukan cek kesehatan, termasuk tekanan darah maka upaya pengendalian dapat dilakukan untuk mencegahnya menjadi lebih serius.

Sesungguhnya penyakit Hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya seperti Jantung koroner, stroke, kanker  bisa dicegah melalui pendekatan keluarga dengan perilaku atau pola hidup yang sehat CERDIK, yaitu Cek Kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang ( termasuk gemar makan buah sayur), Istirahat Cukup dan Kelola Stres.

Untuk memasyarakatkan pola hidup sehat ini, Presiden RI telah menginstruksikan melalui Inpres No.1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat (GERMAS) dengan fokus utama pada tahun ini pada upaya Gerakan Masyarakat untuk : Cek Kesehatan Secara Rutin, Rajin Aktifitas Fisik dan Gemar Makan Buah Sayur.

Cek kesehatan termasuk tekanan darah, kolesterol dan gula darah, masyarakat dapat melakukannya di Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), dimana di Jawa Tengah telah dibentuk sebanyak 1576 POSBINDU. Ini merupakan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat, wadah yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat dalam rangka menjaga kesehatan melalui cek kesehatan secara rutin.  Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting pemeliharaan fisik. Jenis aktivitas fisik bisa dalam bentuk kegiatan sehari-hari seperti berjalan kaki, berkebun, mencuci pakaian, mencuci mobil motor, mengepel lantai, naik turun tangga dan lain sebagainya. Disamping itu aktivitas fisk dalam bentuk kegiatan olahraga seperti pushup, lari ringan, bermain bola, berenang, tenis, badminton dan lainnya.

Gemar makan buah dan sayur, karena sayur dan buah memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Kandungan dalam buah dan sayur yang beragam seperti vitamin dan mineral tinggi serta serat yang tinggi akan melancarkan pencernaan, mampu menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol dan bahkan mencegah terjadinya penyakit kanker.

Gerakan Masyarakat ini tentu memanggil semua komponen masyarakat tanpa terkecuali, mulai usia dini sampai lansia, baik bekerja di sektor kesehatan maupun disektor lainya untuk bersama-sama menggerakkan masyarakat mulai dari anak sekolah usia sedini mungkin agar berperilaku dan bergaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit Hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya.

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Visit

Visitors
4
Articles
255
Web Links
4
Articles View Hits
892745

Video Streaming

GERMAS 2017

LIKES JATENG

Video Lainnya

Member Login



driving theory test antalya rent a car