• Print

HARI KANKER SEDUNIA

CERDIK & WASPADA KUNCI CEGAH KANKER, KITA BISA AKU BISA

Oleh : Arfian Nevi, SKM,DEA (Kepala Seksi P2PTM Dinkes Jateng)

Kanker salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan khususnya di Jawa Tengah. Bahkan berdasarkan data Riskesdas 2013, secara nasional kasus kanker  di Jawa Tengah tertinggi di Indonesia. Tanggal 4 Februari adalah Hari Kanker Sedunia dengan tema We can I can,  ini merupakan momen yang tepat untuk mengingatkan kita semua untuk bersama-sama mencegah dan melawan Kanker.

Transisi epidemiologi penyakit yang dipengaruhi oleh keadaan demografi, sosial ekonomi dan sosial budaya mengakibatkan penyakit kanker menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dari berbagi pihak, baik pemerintah maupun masayarakat. Berdasarkan data Riskesdas 2013, prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4 per seribu penduuk atau diperkirakan sekitar 347.792 orang. Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah kasus kanker terbanyak di Indonesia dengan jumlah kasus estimasi sebesar 68.638 orang dan dengan prevalensi tertinggi kedua setelah DIY, yaitu sebesar 2,1 per seribu penduduk. Dari aspek jenis penyakit kankernya,  prevalensi  kanker terbesar adalah kanker serviks dan payudara yang diderita oleh kaum perempuan dengan prevalensi   kanker serviks sebesar 0,8 per seribu penduduk dan kanker payudara sebesar 0,5 perseribu penduduk. Provinsi Jawa tengah menempati urutan ke enam secara nasional, tetapi prevalensinya diatas rata-rata nasional yaitu 1,2 per seribu penduduk, sementara kanker payudara 0,7 per seribu penduduk.Lebih dari 30% kematian akibat kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan pola makan, yaitu: (1) Indeks massa tubuh tinggi, (2) Kurang konsumsi buah dan sayur, (3) Kurang aktivitas fisik, (4) Penggunaan rokok, dan (5) Konsumsi alkohol berlebihan. Merokok merupakan faktor risiko utama kanker pada kelompok pria, yang menyebabkan terjadinya lebih dari 20% kematian akibat kanker di dunia dan sekitar 70% kematian akibat kanker paru di seluruh dunia. Kanker yang menyebabkan infeksi virus seperti virus hepatitis B/hepatitis C dan virus human papilloma berkontribusi terhadap 20% kematian akibat kanker di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Lebih dari 60% kasus baru dan sekitar 70% kematian akibat kanker di dunia setiap tahunnya terjadi di Afrika, Asia dan Amerika Tengah dan Selatan. Diperkirakan kasus kanker tahunan akan meningkat dari 14 juta pada 2012 menjadi 22 juta dalam dua dekade berikutnya. Oleh karena itu upaya pencegahan dan pengendalian perlu dilakukan bersama, oleh pemerintah dan masyarakat untuk menurunkan kasus Kanker di Jawa Tengah khususnya.

Salah satu masalah terbesar dalam penanggulangan kanker saat ini adalah bayaknya informasi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan tesebar di masyarkat. Informasi tersebut kadang justru menyesatkan dengan menggiring masyarakat untuk melakukan terapi alternatif dan baru datang ke pusat pelayanan kesehatan setelah terlambat.Menurut Kementrian Kesehatan (2016), sebenarnya 43% dari seluruh kasus kanker dapat dicegah, sedangkan 30% lainnya dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati pada keadaan dini. Upaya pencegahan primerkanker adalah dengan melakukan pembiasaan gaya atau perilaku hidup sehat yang dikenal dan disingkat dengan CERDIK. Cek kesehatan secara rutin, Rajin aktivitas dan olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres. Sedangkan upaya deteksi dini kanker, lakukan kegiatan deteksi dini dengan singkatan WASPADA, yaitu Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan atau gangguan. Alat pencernaan terganggu dan susah menelan. Suara serah dan batuk yang tidak sembuh sembuh. Payudara atau tempat lain ada benjolan atau tumor. Andeng-andeng yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal. Darah atau lendir yang keluar dari tubuh. Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh sembuh. Khusus untuk deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan tes IVA (Isnpeksi Visual dengan Asam Asetat).Tema hari Kanker sedunia tahun 2017 adalah “Kita Bisa, Aku Bisa” berusaha menjangkau masyarkat secara kolektif maupun individual untuk menjalankan perannnya masing-maing dalam rangka mengurangi beban akibat kanker. Masing-masing anggota masyarkat memiliki kekuatan untuk melakuakan tindakan dalam rangka mengurangi dampak kanker kepada individu, keluarga dan komunitas. Hari Kanker sedunia merupakan kesempatan untuk merefleksikan apa yang dapat kita semua lakukan untuk mebuat perubahan dalam perjuangan melawan kanker. Kita Bisa, Aku Bisa...